Lombok Post
Headline Metropolis

Penertiban Kapal Cepat di Tiga Gili Tunggu Izin Menhub

BELUM DITERTIBKAN: Para wisatawan asing tiba di Gili Trawangan menggunakan fast boat, Minggu (4/9). Kapal-kapal cepat ini mengangkut wisatawan dari Bali langsung ke gili-gili di Lombok.

MATARAM – Penertiban kapal cepat (fast boat) dari Bali yang langsung menuju tiga gili masih menunggu keputusan pusat. Sementara itu, Pemprov NTB masih sibuk membenahi beberapa pelabuhan penyebarangan di Lombok.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB H Lalu Mohamad Faozal mengatakan, otoritas pengaturan lalu lintas antar pulau merupakan kewenangan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan. Sehingga pelabuhan dilengkapi dengan perangkat-perangkat vertikal, seperti syahbandar dan otoritas pelabuhan.

Terkait pengaturan lalu lintas kapal cepat dari Bali ke tiga gili, Pemprov NTB masihA� dalam tahap pembicaraan lebih detail. Sambil menunggu proses tersebut, pemprov terus melakukan pembenahan terhadap fasilitas pelabuhan seperti Pelabuhan Teluk Nara, Pelabuhan Bangsal, Pelabuhan Senggigi termasuk Pelabuhan di Gili Air. Ditargetkan, penataan pelabuhan selesai pada tahun ini. a�?Yang kita tunggu adalah lengkapnya daya dukung di pelabuhan Lombok,a�? katanya.

Setelah pelabuhan siap, maka secepatnya pemerintah akan melakukan penertiban. Sampai saat, kapal-kapal cepat dari Bali masih lalu lalang mengangkut turis langsung ke gili. Sementara Pemprov NTB menginginkan agar kepal cepat tersebut singgah dulu ke Lombok baru menuju tiga gili.

a�?Ini masih dalam proses, mudah-mudahan bisa secepatnya selesai,a�? harap Faozal.

Faozal menambahkan, aktivitas kapal cepat dari Bali ke tiga gili memang menguntungkan dari sisi mempercepat lalu lintas wisatawan. Ia menyebutkan, setiap hari ada 24 shift kapal cepat yang mengangkut sekitar 2.000 orang wisatawan ke gili.A� Selain itu, juga bisa mengurangi turis yang menggunakan jalur udara. Sebab penerbangan di Bandara Ngurah Rai Bali sangat terbatas. a�?Tapi di sisi lain, pemerintah ingin ada nilai tambah bagi Lombok seperti ada retribusi daerah, sehingga PAD bagi daerah masuk,a�?jelasnya. (ili/r7)

Berita Lainnya

Kekayaan Tersembunyi Pantai Penghulu Agung Ampenan

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost