Lombok Post
Praya

Dewan Sorot Kinerja PDAM Loteng

TIDAK DIGUNAKAN: Inilah penampungan air yang dimiliki salah satu warga di Praya Timur Lombok Tengah yang tidak gunakan karena air PDAM kosong, beberapa waktu lalu. dedi/Lombok Post

PRAYA – Kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Lombok Tengah (Loteng) terus menuai sorotan. Khususnya, menyangut pelayanan air bersih kepada pelanggan dan kosongnya deviden yang diberikan perusahaan tersebut, kepada daerah.

a�?Sejak berdirinya tahun 1991 silam sampai sekarang, PDAM selalu menjadi sorotan. Sayangnya, apa yang kita kritik, tidak pernah ditindaklanjuti,a�? sindir sekretaris fraksi Demokrat DPRD Loteng Lalu Faturahman, kemarin (6/9) dalam sidang pembahasanA� Raperda di DPRD setempat.

Sebagai juru bicara fraksi Demokrat, pihaknya meminta agar manageman PDAM dirobak total. Mereka yang dianggap lemah dalam bekerja, sebaiknya dipensiunkan saja, lalu diganti oleh mereka yang benar-benar paham secara teknis, menyangkut pelayanan air bersih dan urusan pendapatan asli daerah (PAD).

a�?Tolong usulan kami ini ditindaklanjuti, demi peningkatan pelayanan dan urusan deviden,a�? serunya.Hal senada dikatakan anggota fraksi PKS DPRD Loteng Ahmad Supli. Ia mengatakan, setiap tahunnya PDAM disusui melalui PMD.

Di satu sisi, dana yang diberikan itu tidak memberikanA� manfaat besar, bagi peningkatan pelayanan air bersih kepada pelanggan. Terbukti, di beberapa desa di Loteng masih banyak pelanggan yang mengeluhkan air PDAM yang macet total hingga berhari-hari.

PDAM pun, kata Supli selalu beralasan pipa yang bocor, turunnya debit air dan sebagainya. a�?Kalau begitu kejadiannya, maka kami meminta pertanggungjawaban pengelolaan dana hibah pusat dan PMD yang kami berikan setiap tahunnya,a�? tegas Supli.

Ia membeberkan, di tahun 2015 lalu saja, PMD yang disalurkan ke PDAM sebesar Rp 29 miliar lebih. Kemudian, ditahun ini sebesar Rp 27 miliar lebih.

Total mencapai Rp 56,281 miliar. a�?Mohon Pemkab mengevaluasi kinerja PDAM. Apalagi, mereka tidak memberikan deviden sedikit pun kepada daerah,a�? serunya.

Jika tidak ada tanggapan dari Pemkab, pihaknya khawatir para wakil rakyat justru bersama-sama, mengeluarkan mosi tidak percaya terhadap kinerja PDAM.a�?Tolong kualitas dan kuantitas kinerjanya ditingkatkan,a�? sambung anggota fraksi NasDem DPRD Loteng HL Arabiah.

Pria asal Desa Pengembur itu mengaku, beberapa kali menerima keluhan dari warga desa. Permasalahannya klasik, yaitu air PDAM yang seringkali macet.

Di satu sisi, pembayaran rekening air tidak boleh terlambat. Di sisi lain, pelayanannya tidak maksimal. a�?Kami mohon Pemkab menyikapi hal ini,a�? serunya.

Menanggapi sorotan itu, Direktur Utama PDAM Loteng Lalu Kitab mengatakan, persoalan kemacetan air bersih PDAM terjadi karena urusan teknis, bukan kesengajaan. Banyak pipaA� yang dimiliki PDAM, tekannya yang sudah tua, sehingga rawan terjadinya kebocoran.

a�?Kalau berbicara standar nasional, kebocoran pipaA� kita masih 28 persen. Sedangkan, standar nasionalnya 33 persen. Tapi, kita terus berupaya menekan agar turun antara 20-25 persen,a�? kata Kitab.

Sedangkan pelanggan yang menerima buruknya pelayanan air bersih PDAM, lanjut Kitab hanya 6 persen saja dari total jumlah pelanggan 45 ribu. a�?Insya Allah, akhir tahun ini kita targetkan ada penambahan pelanggan,a�? katanya.

a�?Sementara, kalau berbicara deviden. Kapan pun kami siap memberikan deviden. Yang penting, sesuai prosedur dan aturan Dispenda,a�? tambah Kitab.(dss/r2)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Kadis Baru Ditugaskan Perangi Calo

Redaksi LombokPost

PT Angkasa Pura I Salurkan Dana Pinjaman Mitra Binaan

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost