Lombok Post
Selong

Dorong Pemberdayaan Perempuan dalam UKM

HEARING: Lembaga Mampu Bakti, saat melakukan diskusi bersama Kabid UKM Dinas Koperasi dan UKM Lombok Timur kemarin (6/9).

SELONGA�– Lembaga Maju Perempuan Indonesia untuk Penanggulangan Kemiskinan (Mampu) Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia (BAKTI) kemarin bertandang ke Kantor Dinas Koperasi dan UKM Lombok Timur (Lotim). Kedatangan mereka untuk melakukan hearing terkait pemberdayaan perempuan di bidang usaha mikro. Mereka juga mempertanyakan program Dinas Koperasi dan UKM selama ini yang dinilai kerap salah sasaran.

“Selama ini banyak bantuan baik berupa peralatan yang disalahgunakan. Itu fakta di lapangan, lantas bagaimana Dinas Koperasi dan UKM memonitoring dan mengevaluasi bantuan tersebut,” tanya Nurjanah, koordinator Mampu Bakti kepada Kabid UKM, Muhyididin.

Padahal, selama ini ia menilai banyak perempuan yang memiliki potensi usaha namun tidak mendapat bantuan. Akibatnya, potensi para perempuan ini tidak terwadahi akibat abainya dukungan pemerintah. Lantas, ia mempertanyakan bagaimana kriteria Dinas Koperasi dan UKM memberikan bantuan atau memilih UKM yang berhak mendapat bantuan.

“Kami mengajak sejumlah perempuan yang berpotensi bergerak di bidang UKM untuk mengetahui dengan jelas semuanya. Untuk menjawab keberlanjutan kelompok pembinaan yang mendapatkan bantuan,” sambungnya.

Menjawab sejumlah pertanyaan tersebut, Kabid UKM Muhyidin memberi penjelasan. PihaknyaA� telah melaksanakan sejumlah program pembinaan kepada UKM di Lotim. Mulai dari pemberian bantuan mesin jahit, rombong untuk berjualan, mesin pembuat keripik tortila, abon dari ikan laut, serta bantuan bahan untuk membuat kain tenun.

“Itu semua bukan kami yang menentukan. Kebanyakan data mereka sudah ada di Provinsi karena UKM ini nampaknya aktif mengajukan proposal bantuan di Dinas Koperasi dan UKM Provinsi. Sehingga, kami di sini sifatnya hanya memfasilitasi,” jelas Muhyidin.

Dikatakannya, anggaran di masing-masing bidang Dinas Koperasi dan UKM sangat terbatas. Sehingga bantuan pembinaan selama ini lebih banyak dari Kementrian Koperasi dan UKM maupun pihak provinsi.

Namun, untuk memonitoring dan mengevaluasi sejumlah bantuan kepada UKM, Muhyidin menjelaskan saat ini mereka telah bekerjasama dengan pihak Inspektorat. Sehingga pengawasannya dinilai akan lebih maksimal.

Oleh karena itu, ia berharap UKM yang sudah mendapatkan bantuan tidak menyalahgunakan bantuan yang telah diberikan. Mengingat anggaran sangat terbatas. Selain itu, UKM yang masih belum mendapat bantuan atau pembinaan dari Dinas Koperasi dan UKM Lotim juga diminta lebih aktif mencari sumber bantuan. Baik bantuan berupa peralatan maupun permodalan dari Provinsi maupun pusat. (ton/r2)

Berita Lainnya

SKD Selesai, Formasi CPNS Lowong

Redaksi LombokPost

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost

Cegah Kematian Ibu Hamil dan Bayi

Redaksi LombokPost

Sosialisasikan Migrasi Aman Dengan Drama Rudat

Redaksi LombokPost

Sukiman Ungkap Kekecawaan di Hari Pahlawan

Redaksi LombokPost

Banyak Formasi CPNS Tak Terisi

Redaksi LombokPost

Tua, Tapi Semangat Tetap Muda

Redaksi LombokPost

Empat Langkah Menangkal Hoax

Redaksi LombokPost

Sekda Lotim Lantik 81 PNS

Redaksi LombokPost