Lombok Post
Metropolis

Pasukan Biru Keteteran

selokan
KERJA KERAS: Sejumlah pasukan biru saat berjibaku membersihkan sampah selokan di Lingkungan Gatep Permai, Taman Sari, Ampenan, kemarin. (6/9)

MATARAMA�– Pasukan biru dalam komando Dinas PU Kota Mataram yang bertugas mengurusi drainase mulai keteteran. Dari waktu ke waktu, kondisi saluran kota ini tak berubah ke arah yang lebih baik.

“Beginilah setiap harinya,” kata Saharman, salah seorang petugas lapangan tampak kepayahan dengan tumpukan sampah di Lingkungan Gatep Permai, Taman Sari, kemarin.

Dia yang bekerja dengan tim sedari pagi hingga sore selalu mendapati selokan, kali kecil, sedang, hingga besar penuh dengan sampah. Seolah tak ada habisnya, sampah terus memenuhi sudut kali di daerah bermotokan Maju, Religius, Berbudaya tersebut.

“Kita bersihkan sekarang, besok sudah numpuk lagi,” katanya berkeluh kesah.

Kadis PU Mataram Mahmudin Tura mengatakan, saat ini ada 315 personil yang dimilikinya. Merekalah yang setiap hari disebar ke berbagai sudut kota menyisir setiap saluran yang ada. “Belum ada rencana penambahan, kita maksimalkan yang ada,” ujarnya.

Keterbatasan anggaran dikatakan menjadi alasan. Saat ini mereka dipekerjakan dengan sistem harian dengan rata-rata gaji Rp 1,2 juta perbulan. Anggarannya bersumber dari DAU, dengan kondisi saat ini yang dibayangi pemotongan Rp 88,21 miliar, menurutnya sangat tak mungkin melakukan penambahan personil. “Ini saja kita harap-harap cemas gaji mereka tak terdampak masalah DAU itu,” ungkap Mahmudin.

Sementara kondisi di dalam selokan tak jauh berbeda dengan keadaan di atas bumi daerah yang dipimpin H Ahyar Abduh. Dinas Kebersihan Mataram harus terus berjibaku dengan berbagai masalah sampah yang juga tak ada hentinya.

Kemarin, tim besar tampak diturunkan khusus mengatasi tumpukan sampah di Jalan Lingkar Selatan di seputaran Asrama Haji. Di bawah komando Kadis Kebersihan Dedi Supriadi, tak kurang dari 40 personil menyisir jalan sepanjang satu kilometer lebih.

a�?Kami tak mau berlama-lama, pasti ditangani,a�? ujarnya.

Sampah sisa para pengantar jamaah haji memang menumpuk sejak akhir pekan lalu. Ratusan pedagang musiman yang memanfaatkan momentum keramaian, membuat keadaan bertambah parah.

Jalan yang biasanya cukup bersih di kawasan itu berubah drastis, layaknya tempat pembuangan sampah raksasa. a�?Kami kerahkan mobil bak terbuka, motor roda tiga, bahkan juga truk pengangkut,a�? ujarnya.

Dedi yang kala itu ikut langsung mengangkut sampah yang berceceran, memprediksi sampah yang dihasilkan mencapai delapan ton lebih. Butuh waktu lebih dari dua jam untuk mengatasi sampah di kawasan itu saja.

a�?Peran masyarakat jelas harus kita dorong,a�? ujarnya sambil terus memunguti sampah yang ada.

Menurutnya, menyerahkan masalah sampah sepenuhnya pada pemerintah bukanlah sebuah solusi. Pemerintah saja, jelas tak akan mampu mengatasi hal itu.

a�?Bantu kami, setidaknya jangan buang sampah sembarangan, kurangi konsumsi sampah, dan hal-hal kecil lainnya,a�? pintanya. (yuk/r5)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost