Lombok Post
Praya

Antara Bawahan dan Atasan Saling Menjaga

SUASANA PERPISAHAN: Inilah suasana perpisahan Sekda Lombok Tengah HL Supardan, bersama jajaran sekretariat daerah, kemarin malam (31/8).

Mantan Sekda Lombok Tengah (Loteng) HL Supardan berpesan, agar antara bawahan dan atasan saling menjaga. Bukan sebaliknya, saling menjatuhkan.

***

KUNCI keberhasilan birokrasi dan apa pun itu, menurut Supardan yaitu tetap menjaga hubungan baik di internalnya. Boleh saling bersaing, dalam hal yang positif. Namun, tidak boleh saling menjelekkan satu sama lain, apalagi menjatuhkan. Yang paling penting, antara bawahan dan atasan saling menjaga.

Perbedaan bawahan dan atasan, bagi Supardan bersifat sementara saja. Karena, roda pasti berputar, kadang di bawah, di tengah hingga di atas, lalu turun lagi ke bawah menjadi masyarakat biasa. a�?Dulu, saya tidak pernah bercita-cita, apalagi bermimpi menjadi Sekda. Kecuali, ingin menunjukkan kinerja terbaik. Itu saja,a�? ujar Supardan dihadapan Bupati HM Suhaili FT, Wakil Bupati Lalu Pathul Bahri, pejabat Forkopimda dan seluruh pimpinan SKPD lingkup Pemkab serta kecamatan dalam acara perpisahannya, kemarin malam (31/8) di Tastura Desa Kuta, Pujut.

Ia menceritakan, karir birokrasinya dimulai dari pegawai negeri sipil (PNS) biasa di Pemkab Lombok Barat, lalu berpidah ke Kota Mataram, hingga pada tahun 2005 lalu, ia diamanahkan untuk memangku jabatan di Inspektorat Gumi Tatas Tuhu Trasna. Tidak lama kemudian, diangkat menjadi Asisten III Setda Loteng.

Terhitung pada tahun 2009 lalu, ia pun resmi menduduki posisi orang nomor satu dijajaran birokrasi Loteng. Ia mengaku A�tidak pernah berkeinginan, apalagi berniat menjadi Sekda. Namun, tekan Supardan Allah SWT yang mengatur semuanya.

Dari proses perjalanan itulah, ia pun memetik pelajaran berharga, bahwa mereka yang merasa bawahan atau pegawai biasa, tidak boleh berkecil hati. Yang penting, tunjukkan kinerja yang positif, namun bukan berarti ingin mencari-cari penilaian dari atasan semata. Melainkan, murni penilaian Sang Maha Pencipta. a�?Ingat, apa pun amanah yang kita terima, itu datangnya dari Allah SWT,a�? serunya.

Begitu pula mereka yang merasa memiliki jabatan tinggi, pesan Supardan agar tidak sombong dan angkuh. Karena, jabatan yang diembannya tersebut, bersifat sementara, hanya titipan saja. Sewaktu-waktu akan ditarik. Terbukti dari dirinya sendiri, saat ini. Kini ia menjadi masyarakat biasa.

a�?Terkadang, saya suka marah dengan bawahan. Namun, jangan anggap amarah saya itu membenci, atau menjatuhkan. Tapi, murni memompa semangat kerja,a�? cetusnya.

Terbukti, selama tujuh tahun dua bulan ia menjadi Sekda, jajaran birokrasi Loteng berjalan seirama dengan bupati dan wakil bupati. Khususnya, menyangkut program kerja. a�?Apa yang dibimbing dan dicontohi beliau (Supardan), harus dilanjutkan dan ditiru. Beliau adalah, bapak kita dan kakak kita,a�? sambung Bupati HM Suhaili FT.

Kelebihan yang dimiliki mantan Sekda HL Supardan, kata Suhaili yaitu ia tidak memiliki sifat pendendam. Setiap amarah yang ditunjukkan, merupakan bukti tanggungjawabnya sebagai imam birokrasi. a�?Mari kita saling memaafkan satu sama lain. Selamat jalan bapak kami HL Supardan, tetap berkarya untuk masyarakat Loteng,a�? serunya.(Dedi Shopan Shopian /r2)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Kadis Baru Ditugaskan Perangi Calo

Redaksi LombokPost

PT Angkasa Pura I Salurkan Dana Pinjaman Mitra Binaan

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost