Selong

Hangat Pada Masyarakat dan Tak Suka Disanjung

Kontroversial adalah citra yang selama ini melekat pada sosok Bupati Lombok Timur (Lotim) Ali Bin Dachlan di mata publik. Lantas bagaimana gambaran bupati A�di mata orang-orang terdekatnya?

***

SIAPA yang tak kenal Bupati Lotim, Ali Bin Dachlan atau yang akrab disapa Ali BD. Beberapa kebijakan dan perilaku a�?nyentriknyaa�? kerap menjadi bahan pembicaraan media massa. Sejumlah kebijakannya dinilai kerap menjadi ‘kontroversi’. Meskipun ia selalu memiliki alasan dalam setiap kebijakan maupun keputusan yang diambilnya. Mulai dari kebijakan Perbup yang mewajibkan PNS mengeluarkan retribusi Rp 1 juta jika ingin Poligami hingga kebijakan pengerukan pasir laut di Lotim.

Kemarin (1/9), langkah kakinya cepat, ia berjalan sambil menelpon. Ia diundang untuk memberikan sambutan dalam sebuah kegiatan di Kantor BPBD Lotim. Jika selama ini kepala daerah selalu diperlakukan spesial, dia tidak. Tidak ada pengawalan atau iring-iringan petugas Sat Pol PP yang mengawal.

A�Hanya satu mobil warna hitam. Di dalamnya hanya ada dirinya dan sopir. Ia keluar dari mobil bergegas untuk memberikan sambutan dalam acara yang digelar BPPD.

Tidak ada yang formal. Sambutanya jika dalam bahasa sasak disebut jamaq-jamaq. Usai memberikan sambutan sekitar 10 menit ia kembali bergegas menuju mobil. Setelah menjawab beberapa pertanyaan koran ini, ia langsung bergegas.

“Bapak mau keliling dulu mas,” kata sopirnya.

“Bapak memang gitu, nggak bisa terlalu lama kalau hanya sekadar ngasih sambutan. Dia lebih senang turun ke lapangan keliling ke sana kemari melihat kondisi beberapa wilayah,” timpal A�KepalaA�Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan BPBD Lotim, MuhammadA�Takdir Ilahi.

Usut punya usat, Takdir Ilahi ternyata orang yang pernah sangat dekat dengan Bupati Ali. Karena ia pernah menjadi ajudan bupati A�kurang lebih selama tujuh tahun. Sejak kepemimpinan Bupati Ali di periode pertama tahun 2003-2008 dan periode kedua 2013 lalu selama kurang lebih 1,5 tahun. A�Selama itu, ada beberapa hal yang dipahaminya. Mulai dari karakter hingga kebiasaan bupati.

“Memang beliau orangnya keras dan tegas pada bawahan. Orangnya juga memang susah ditebak. Jadwal agenda rutin setipa harinya juga susah kita ketahui,” ungkapnya.

Meski keras terhadap bawahan, ia mengaku sikapnya tersebut jauh berbeda ke masyarakat. Dikatakannya bupati lebih senang terjun dan berkunjung ke masyarakat. Sesibuk apapun dirinya, ia selalu menyempatkan diri hadir dalam acara yang melibatkan warga. Ini yang menurutnya membuat ia selalu diterima dengan antusias. “Apalagi kalau pidato itu, beliau selalu tanpa teks dan menyisipkan humor-humor lucu yang memancing tawa masyarakat. Walaupun itu acara resmi. Yang penting tau kegiatan dan temanya apa, nanti pidatonya spontan saja dia kembangkan sendiri,” ujar Takdir.

Bupati Ali dikatakannya tidak terlalu senang bertele-tele. Ia lebih senang langsung ke titik sasaran pembicaraan. Sehingga setiap memberikan sambutan tidak pernah lebih dari 10 menit. “Kecuali kalau diminta jadi pemateri atau mengisi kuliah umum,” cetusnya.

Diakuinya, bupati Ali tegas dan keras. Ini yang membuat dirinya terkesan suka marah-marah. Namun dibalik ketegasan tersebut ia mengaku bupati menguasai suasana hati orang yang diajaknya berkomunikasi. Sehingga walaupun dimarah, ia mengaku orang paham bahwa itu adalah bentuk teguran atas kesalahan yang dilakukan. “Beliau sendiri sering marah ke saya. Tapi saya sadar itu bentuk teguran agar saya lebih disiplin lagi. Itu memacu kita bekerja lebih baik,” ungkapnya.

Bupati Ali juga dingkapkan Takdir bukan tipe orang yang suka mendengar informasi sepihak. Apapun informasi yang diterimanya ia selalu mengonfirmasi kebenarannya. Apapun laporan yang diterima Kepala SKPD, ia selalu terjun melakukan kroscek di lapangan.

Pernah sekali waktu, Takdir menceritakan daerah pertanian di Lotim mengalami kekeringan. Diamana para petani terancam gagal panen. Kondisi ini dikatakannya membuat bupati sangat gelisah. Ia selalu keliling ke sana kemari menyambangi sawah petani yang kekurangan air.

“Bahkan sampai malam itu bupati kayak orang ronda malam. Kita sebagai ajudan akibatnya mau nggak mau ikut tugas ekstra,” kenangnya.

A�Mengatasi masalah tersebut, akhirnya bupati menyiapkan solusi yakni pengadaan sedot air. Air kali ditampung terlebih dahulu kemudian airnya disedot menggunakan mesin dan di alirkan ke sawah. Meski demikian cara ini belum membuat Bupati merasa tenang. “Kebetulan kami ada urusan di luar daerah. Dia dapat informasi kalau saat itu akhirnya hujan, beliau kelihatan sangat girang dan spontan mengucap Alhamdulillah. Bahkan kita akhirnya bergegas pulang karena beliau ingin menyambangi kondisi sawah petani yang sudah mendapat air hujan,” tutur Takdir.

Selama bersama bupati, ia mengungkapkan ada beberapa kata yang bisa menggambarkan sosoknya. Bupati Ali dinilai sebagai orang lapangan, tegas dan keras, dan sulit diprediksi. Satu lagi, ia mengungkapkan bahwa Bupati yang satu ini kurang senang mendapat pujian. “Beliau tidak senang dipuji. Dia lebih baik dikritik. Asal kritiknya konstruktif,” pungkasnya. (HAMDANI WATHONI Bersambung/r2)

Related posts

Lotim Klaim Hampir Sejuta Turis

Redaksi Lombok post

Dua Penyu Raksasa Dibantai di Labuhan Haji

Redaksi Lombok post

WargaTanjung Luar Antusias, Tapi Masih Mau Nangkap Hiu

Iklan Lombok Post