Lombok Post
Tanjung

Pedagang Kambing Kurban di Lombok Utara

DIJUAL: Beberapa ekor kambing milik salah seorang pedagang hewan kurban musiman dipajang di pelataran pemakaman umum Dusun Karang Bayan, kemarin (5/9).

Hari Raya Idul Adha jatuh pada 12 September mendatang. Setiap tahun, hari raya yang juga dikenal dengan Idul Kurban ini membawa berkah bagi sejumlah pedagang hewan. Di Lombok Utara menjelang Lebaran, sejumlah pedagang hewan kurban musiman pun mulai bermunculan.

***

PELATARAN pemakaman umum yang berada di Dusun Karang Bayan tampak dipenuhi beberapa ekor kambing. Jika di hari biasa lokasi ini terbilang sepi, hampir tidak terlihat aktivitas warga. Namun menjelang Lebaran Idul Adha, lokasi ini disulap menjadi lapak untuk berjualan hewan kurban musiman.

Beberapa ekor kambing mulai dari yang berukuran kecil hingga besar tampak diikat seadanya di pohon ataupun batu yang disiapkan pedagang.

a�?Cuma pas hari raya Lebaran Haji (Idul Adha) saja jualan di sini,a�? ujar salah seorang pedagang hewan kurban Deni, kemarin (5/9).

Ia mengatakan, untuk harga kambing yang ditawarkannya bervariasi tergantung ukuran. Untuk yang berukuran kecil Deni mematok harga Rp 1,5 juta per ekor. Sedangkan kambing berukuran besar dipatok mulai Rp 3,5 juta. a�?Untuk tahun ini ada kenaikan harga sekitar 20 persen mas,a�? cetusnya.

Menurut Deni, saat ini transaksi hewan kurban diakuinya masih sepi. Kebanyakan yang datang ke lapaknya hanya menanyakan harga saja, mencari perbandingan harga dari satu penjual dengan penjual lainnya. Sejak membuka lapak dua hari lalu, baru beberapa ekor kambing yang laku dibeli.

a�?Pengalaman tahun sebelumnya, pembeli baru ramai kalau mendekati hari H,a�? ungkapnya.

Ditambahkan, masyarakat mulai ramai mencari hewan kurban pada H-2 Lebaran. Biasanya setiap tahun Deni mengaku bisa menjual hewan kurban khususnya kambing hingga 50 ekor. Hewan kurban yang diambil Deni pun berasal dari peternak yang berada di wilayah Kecamatan Bayan dan Kayangan. Sehingga sedikit tidak hal ini bisa berdampak bagus bagi perekonomian masyarakat di Lombok Utara.

a�?Mudahan tahun ini bisa jual 80 ekor kambing,a�? katanya sambil tertawa.

Lebih lanjut, Deni mengatakan, selain berjualan pada saat Lebaran haji, sehari-hari pria ini mengaku juga berjualan kambing untuk keperluan aqiqah dan begawe. Hanya saja lokasinya tidak di pelataran pemakaman umum seperti sekarang.

a�?Saya tetap ambil kambing dari Bayan atau Kayangan. Jadi untuk stok pasti ada, kalau masyarakat butuh tinggal kita carikan,a�? tuturnya.

Sementara itu, Kabid Peternakan DPPKKP Lombok Utara Adi Wibawa mengatakan, pihaknya segera menurunkan tim pemeriksa kesehatan hewan kurban. Nantinya tim tersebut bertugas untuk memeriksa kesehatan hewan kurban yang dijual pedagang. Selain itu, tim juga akan memeriksa daging yang sudah dipotong di masjid-masjid.

a�?Tiap tim nanti didampingi satu dokter hewan,a�? ujarnya. (*PUJO NUGROHO/r7)

Berita Lainnya

Sekjen FPM dan BSMI Kunjungi Korban Gempa Lombok

Redaksi LombokPost

PAD Diperkirakan Sudah Tembus Rp 3 Miliar

Redaksi LombokPost

Dikpora Pertanyakan Juklak dan Juknis

Redaksi LombokPost

Warga Sekitar Tambang Khawatirkan Longsor

Redaksi LombokPost

Disbudpar dan Warga Gili Meno Gelar Mandi Safar

Redaksi LombokPost

Mantapkan Persiapan UNBK Lebih Awal

Redaksi LombokPost

Pengungsi Berharap Huntap Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Minta Fortuner Wabup Dilelang

Redaksi LombokPost

Warga Kecewa Bupati Tidak Hadir Saat Hearing di DPRD

Redaksi LombokPost