Metropolis

PDAM Main Gali, PU Lembek

PDAM

MATARAM a�� Sikap Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Mataram patut dipertanyakan. Akhir-akhir ini dinas yang dikomandoi Mahmudin Tura ini, mulai lembek mengawasi pekerjaan galian yang dilakukan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Giri Menang. Padahal sebelumnya Tura mengklaim, dalam kesepakatan antara Pemerintah Kota Mataram dan PDAM, PU berperan sebagai pendamping teknis perbaikan bekas galian.

a�?Kami sebagai pendamping teknis, mengawasi apakah pekerjaan penutupan jalan oleh PDAM sudah memenuhi standar atau tidak,a�? kata Tura beberapa waktu lalu.

Namun, akhir-akhir ini penutupan bekas galian oleh PDAM, kerap tidak dikerjakan maksimal. Tak heran peran PU sebagai pendamping teknis patut dipertanyakan. Bahkan, terkesan PU memilih mengalah dan siap mengerjakan lubang-lubang bekas galian yang tidak ditutup seperti sedia kala.

a�?Kita manfaatkan pasukan biru untuk memperbaiki itu,a�? cetus Tura.

A�Tura, juga berencana berkoordinasi dengan PDAM. Ia enggan disebut akan memberikan teguran atas kinerja rekanan yang ditunjuk PDAM.

a�?Bukan pemanggilan, tetapi koordinasi,a�? ujarnya melunak.

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh terlihat kesal pada perusahaan air minum daerah itu. Penggalian demi penggalian yang dilakukan banyak menyisakan kerusakan pada fasilitas jalan kota.

a�?Dari awal saya sudah keras ingatkan itu,a�? kata Ahyar.

Ahyar mengaku kesal, infrastruktur rusak sebelum waktunya. Jalan yang sudah bagus dan mulus, berlubang di banyak titik. Pengendara akirnya menjadi tidak nyaman. Bahkan, ada beberapa titik menurut kesaksian warga, membuat pengendara celaka.

Bagi Ahyar, jika jalan diperbaiki sehingga bisa seperti sedia kala, tentu tidak ada soal. Tapi prakteknya, ada beberapa titik galian hanya ditutup semen biasa. Alhasil, tidak butuh waktu lama, jalan kembali rusak parah.

a�?Mestinya harus dikembalikan seperti semula,a�? tegasnya.

Sementara itu, Dirut PDAM HL Ahmad Zaini sebelumnya sudah menyampaikan pembelaan diri. Ia megklaim penutupan bekas galian pipa saluran yang tidak sesuai perjanjian, hanya di beberapa titik saja. itupun lanjut dia, karena keteledoran pihak pelaksana. Zaini pun siap untuk memutuskan kerja sama dengan pihak pelaksana yang mengerjakan perbaikan jalan secara abal-abal.

Di samping itu, Zaini mengklaim pengerjaan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan yang prima pada masyarakat. Sebab, jika tidak diperbaiki, maka pihak PDAM juga yang akan disalahkan.

Sekretaris Komisi III DPRD Kota Mataram Ismul Hidayat menyebut, PU tidak serius menanggapi keluhan masyarakat. a�?Banyak (lubang) yang tidak tertangani dengan baik dan menjadi atensi masyarakat, tapi memperbaikinya butuh waktu lama. Bisa jadi, iya (takut), sebab kalau seandainya responsif, PU pasti sudah menyampaikan itu pada kepala daerah, untuk diteruskan pada PDAM,a�? kritiknya.

Sampai saat ini, lanjut dia antara PU dan PDAM terkesan hanya bermain a�?dagelana��. Saling menyalahkan tapi tak ada bentuk nyata, saling mengingatkan agar menuntaskan tanggung jawab.

Pekan depan, Komisi III berencana memanggil Dinas PU untuk meminta keterangan terkait gelontoran anggaran DAK sebesar Rp 99 miliar. Sejauh mana, rasionalisasi anggaran mampu memberbaiki jalan utama dan lingkungan di Kota Mataram. A�(zad/r3)

Related posts

KI dan KPU Jamin Hak Warga

Redaksi Lombok post

Pekerja Was-was Hadapi Putusan UMK Mataram

Redaksi Lombok Post

NTB Harus Bangkit dari Kemiskinan

Iklan Lombok Post