Lombok Post
Sumbawa

Pak Polisi, Kok Begitu Sih

KOTA BIMA a�� Nama baik polisi kembali tercoreng. Itu dipicu dugaan anggota Polres Bima Kota yang menganiaya seorang remaja bernama Ikhlas Zulhansyar. Kejadian itu terjadi pada Minggu (4/9) sekitar pukul 01.00 Wita.

Kejadian itu bermula ketika Ikhlas ZulhansyarA� nongkrong bersama teman-temannya di Amahami. Saat itu dia melihat patroli polisi. Takut diangkut aparat, dia pergi membawa sepeda motornya yang knalpotnya dimodifikasi racing.

Rupanya aparat yang patroli itu mengajarnya menuju Pelabuhan Bima. Setelah terkejar, polisi yang patroli menghadang.

Ketika Ikhlas Zulhansyar berhenti, bukannya diinterogasi, tapi aparat yang membawa senjata itu langsung menghajarnya. Korban langsung tersungkur.

“Saya ditendang, wajah saya dipukul berulang kali. Setelah terjatuh, saya bangun lagi dan dikeroyok lagi,” cerita Ikhlas Zulhansyar, saat ditemui di Radar Tambora (Lombok Post Group) di kediamannya, kemarin. Setelah dia tidak berdaya, barulah aparat membawanya ke pos penjagaan di kota.

Akibat aksi main hakim aparat itu, korban mengalami luka memar di wajah dan mata. Dia mengaku kesakitan di bagian pinggang.

Tidak terima anaknya dianiaya aparat, orang tuanya melaporkan ke Polres Bima pada Minggu malam (4/9). Ibu korban Siti Syarah mengaku kecewa dengan sikap oknum aparat penegak hukum tersebut. Ia berharap kasus tersebut dapat dituntaskan. Pelaku penganiayaan harus diberi hukuman sesuai UU yang berlaku.

“Kalau tidak mampu diselesaikan di sini, biar kasus ini kita adukan ke Polda NTB saja,” tegasnya.

Kabag Ops Polres Bima Kota Kompol Abdul Hakim mengaku telah menerima laporan tersebut. Hanya saja, ia tidak bisa memberikan penjelasan atas persoalan itu. Ia menyarankan agar dikonfirmasi dengan Wakapolres Bima Kota.

“Nanti langsung ke Pak Waka aja,” ujarnya singkat.

Sementara Wakapolres Bima Kota KompolA� Nanang Budi Santosa yang dihubungi via ponselnya membenarkan adanya laporan itu. Menurutnya, kasus tersebut akan diproses sesuai dengan prosedur yang ada.

“Besok langsung ketemu Kasat Reskrim untuk lebih jelasnya,” ujarnya sore kemarin.

Sementara itu Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Bima Juhriati mengaku siap mendampingi korban. Karena korban masih di bawah umur. Diakui Juhriati, ia sudah mendapat kabar terkait hal itu. Hanya saja mereka belum bersikap karena A�terlebih dahulu memastikan usia korban.

“Nanti kami akan mendampingi korban saat pemeriksaan,” pungkasnya. (yet/r4)

Berita Lainnya

Dana Bantuan Korban Gempa Cair Pekan Ini

Redaksi LombokPost

Perpustakaan Cempi Jaya Banggakan Dompu

Redaksi LombokPost

Minyak Sumbawa Sangat Layak Menasional

Redaksi LombokPost

Puluhan Lampu Terpasang, Kota Bima Semakin Terang

Redaksi LombokPost

KPU Dompu Publikasikan Daftar Caleg Sementara

Redaksi LombokPost

Pelayanan RSUD Sumbawa Mulai Dibenahi

Jalan Teladan-Kelawis dan Batu Rotok Tuntas

Berkas SMKN Lunyuk Dikirim ke Kejaksaan

Istri Jadi TKW, GT Hamili Anak Kandungnya