Lombok Post
Metropolis

Gatot Dibui, Reza Direhabilitasi

reza artamevia (1)
BERI KETERANGAN: Reza Artamevia ditemani kuasa hukumnya Ramdan Alamsyah (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan di gedung BNN Provinsi NTB, kemarin. (1/9)

MATARAMA�– Polda NTB bersama tim dari Mabes Polri membawa tersangka Gatot Brajamusti ke Jakarta, kemarin (1/9). Ketua Parfi itu dibawa untuk kepentingan penggeledahan rumahnya di Jakarta.

Ia berangkat dari polda sekitar pukul 10.00 Wita. Gatot bersama tim gabungan itu terbang ke Jakarta menggunakan pesawat sekitar pukul 13.00 Wita.

a�?Iya, GB (Gatot Brajamusti) dibawa ke Jakarta,a�? kata Kabidhumas Polda NTB AKBP Tri Budi Pangastuti, kemarin.

Gatot diterbangkan ke Jakarta untuk kepentingan penyidikan terhadap kasus yang membelitnya. Tri Budi menyebutkan, ada TKP lain di Jakarta, sehingga dibutuhkan penggeledahan di rumahA� GB.

a�?Ini pengembangan dari penyidikan di sini (polda),a�? jelasnya.

Tri Budi menegaskan, tim gabungan membawa Gatot untuk memastikan barang haram yang disita dari tangannya. Setiba di Jakarta, tim melakukan penggeledahan di rumah Gatot.

Disamping itu, penggeledahan ini untuk memperkuat bukti-bukti. Sebab, Gatot sempat membantah sabu itu bukan miliknya. a�?Dia dibawa ke Jakarta untuk memastikan barang itu milik yang bersangkutan,a�? terang dia.

Ia mengatakan, Gatot dibawa ke Jakarta bukan untuk pelimpahan. Tapi, keberadaan hanya untuk menyaksikan tim menggeledah rumahnya.

Sejauh ini, sambung dia, belum ada permintaan dari Mabes untuk menarik kasus tersebut. a�?Hingga sore ini (kemarin) penanganannya di Polda NTB,a�? sebutnya.

Saat dibawa ke Jakarta, Gatot masih berstatus sebagai tahanan rutan Polda NTB. Setelah penggeledahan di Jakarta, Gatot diinapkan kembali ke sel Polda NTB.

Tri Budi mengatakan, penanganan kasus ini telah diambil alih Polda tertanggal 1 September. Sebelumnya, kasus ini ditangani Polres Mataram. Karena kasus ini menjadi perhatian publik, akhirnya Polda mengangkutnya. a�?Gatot dan DA (Dewi Aminah) ditahan tadi malam (kemarin). Sejak Polda NTB ambil penanganannya,a�? tegas perwira dua mawar ini.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, tim hanya membawa Gatot ke Jakarta. Sementara, Dewi Aminah masih berada di Polda NTB. Ia juga sudah berstatus sebagai tahanan Polda NTB. a�?Kalau DA tidak ikut,a�? akunya.

Tri Budi mengomentari pula terkait bantahan dari Gatot yang menyebutkan narkoba jenis sabu bukan miliknya. Ia menegaskan, pihaknya menemukan narkoba itu di dalam saku celana Gatot. a�?Kan barangnya ada di saku (Gatot),a�? tegas dia.

Ia tidak mempermasalahkan adanya bantahan dari tersangka. Yang jelas, kata dia, pihaknya bekerja profesional. a�?Silakan bantah,a�? tandasnya.

Reza Pesta Sabu Bareng Aa Gatot?

Sementara untuk memperkuat bukti, Polda NTB juga telah melakukan langkah kongkrit. Tes urine terhadap delapan orang. Dari hasil itu, dua orang yang diketahui bernama Suci Patia dan Bagas Nurcahyo dinyatakan negatif.

Sedangkan, Aa Gatot, Dewi Aminah, Reza Artamevia, Richard Nyoto Kusumo, Yuti Yustini, dan Devina Novianti dinyatakan positif memakai narkoba. Selain itu, Polda NTB juga memperkuat hasil tes urine dengan melakukan uji laboratorium ke Balai POM Mataram. a�?Hasilnya, enam orang itu positif sabu,a�? kata Tri Budi.

Merujuk dari dua hasil itu, polisi melakukan gelar perkara. Gatot dan Dewi Aminah ditetapkan sebagai tersangka pemilik sabu. Sedangkan, Reza Artamevia dkk hanya pengguna. a�?Empat orang yang pengguna itu diserahkan kepada BNN NTB untuk direhab,a�? jelasnya.

Tri Budi sedikit mengulas penangkapan Aa Gatot. Saat itu, kata dia, Gatot dan istrinya diamankan bersama empat rekannya, termasuk RA (Reza Artamevia).

Saat penangkapan, polisi menemukan barang haram di saku celana Aa Gatot. Narkoba jenis sabu itu beratnya 1,1189 gram. Polisi juga menemukan sabu di tas milik istrinya Dewi Aminah dengan berat 0,5854 gram. a�?Barang-barang itu kami amankan saat penggeledahan,a�? terang dia.

Ditanya apakah tersangka dan rekannya diduga pesta sabu di hotel Golden Tulip? Tri Budi belum bisa memastikan. Ia mengatakan, pihaknya masih mendalami. a�?Kami masih kembangkan,a�? terang dia.

Tri Budi tidak ingin berspekulasi, meski dari hasil tes urine Gatot dan istrinya, serta Reza Artamevia dinyatakan positif. Namun, indikasi itu belum bisa disimpulkan jika mereka sempat pesta sabu di hotel tersebut. a�?Tapi kemungkinan itu pasti kami dalami,a�? pungkasnya.

Polda Lepas Reza

Sementara usai menginap satu malam di Dit Resnarkoba Polda NTB, Reza Artamevia bersama tiga orang rekannya akhirnya dilepas Polda NTB. Keempatnya diserahkan ke Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB guna menjalani rehabilitasi.

Diantar dengan menggunakan mobil avanza, Reza tiba di BNNP NTB sekitar pukul 14.00 Wita. Dia dikawal sejumlah penyidik dari Dit Resnarkoba Polda NTB.

Bila sebelumnya, Reza bersama terperiksa lainnya memakai masker untuk menutupi wajah mereka, kali ini tidak. Ketika turun dari mobil, tidak ada masker yang menutupi wajah Reza.

Senyum pun mengembang dari bibirnya. Wajahnya tidak menunjukkan kekhawatiran terhadap rencana rehabilitasi yang akan dia jalani.

Penampilan wanita 43 tahun ini terlihat cukup modis. Reza mengenakan baju berwarna hitam berkerah, dipadukan dengan celana jeans berwarna cokelat. Rambutnya pun diikat dengan memakai gaya ekor kuda.

Sesaat setelah turun dari mobil, langkah Reza terlihat terburu-buru. Seakan tak ingin membuang waktu, Reza melangkah cepat menuju lantai II Kantor BNNP NTB.

Menurut Kepala BNNP NTB Kombes Pol Sriyanto, sebelum melakukan rehabilitasi rawat jalan maupun inap, Reza dan tiga orang lainnya akan menjalani tes urine kembali. a�?Meski dikatakan telah positif narkoba dari Polda, tetap akan kita tes urine kembali,a�? kata Sriyanto.

Setelah tes tersebut, akan dilakukan assessment dari tim dokter BNNP NTB. Nantinya, assessment dari tim dokter akan menentukan apakah mereka akan direhabilitasi dengan rawat jalan atau rawat inap. a�?Kalau tes urine itu hanya sebagai alat bantu,a�? ujarnya.

Sekitar pukul 15.00 Wita, setelah menemui Kepala BNNP NTB, Reza, RNK, YY, dan DN langsung menjalani tes urine. Malamnya, sekitar pukul 19.30 Wita, Kepala BNNP NTB Kombes Pol Sriyanto bersama tim dokter mengumumkan hasil tes mereka.

a�?Semuanya hasilnya negatif,a�? kata Sriyanto yang juga didampingi Reza Artamevia, RNK, YY, DN, dan Ramdan Alamsyah, kuasa hukum Reza.

Sriyanto mengatakan, hasil tes tersebut menunjukkan tingkat penyalahgunaan narkotika yang dilakukan keempat orang tersebut, masih di level coba-coba. a�?Masih di tingkat coba-coba,a�? tambahnya.

Berdasarkan assessment dokter, diketahui keempatnya menggunakan aspat yang di dalamnya terkandung zat metamfetamin atau sabu. Berdasarkan pengakuan Reza dkk, mereka menggunakan aspat jauh sebelum pelaksanaan Kongres Parfi di Mataram. a�?Bukan di Hotel Golden Tulip,a�? kata dia.

Berdasarkan pengakuan Reza, kata Sriyanto, beberapa hari sebelum kongres Parfi, kondisi Reza drop. Dirinya sempat mendapat obat racikan dari dokter, namun tidak membawa perubahan. Akhirnya, Reza memutuskan untuk memakai aspat.

a�?Ditaruh di dalam wadah, kemudian dibakar. Asapnya itu dihirup dan bisa membuat badan menjadi segar. Dan mereka berempat ini memakai aspat bersama-sama,a�? ungkap Sriyanto.

Menurut, Kabid Rehabilitasi Yolly Dahlia, aspat merupakan stimulan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Membuat tubuh yang sebelumnya lemas menjadi segar. Namun, di dalam aspat terkandung zat metamfetamine. a�?Tapi mereka tidak tahu kalau aspat mengandung metamfetamine,a�? ujar Yolly.

Sriyanto menambahkan, berdasarkan hasil tes dan assessment dokter, BNNP NTB memutuskan akan melakukan rehabilitasi rawat jalan terhadap keempatnya. Akan ada delapan kali pertemuan yang harus dihadiri Reza, RNK, YY, dan DN.

a�?Seminggu dua kali dan ini wajib hadir. Nanti setiap kehadiran akan kita cek kembali apakah mereka sudah bersih atau masih memakai,a�? tandasnya.

Reza Mengaku Apes

Sementara itu, Reza Artamevia akhirnya buka suara. Saat konferensi pers bersama BNNP NTB, Reza membantah bahwa dirinya tidak sakau maupun sakit akibat narkotika. a�?Kami tidak dalam keadaan orang yang sakau atau sakit,a�? kata Diva Pop ini.

Menurut Reza, dirinya tidak pernah merasa ketergantungan terhadap zat-zat narkotika. Reza menilai, jika dia adalah pemakai yang intens, tentu hasil dari BNNP tidak akan negatif. a�?Siapa pun kalau lagi apes, bisa mengalami seperti saya,a�? bantah Reza yang saat itu memakai jaket hitam.

Reza menilai, dirinya apes sehingga bisa tertangkap polisi di Hotel Golden Tulip. Karena itu, dia berharap artis lainnya tidak mengalami apa yang dia alami saat ini.

Terlepas dari itu, Reza mengapresiasi kerjasama Polres Mataram dan Polda NTB. “Selama proses baik semuanya,a�? tutup Reza seraya menambahkan akan pulang ke Jakarta hari ini.

Terpisah, Kapolda NTB Brigjen Pol Umar Septono mengatakan, pihaknya terus mendalami motif penggunaan sabu yang dilakukan Gatot dan istrinya Dewi Aminah. Termasuk menyelidiki apakah Gatot merupakan pengedar atau bandar.

a�?Sampai sekarang dia (Gatot, Red) belum menjawab itu, tapi pertanyaan nanti akan mengarah ke apakah dia bandar atau pengedar,a�? kata Umar.

Terkait sabu yang dikonsumsi Gatot ketika ditangkap polisi, Umar memastikan bahwa barang haram tersebut bukan dibeli dari Mataram. Melainkan Gatot langsung membawanya dari Jakarta. a�?Dari Jakarta, cuma kita belum bisa menyebutkan,a�? ujar dia.

Apakah ada kelonggaran di bandara? Ini terkait lolosnya sabu saat pemeriksaan. Terkait itu, Umar mengatakan pendalaman penyelidikan belum sampai ke arah sana. Meski demikian, Umar dengan tegas tetap menaruh atensi terkait persoalan lolosnya sabu di bandara.

a�?Tetap akan berkembang ke sana, akan kita periksa nanti yang di bandara,a�? tegas jenderal bintang satu ini.

Pastinya, lanjut dia, Polda NTB memastikan menaruh atensi penuh terhadap kasus Gatot dan Dewi Aminah. Adanya kekhawatiran masyarakat terkait ketidakmaksimalan aparat Polda NTB untuk penyelesaian kasus, dipandang Umar sebagai kritik yang membangun.

a�?Itu tandanya masyarakat ingin kita lebih baik. Saya mohon doanya untuk bisa menyelesaikan kasus ini,a�? harap dia.

Terkait potensi ditariknya Gatot dan Dewi Aminah ke Mabes Polri, Umar mengaku tak ingin berandai-andai. a�?Belum tahu kalau itu, tergantung koordinasi penyidik Polda Metro Jaya dengan kita (Polda NTB, Red),a�? pungkasnya. (jlo/dit/r5)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost