Lombok Post
Headline Sumbawa

Dua Kelompok Warga di Moyo Hilir Nyaris Bentrok

DAMAI LEBIH BAIK : Sekelompok warga menenteng senjata tajam meninggalkan Kantor Polsek Moyo Hilir Sabtu (3/9).

SUMBAWA – Dua kelompok warga di Kecamatan Moyo Hilir nyaris bentrok pada Sabtu (3/9). Kasus ini dipicu pengeroyokan salah seorang warga berinisial Tj, 22 tahun, yang terjadi sekitar pukul 23.00 Wita, Jumat malam (2/9).

Saat itu, Tj hendak pulang ke rumahnya. Di tengah perjalanan tepatnya di seputaran simpang tiga depan SMPN 1 Moyo Hilir, dia dihadang sekelompok orang dan mengeroyoknya. Akibatnya, Tj mengalami luka di kepala dan harus dirawat intensif di rumah sakit.

Malam itu juga, pihak keluarga Tj melaporkan kejadian ini ke polisi. Berdasarkan laporan ini, Sabtu pagi anggota Polsek Moyo Hilir meminta keterangan saksi berinisal Ms, yang kebetulan berada di tempat kejadian. Seusai dimintai keterangan, Ms keluar dari Mapolsek Moyo Hilir.

Masih di sekitaran Mapolsek Moyo Hilir, sekelompok orang yang diduga keluarga dari Tj datang dengan menumpang sebuah truk. Mereka yang bersenjata tajam langsung turun dan menganiaya Ms. Meskipun mengalami luka-luka di sekujur tubuhnya, namun Ms masih bisa menyelamatkan diri.

Warga yang berada di belakang Polsek Moyo Hilir dan anggota polisi membawanya ke RSUP Manambai Abdul Kadir Sumbawa. Sementara para pelaku pengeroyokan terlebih dahulu melarikan diri menggunakan truk.

Mengetahui kejadian ini, pihak keluarga Ms mendatangi Mapolsek Moyo Hilir. Dengan membawa senjata tajam, mereka menanyakan kejadian yang menimpa keluarga mereka.

Kapolsek Moyo Hilir Iptu Hurfan mengungkapkan, pada Sabtu pagi anggotanya terkonsentrasi untuk menjemput pelaku pengeroyokan Tj.

“Dia (Ms) ke sini untuk kami periksa sebagai saksi saat itu, sementara anggota menjemput pelaku pengeroyokan Tj,” ujar kapolsek yang baru ditugaskan di Moyo Hilir ini pada Sabtu (3/8) itu.

Sementara beberapa anggota polsek lainnya mengantisipasi apabila keluarga Tj yang menjadi korban melakukan aksi balas dendam. Dugaan polisi benar. Namun kejadiannya begitu cepat sehingga anggota polsek tidak mampu mencegahnya.

Kemudian lanjutnya, sekitar pukul 13.00 Wita pada Sabtu (3/9), gantian keluarga Ms yang mendatangi Mapolsek Moyo Hilir. Mereka dilengkapi dengan senjata tajam. Bahkan puluhan warga tersebut sempat memblokade jalan depan Polsek Moyo Hilir sekitar lima menit, sebelum berhasil dibubarkan polisi.

“Upaya antisipasi sudah kita siapkan dari awal, namun karena sedikit personel kami meminta bantuan dari Polres, Brimob dan Koramil Moyo Hilir,” pungkasnya.

Hingga berita ini di turunkan puluhan anggota dari Polres Sumbawa dan Brimob silih berganti melakukan penjagaan di Polsek Moyo Hilir. Sementara tiga mobil patroli yang disiapkan terus berpatroli di semua kawasan yang dianggap rawan. (han/r4)

Berita Lainnya

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost