Lombok Post
Metropolis

Siap-Siap Hadapi Teror Sampah

Osamtu
MUBAZIR LAGI: Proyek Osamtu yang menelan anggaran Rp 175 juta terlihat mangkrak. Di sekeliling bangunan Osamtu, sampah yang berceceran mengeluarkan bau busuk.

MATARAMA�– Di masa kepemimpinan Penjabat Wali Kota Mataram Hj Putu Selly Andayani, Kota Mataram mengalami darurat sampah. Di mana saat itu, hampir di setiap ruas jalan bertebaran sampah.

Kondisi itu nampaknya bakal terulang kembali. Karena, sampah kini sudah mulai bertebaran di mana-mana. Penyebabnya anggaran untuk penanganan kebersihan dipangkas habis.

a�?Kami memang kena dampaknya. Sejumlah anggaran yang sudah mau diketok batal gara-gara pemotongan dana pusat itu,a�? kata Kepala Dinas Kebersihan Kota Mataram Dedy Supriadi.

Akibat pemotongan tersebut, rencana Dinas Kebersihan membeli sejumlah kendaraan yang menangani sampah pada APBD Perubahan batal. Misalnya saja kendaran loader sampah yang dianggarkan senilai 1,9 miliar. Ada juga kendaraan penyapu jalan seharga Rp 500 juta hingga kendaraan pengpress sampah senilai Rp 850 juta. Di mana kendaraan pengepres sampah ini memiliki fungsi untuk menekan sampah agar bisa menambah daya tampung sampah dan membuat sampah tidak bau.

Selain anggaran untuk pembelian kendaraan, anggaran untuk penyempurnaan proyek Osamtu terancam gagal total. Anggaran senilai Rp 200 jutra untuk melengkapi konstruksi penetralisir asap Osamtu dikatakan Dedi ikut dipangkas.

a�?Ya mau gimana lagi,kondisi keuangan daerah memang seperti sekarang. Bagaimana kita mau berinovasi menangani masalah kebersihan kalau tidak didukung oleh anggaran,a�? keluhnya.

Dari pantauan Lombok Post, bangunan Osamtu yang menelan anggaran Rp 175 juta terlihat mangkrak. Di sekitarnya sampah berceceran mengeluarkan bau yang tak sedap. Sampah-sampah ini nampaknya tidak tertangani dengan baik. Ini menambah deretan proyek mubazir Pemerintah Kota Mataram.

a�?Ya terpaksa kita anggarkan tahun depan lagi,a�? ujar Dedy.

Kondisi Mataram yang penuh sampah kurang mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Mataram. Akibatnya sejumlah ruas jalan saat ini masih dikotori sampah. Mulai di jalan sekitar Pasar Mandalika, Jalan Lalu Mesir Suryadi, hingga Jalan Gajah Mada dekat Pasar Pagesangan.

Padahal, sebelum dilantik Februari lalu, baik wali kota maupun wakilnya telah berjanji memberi perhatian serius terhadap masalah sampah. Termasuk dalam porsi penganggaran. Faktanya, hingga saat ini tidak ada penanganan signifikan maupun program yang benar-benar nyata dilakukan untuk masalah sampah ini.

a�?Anggarannya sama saja seperti tahun lalu,a�? beber Dedi.

Dengan kondisi ini sejumlah warga mulai menyayangkan minimnya perhatian pemerintah untuk menangani masalah sampah. a�?Coba lihat di Babakan sampahnya meluber ke jalan dan mengeluarkan bau busuk yang sangat mengganggu,a�? tandas Ali, salah seorang warga Babakan.

Permasalahan sampah Kota Mataram ini membuat sejumlah anggota dewan meradang. Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram Gede Wiska menilai pemerintah saat ini tidak melihat persoalan kebersihan dan sampah sebagai masalah besar. Sehingga penanganan masalah sampah tidak maksimal.

a�?Dengan minimnya program atau perhatian terhadap masalah sampah ini, saya melihat wali kota belum menganggap ini masalah besar,a�? sindirnya. (ton/r3)

Berita Lainnya

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost