Lombok Post
Headline Praya

Bendungan Pengga Disedot Lobar

IRIGASI PERTANIAN: Inilah saluran irigasi pertanian bendungan Pengga, Praya Barat Daya Lombok Tengah, yang mengalir ke Lobar, beberapa waktu lalu.

PRAYA – Bendungan Pengga di Desa Pelambik, Praya Barat Daya Lombok Tengah (Loteng), ternyata tidak banyak menghasilkan manfaat bagi peningkatan produktifitas pertanian di sejumlah Loteng.Karena sebagian besar aliran irigasinya, digunakan warga kabupaten tetangga, Lombok Barat (Lobar).

a�?Wilayah kita hanya dilewati saja, kita jadi penonton. Padahal, setiap tahunnya kita mengalami kekeringan,a�? kata Kepala Desa (Kades) Serege,A� Mese, pada Lombok Post, kemarin(5/8).

Kondisi seperti itu, kata Mese membuat beberapa warga desa di Praya Barat Daya, nekat menggunakan jalan pintas. Dengan cara, menjebol dan merusak jaringan irigasi yang dimaksud.

Jika tidak, kondisi lahan pertanian para petani semakin parah, karena embung rakyat yang disediakan pemerintah, tidak mencukupi.

Beberapa kali, lanjut Mese para aparatur desa mengajukan permohonan pembagian irigasi tersebut. Namun, tidak ada tanggapan apa-apa dari pemerintah.

Kecuali, penyediaan embung rakyat itu saja, itu pun jumlahnya terbatas. Parahnya lagi, ada beberapa embung rakyat yang mengalami pendangkalan.a�?Salah satu contoh, terjadi di Desa kami di Serage,a�? katanya.

Ia berharap, keberadaan bendungan terbesar kedua di Gumi Tatas Tuhu Trasna itu, dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat Loteng sendiri, bukan kabupaten tetangga.

a�?Atau menggunakan cara pembagian sama rata. Jangan semuanya didrop ke Lobar saja, masak kita hanya jadi penonton,a�? sindirnya.

Jika pemerintah tidak cepat mencarikan jalan keluar terbaik,A� pihaknya khawatir sebagian besar petani justru menggunakan cara mereka sendiri. Alhasil, irigasi bendungan Pengga pun rusak dimana-mana.

a�?Karena ini menyangkut urusan perut. Warga kami ingin sekali menggunakan pola tanam padi-padi, palawija. Bukan sebaliknya, bertahan pada palawija-palawija padi,a�? kata Mese.

Di Desa Serage sendiri, tambah Mese luas lahan pertaniannya mencapai 276 hektare (ha), dari total luas wilayah desa mencapai 367 ha. a�?Dari sekian banyak penduduk di Desa Serage, 90 persen diantaranyaA� petani,a�? katanya.

Sementara itu, Kabid Pengairan Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan ESDM Loteng, Mohamad Amir Aly membenarkan persoalan tersebut.

Dikatakannya, bendungan Pengga memang diperuntukkan bagi para petani di Lobar, bukan Loteng. Kecuali, bendungan Batujai. a�?Bisa dikatakan semuanya untuk Lobar,a�? tekannya.

Kendati demikian, pihaknya merasa bendungan terbesar pertama di Desa Batujai itu, sudah cukup membackup seluruh desa di Praya Barat Daya dan Praya Barat.

Pola pembagian semacam itu, menurutnya mampu memenuhi kebutuhan irigasi pertanian di wilayah selatan. Sehingga, tidak perlu lagi mengambil ke bendungan Pengga, apalagi merusak irigasi yang ada. a�?Kalau sudah rampung pembangunan Dam Mujur, maka Insya Allah lain ceritanya,a�? tambah Amir.(dss/r2)

Berita Lainnya

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Kadis Baru Ditugaskan Perangi Calo

Redaksi LombokPost

PT Angkasa Pura I Salurkan Dana Pinjaman Mitra Binaan

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost