Lombok Post
Metropolis

Reza Artamevia Bisa Lepas

REZA
TES LAGI: Anggota Polres Mataram nampak membawa sejumlah terperiksa kasus narkoba (mengenakan masker) diantaranya artis Reza Artamevia dan tiga rekannya RN, YY, dan DN, ke Bali, untuk menjalani tes ulang urine dan darah kemarin (31/8).

MATARAMA�a�� Artis Reza Artamevia bersama tiga terperiksa lainnya, diterbangkan ke Bali siang kemarin (31/8). Keempatnya, menjalani tes darah, untuk memperkuat hasil tes sebelumnya yang menyebut mereka positif menggunakan narkoba.

Setelah menjalani tes darah, Reza dan tiga terperiksa lainnya, kembali dibawa ke Mapolda NTB tadi malam untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. a�?Hasil tes darahnya kita masih menunggu dari Labfor, Denpasar, Bali,a�? kata Kabid Humas Polda NTB AKBP Tri Budi Pangastuti, tadi malam.

Saat ditanya mengenai kemungkinan dinaikkan statusnya Reza dan tiga rekannya dari terperiksa menjadi tersangka, Tri enggan berandai-andai. Dia hanya memberi sinyal kalau Diva Pop ini bisa saja dilepas.

a�?Tidak ada barang bukti yang melekat di tubuhnya saat penangkapan. Jadi bisa saja kasusnya kita limpahkan ke BNNP Provinsi NTB,a�? beber Tri.

Sebelumnya, Reza keluar dari ruang pemeriksaan Sat Resnarkoba Polres Mataram sekitar pukul 12.30 Wita. Dalam kawalan ketat polisi mereka mengenakan masker dan penutup kepala menuju bus yang disiapkan polisi.

a�?Mereka menjalani tes darah atas permintaan Reza dan tiga orang rekannya. Bukan atas inisiatif polisi,a�? beber Tri.

Pernyataan berbeda diungkapkan kuasa hukum terperiksa, Muhammad Mahdi. Ia mengatakan, keberangkatan kliennya ke Bali atas kesepakatan kepolisian bersama tim pengacara. a�?Itu atas perintah dari Mabes Polri juga,a�? kata dia.

Perintah Mabes Polri tersebut, lanjut dia, merupakan upaya untuk mengkonfirmasi pertanyaan-pertanyaan mengambang seputar proses penangkapan Gatot Brajamusti. Terlebih dalam penangkapan di Hotel Golden Tulip, Mataram, Minggu (28/8) lalu polisi tak menemukan barang bukti narkoba pada diri Reza dan tiga rekannya. Bukti sabu hanya ditemukan pada Gatot Brajamusti dan istrinya Dewi Aminah.

Sementara itu Kasubdit I Dit Resnarkoba Polda NTB AKBP Ceppy Ahmad Hidayat menambahkan, hanya Gatot dan istri yang tidak menjalani tes darah ke Bali. a�?Gatot dan istri masih ada di sini,a�? kata Ceppy.

Setelah ke empat terperiksa menjalani pemeriksaan, Polres Mataram resmi melimpahkan kasus ini ke Polda NTB. a�?Nanti dilimpahkan ke Polda setelah mereka tiba dari Bali,a�? ujar dia singkat.

Terpisah, Kabid Humas Polda NTB AKBP Tri Budi Pangastuti menyatakan dari hasil gelar perkara yang dilakukan Polda NTB bersama Polres Mataram, telah menetapkan GB dan DA sebagai tersangka. a�?Sudah ada dua tersangka, GB dan DA,a�? ujar dia.

Polda NTB sendiri, sejauh ini terus melakukan koordinasi dengan Polda Metro Jaya terkait pengembangan penyelidikan dan penyidikan. a�?Tetap koordinasi, karena ini berkaitan dengan tempat-tempat tindak pidana yang di maksud,a�? tandasnya.

Gatot Mengaku Diancam

Sementara itu kubu Gatot Brajamusti terus menebar pembelaan. Sebelumnya, mereka menduga penangkapan Aa Gatot bagian dari jebakan. Kini muncul lagi pembelaan lain. Sebelum ditangkap, Gatot mengaku diancam.

Konon ancaman itu didapat sebelum Gatot terpilih sebagai ketua umum Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) untuk kali kedua Minggu (28/8). Kawan sekaligus juru bicara Gatot, Ozi Sulaiman Sudira, menuturkan, saat itu banyak ancaman yang diarahkan kepada Gatot.

a�?Ancaman itu dikirim melalui pesan singkat,a�? kata Ozi di Polres Mataram, kemarin (31/8).

Hanya saja, ia tidak menyebutkan secara rinci bentuk ancaman yang ditujukan kepada Gatot. Kabarnya, ancaman itu berisi jika Gatot terpilih lagi menjadi ketua Parfi akan berurusan dengan polisi. a�?Pokoknya ada ancaman,a�? sebut dia tanpa merincinya.

Pantauan Koran ini, Gatot Brajamusti dan istrinya Dewi Aminah masih menjalani pemeriksaan.

Reza Datang ke Lombok untuk Gatot

Kehadiran Reza Artamevia di acara kongres Parfi di MataramA� sempat mengundang tanya. Sebab, dia disebut-sebut tidak masuk kepengurusan Parfi. Rupanya, kehadiran mantan istri mendiang Adjie Massaid ini untuk memberikan dukungan kepada guru spritualnya.

Ozi Sulaiman mengatakan, Reza memiliki kontribusi di Parfi. Untuk itu, dia datang dan hadir dalam kongres Parfi. Selain itu, dia juga murid spiritual Aa Gatot. a�?Dia juga tim pemenangan Aa Gatot,a�? sebutnya.

Ditanya apakah ada Reza di kamar saat penangkapan Gatot, Ozi tidak menampiknya. Ia menegaskan, tempat (Kamar Hotel Golden Tulip) Aa Gatot tidak ekskulisf. Tim sukses dan para pendukung lainnya juga bisa masuk.

a�?Yang merasa dekat, hingga orang tak dikenal pun bisa masuk,a�? terang dia.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, pihaknya masih menunggu perkembangan kasus. Mereka tidak ingin berandai-andai terkait kasus yang menimpa rekannya itu. a�?Kita hargai proses hukum,a�? tegasnya.

Ia juga tidak mau mengomentari soal Aa Gatot dijebak. Ozi memilih menyerahkan sepenuhnya penanganan kepada polisi. Kendati demikian, ia mempertegas lagi jika Aa Gatot dan istrinya Dewi Aminah belum tersangka.

Pernyataan Ozi ini beseberangan dengan keterangan dari Mabes Polri maupun Polda NTB. Polisi menyebutkan Aa Gatot maupun Dewi Aminah sudah berstatus tersangka.

a�?Ini sangat beda dengan perkembangan di sini. Harusnya referensi di sini (Polres Mataram),a�? katanya terkait penatapan tersangka rekannya itu.

Ia juga menegaskan, sejauh ini pihaknya belum mengajukan penangguhan penahanan. Ia yakin permohonan penangguhanan penahanan tidak akan dikabulkan. a�?Tidak ada pengajuan penangguhan penahanan,a�? ungkapnya. (jlo/dit/van/r2)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost