Metropolis

Pengangguran Edarkan Obar Daftar G

spanduk

MATARAM a�� Kepala Lingkungan Gomong Lama Mataram Misbah blak-blakan soal penjualan obat keras di lingkungannya. Ia menuturkan transaksi ilegal obat keras Daftar G, dilakukan secara terbuka, tanpa rasa takut. Jumlah pengendar dan penjualnya, sangat banyak.

a�?Yang terawasi memang ada 10 orang pengedarnya. Tapi, itu belum yang tidak terdata. Mereka jual terang-terangan seperti jual teri,a�? ungkap Misbah.

Di gang-gang, sudut jalan, bahkan mereka berkedok jual sayuran dan makanan. Empat tablet, konon dihargai Rp 10 ribu. Misbah tidak tahu persis, dari mana obat yang hanya bisa dibeli dengan resep dokter itu didapatkan.

Tapi sebelumnya, ada salah satu rumah di lingkungannya yang akhirnya digerebek aparat dari Polda NTB, karena menyediakan obat keras daftar G, dengan stok banyak.

a�?Sampai ada yang diamankan, pada tanggal 24 Agustus lalu, itu satu orang. Inisialnya T,a�? terang dia.

Menariknya, para penjual yang terdata pihak lingkungan sebagian besar pengangguran. Ada juga yang memiliki pekerjaan sebagai tukang parkir dan ojek. Tetapi, memilih berhenti, karena hasil dari jualan benda itu disebut sangat menggiurkan. Sasaran penjualan yang disasar remaja dan anak sekolah.

a�?Dari pada lingkungan saya rusak, lebih baik ajak masyarakat perang lawan peredaran obat keras,a�? tegasnya.

Kamis (1/9) kemarin, sejumlah warga bersama aparat memasang spanduk larangan memperjual belikan obat kerat Daftar G. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir praktek jual beli obat keras di wilayah itu.

a�?Saya akan lebih menggencarkan sosialisasi pelanggaran hukum dan sanksi yang diberikan pada pengedar,a�? janjinya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Mataram, Ahsanul Khalik mendukung gerakan warga ini. a�?Kita seharusnya malu karena masyarakat berupaya sendiri menyelesaikan persoalan ini. Aparat kepolisian harus turun dan menangkap para pelaku pengedar obat keras ini,a�? kata Ahsanul Khalik.

Dia berharap aparat bisa bertindak cepat. Jangan sampai, jumlah pengguna dan pengedar terus bertambah sehingga makin sulit untuk diatasi. Bagaimanapun, lanjut dia kasus yang terjadi di Lingkungan Gomong Lama adalah salah satu penyakit masyarakat (pekat) yang harus ditanggulangi.

Namun, saat ditanya solusi konkrit, mengatasi latar belakang ekonomi yang menjadi cikal bakal maraknya penjualan obat keras Daftar G, Ahsanul enggan menjawab. Ia cendrung menuntut agar, para pengedar segera diamankan dulu.

Ahsanul menyebut, banyak program yang disasar untuk masyarakat Gomong Lama. Namun, ia tak merinci program apa saja yang dimaksud.

a�?Tidak sekarang, sudah banyak program-program saya disini,a�? ketusnya lagi dengan raut wajah menegang.

Ia berharap, semua pihak bisa fokus dulu ke persoalan bagaimana obat keras daftar G itu bisa beredar bebas bahkan dalam jumlah besar. Para pengedar harus ditindak secara tegas. Mereka yang terbukti menjual harus diberi tindakan hukum.

a�?Karena kan jelas pelanggaran terhadap undang-undang kesehatan (UU 36 tahun 2009),a�? ulasnya.

Jika persoalan itu bisa dituntaskan hingga ke akar-akarnya baru, Dinsosnakertrans siap masuk dengan program yang telah diformulasikan sesuai kebutuhan masyarkat.

a�?Sekarang kita hanya masih melakukan pendekatan sosial, apa kebutuhan mereka akan kita fasilitasi, baru selanjutnya rehabilitasi sosial sebagai lanjutan penegakan hukum yang dilakukan, kepolisian,a�? tegasnya. (zad/r3)

Related posts

Ongkos Haji Naik, Jamaah Diminta Tidak Galau

Redaksi Lombok Post

BPOM Tampik Temuan Pusat

Redaksi Lombok post

Tiga Batal Berangkat, Lima Masih Tertunda

Redaksi Lombok post