Lombok Post
Giri Menang Headline

Penyalahgunaan Izin Villa Masih Marak di Lombok Barat

DIKOMERSILKAN: Sejumlah vila dengan izin privat yang berada di Senggigi, justru dikomersilkan melalui dunia maya.

GIRI MENANGA�a�� Permasalahan izin vila di kawasan wisata Senggigi belum juga tuntas. Masih banyak villa yang mengantongi izin privat, ditengarai, justru dikomersilkan.

a�?Sejauh ini, yang tercatat di kami, hampir semuanya hanya mengantongi izin sebagai villa private bukan villan untuk dikomersilkan,a�? kata Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kabupaten Lombok Barat A�(Lobar) H Efendi.

Kenyataannya berbeda dengan fakta di lapangan. Melalui penelusuran Lombok Post di mesin pencarian google, masih ditemukan sejumlah villa di Senggigi yang menawarkan penyewaan kamar. Padahal, villa tersebut hanya mengantongi izin sebagai villa pribadi. Harga sewa per villa bahkan bisa mencapai Rp 750 ribu per malam untuk satu kamar.

Effendy sendiri mengaku belum memantau aktifitas tersebut. Ia menegaskan, villa dengan izin pribadi haram hukumnya untuk dikomersilkan. Itu bisa menjadi kerugian bagi daerah.

a�?Jelas beda. Kalau villa komersil harus membayar retribusi yang berbeda dan pajak ke daerah. Jadi, tidak boleh villa dengan izin pribadi justru dikomersilkan,a�? tegasnya.

BPPT Lobar berjanji akan meningkatkan pengawasan terhadap operasional sejumlah villa pribadi tersebut. Sejauh ini, Effendy, mengaku baru melayangkan teguran kepada salah satu villa di kawasan Kerandangan yang pemanfaatannya melanggar izin.

a�?Sudah ada satu yang kita tegur di Kerandangan. Sekarang, masih tunggu tindaklanjut mereka,a�? klaimnya.

Diketahui, masalah perizinan villa di Senggigi ini memang bukan kali pertama menjadi sorotan. Sejak awal tahun lalu, pemda pun sebenarnya sudah turun menelusuri vila-vila pribadi yang sengaja disewakan tersebut tetapi sejauh ini belum ada tindaklanjut pasti.

Kalangan legislatif sendiri juga mengaku tidak menutup mata atas hal ini. Wakil Ketua DPRD Lombok Barat (Lobar) Multazam mengatakan, penyalahgunaan izin villa ini bisa merugikan daerah dalam jumla tidak sedikit karena berimbas pada terjadinya kebocoran pajak.

a�?Kita sinyalir memang masih marak villa yang menyalahgunakan izin,a�? kata Multazam.

Ia melihat ada kendala dalam penertiban villa yang menyalahgunakan izin tersebut. a�?Masalahnya, berkali-kali kita sidak ke sana, hanya ditemui penjaga yang merupakan orang lokal, ownernya tidak ditempat,a�? lanjut Multazam.

Meski demikian, menurutnya, sudah ada beberapa manajemer villa yang menjanjikan akan segera mengurus izin sesuai peruntukan villa mereka. (uki/r3)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Harga Kedelai dan Kacang Tanah Melonjak

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Tiga Desa dan Dua Sekolah Diaudit Khusus

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost