Lombok Post
Headline Metropolis

Bakrie Group Bayar Utang Rp 84 M

ROYADI-SIR
Sekretaris Daerah NTB H Rosiady Sayuti

MATARAMA�– Setelah bertahun-tahun, akhirnya polemik piutang dividen PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) menemui titik terang. November 2016 ini, bagi hasil keutungan sebesar Rp 84 miliar atas kepemilikan saham 6 persen Pemprov NTB, Pemkab Sumbawa, dan Sumbawa Barat di Newmont akan disetor ke kas daerah.

a�?Kita dapat konfirmasi dari DMB, akan ada pembayaran piutang dividen cukup besar, sekitar Rp 80 miliar lebih,a�? kata Sekretaris Daerah NTB H Rosiady Sayuti, kemarin (5/9).

Ia memastikan, piutang dividen tersebut akan dibayar, sebab sudah ada surat PT Daerah Maju Bersaing (DMB) kepada Pemprov NTB. Surat itu akan menjadi pegangan dan ia yakin akan terbayar. Sebab dividen tersebut merupakan piutang sejak tiga tahun terakhir yakni sejak 2012.

a�?Kita tidak berani memasukkan (jadi pendapatan) sebelum ada surat, sekarang ini sudah ada suratnya,a�? jelas mantan kepala Bappeda NTB ini.

Rosiady menjelaskan, dividen akan dimasukkan ke dalam RAPBD Perubahan NTB 2016. SehinggaA� bisa menambah pundi-pundi keuangan daerah setelah pengurangan Dana Alokasi Umum (DAU).

Pada APBD murni piutang dividen ditargetkan sebesar Rp 51 miliar, tetapi setelah perubahan bertambah sekitar Rp 33 miliar, sehingga menjadi Rp 84 miliar. Yang seluruhnya berasal dari DMB.

Dengan demikian, akan ada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) di perubahan. Sayangnya Rosiady tidak menyebutkan secara detail penambahan target pendapatan. a�?Kepala BPKAD yang lebih tahu detailnya,a�? ujarnya.

Selain tambahan dari piutang dividen sebesar Rp 33 miliar tersebut, juga akan ada tambahan pendapatan dari Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) NTB sebesar Rp 10 miliar. Sehingga total penambahan pendapatan sebesar Rp 43 miliar. Menurutnya, jumlah itu sudah lumayan besar. Sehingga bisa menutupi kekurangan DAU yang tidak dicairkan tahun ini. a�?Dengan tambahan itu sudah bisa tertutupi,a�? jelasnya.

Sementara itu, rasionalisasi DAU sendiri sudah selesai dan dikirim ke dewan. Rosiady menargetkan hari Rabu (7/9) besok sudah ditandatangani DPRD NTB. Di dalam rasionalisasi, ada beberapa perubahan tidak hanya belanja tetapi juga target pendapatan. Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) mengupayakan agar pendapatan tetap naik agar gap atas pengurangan DAU bisa lebih kecil.

Di sektor belanja, pemerintah sudah mengurangi Rp 117 miliar. Banyak proyek fisik terpaksa ditunda seperti pembangunan kantor gubernur sebesar Rp 40 miliar, biaya perjalanan dinas dan cadangan honor sebesar Rp 60 miliar, serta proyek-proyek fisik skala kecil di SKPD sehingga totalnya Rp 117 miliar. a�?Ada perjalanan dinas, rapat-rapat di hotel yang tidak perlu, sosialisasi yang tidak perlu, dipangkas semua,a�? katanya.

Meski posisi anggaran sudah aman, ia tetap khawatir pengurangan DAU akan berdampak pada ekonomi daerah. Dimana banyak kegiatan yang tadinya di hotel-hotel dikurangi. Bahkan belanja pusat yang tadinya akan dibawa ke daerah menajdi tertunda juga.

Terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB Ridwansyah, sesuai dengan arahan gubernur dalam konteks rasionalisasi ini tidak hanya memangkas belanja, tetapi TAPD juga berusaha mencari sumber pendapatan. Setelah digali, akhirnya ketemulah tambahan Rp 10 miliar dari pajak kendaraan bermotor. Juga piutang di PT DMB, murni sudah tercantum Rp 51 miliar, serta tambahan sebesar Rp 33 miliar, dan PT DMB sanggup merealisasikan piutang sebesar Rp 84 miliar.

Terpisah, Direktur PT DMB Andy Hadianto mengatakan, pihaknya akan berupaya agar piutang tersebut bisa dibayar. Ia optimistis akan hal itu. Dividen tersebut akan diberikan dari PT Multi Daerah Bersaing (MDB) ke PT DMB. Setelah itu DMB memberikan kepada daerah. a�?Insya Allah nanti November kita lihat,a�? katanya.

Sementara terkait proses penjualan enam persen saham PT NNT milik PT DMB kepada PT MDB masih dalam proses. Setelah mendapat persetujuan DPRD NTB, masih ada tahapan yang harus dilalui seperti perizinan dari Kementerian Hukum dan HAM. a�?Ini tidak semudah membeli kacang,a�? katanya. (ili/r8)

Berita Lainnya

Belum Satu pun Rumah Tahan Gempa yang Terbangun

Redaksi LombokPost

BPBD Tunggu Perintah Perkim

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Sudah Lama Ambles, tapi Dicuekin!

Redaksi LombokPost

Anak Muda sampai Pengusaha Berebut Buat Karikatur

Redaksi LombokPost

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

169 Formasi Gagal Terisi

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost