Lombok Post
Headline Selong

Ali BD : Satu Mal Bunuh 75 Toko

Bupati Lotim Ali BD.

SELONGA�– Meski memiliki penduduk terbanyak di NTB, namun geliat ekonomi di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) masih kalah jauh dibandingkan Kota Mataram. Karena itu banyak pihakA� berharap Pemerintah mendorong pembangunan untuk menggerakkan perekonomian seperti di Mataram. Mulai dari hotel hingga Mal diharapkan warga bisa hadir di Lotim.

a�?Saya rasa mal itu sangat penting. Karena untuk ukuran daerah yang penduduknya terpadat, mal sudah seharusnya dibangun di Lombok Timur,a�? kata Ayiq salah seorang mahasiswa Universitas Gunung Rinjani A�di kampusnya.

Dijelaskannya, selain sebagai pusat perbelanjaan kehadiran mal dianggap bisa menyediakan lapangan kerja bagi warga Lotim. a�?Kan sayang juga kalau uang orang Lombok Timur mereka habiskan jauh-jauh untuk belanja ke Mataram karena kita nggak punya mal,a�? sindirnya.

Bupati Lotim, Ali BD menanggapi keinginan warganya yang ingin dibangunkan mal. Menurutnya, kehadiran mal di Lotim masih belum terlalu dibutuhkan. a�?Mal itu tidak terlalu penting. Belum tentu bagus, karena satu mal bisa membunuh 75 toko. Itu hasil penelitian di Jakarta lho,a�? kata dia kepada Lombok Post.

Masih ada beberapa hal lain yang menurutnya mesti diperhatikan. Pembangunan ekonomi seperti pusat perbelanjaan dikatakannya tergantung ideologi pembangunan kepala daerahnya. Meski demikian, secara tersirat ia member sinyal lampu hijau kepada investor yang mau membangun mal di Lotim.

a�?Kalau ada investor yang mau bangun mal di tanah sendiri itu bagus. Asal jangan bangun mal di atas tanah pemerintah. Mal yang di Mataram itu kan selama ini dibangun di atas tanah pemerintah,a�? bebernya.

Namun demikian, ia mengaku tentu ada pembatasan-pembatasan dari pemerintah yang menyangkut hajat masyarakat Lotim. Selain fokus pada pembangunan ekonomi, Ali BD mengaku saat ini berupayaA� mengembangkan sektor pariwisata. Khususnya pariwisata beberapa gili yang ada di Lombok Timur.

Terpisah, General Manager Lombok Epicentrum Mall, Salim Abdad mengungkapkan ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan investor untuk membangun mal untuk daerah seperti Lotim.

a�?Ya memang Lombok Timur itu penduduknya terpadat. Tapi kami selaku pengusaha mellihat bukan hanya kepadatan penduduk melainkan kepadatan aktivitas ekonominya. Itu kenapa yang selalu diincar pengusaha untuk berinvestasi adalah ibu kota Provinsi,a�? ungkap salim.

Namun, lebih lanjut dijelaskannya tidak menutup kemungkinan bagi investror untuk berinvestasi di Lotim. Hanya saja peluang berhasil untuk berinvestasi di daerah tersebut hanay 50 persen.a�?Contoh saja di Surabaya. Karena terlalu banyak mal, maka pengusaha akan lari membangun mal di Malang, Sidoarjo dan daerah lainnya yang bukan ibu kota provinsi,a�? terangnya.

Ibu Kota menjadi primadona dikarenan pusat pemerintahan, perdagangan baik barang maupun jasa biasanya terpusat di sini. Sehingga inilah yang membuat investor lebih dominan mengincar investasi di Kota.

a�?Melihat kondisi saat ini, saya pikir dua-tiga tahun Lotim berpotensi membangun mal. Karena harus dilihat dulu sikap masyarakatnya. Nanti, investor bangun mal di sana, mereka lebih memilih belanja ke Mataram. Karena ada kebanggaan belanja di ibu kota,a�? sambungnya. (ton/r2)

Berita Lainnya

Janji Manis Jadup Bernilai Rp 4,58 M

Redaksi LombokPost

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost