Lombok Post
Ekonomi Bisnis Headline

Akademisi Didorong Kembangkan Keuangan Syariah

FINALIS PAPER TERBAIK : Salah seorang finalis paper terbaik FREKS XV Zalika Nasser saat memaparkan makalahnya di hadapan dewan juri kemarin (7/9)

MATARAM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong keterlibatan akademisi dalam pengembangan industri keuangan syariah.

Salah satunya dengan melakukan riset berkualitas agar industri keuangan syariah tumbuh lebih cepat, berkelanjutan, dan berdaya saing.

Deputy Direktur Spesialis Penelitian Departemen Perbankan Syariah OJK Aulia Fadly mengatakan, kolaborasi antara akademisi dan praktisi dinilai dapat memberikan pengaruh besar terhadap industri keuangan syariah.

Maka dari itu, OJK bekerja sama dengan Universitas Mataram dan Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia menggelar Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah (FREKS) XV.

FREKS XV itu melibatkan perwakilan perguruan tinggi yang memiliki program study/jurusan ekonomi dan keuangan syariah. Bahkan, juga digelar kompetisi call for paper yang berhasil mengumpulkan 182 peper.

a�?Kegiatan ini sebagai salah satu dasar OJK untuk membuat kebijakan terkait industri keuangan syariah,a�? kata Aulia Fadly kepada Lombok Post kemarin (7/9).

Dikatakan, paper yang masuk diseleksi oleh reviewer dan dewan juri sehingga dipilih menjadi delapan paper. Kedelapan paper yang terdiri atas enam paper peneliti muda dan dua paper peneliti madya itu dipresentasikan di Gedung Magister Manajemen Unram.

Delapan paper terbaik itu masing-masing berjudul Isomorphism Terjadi di Industri Perbankan Syariah oleh Rebi Fara Handika, Bank Growth and Efficiency in Indonesia Sharia Banking Industry oleh Rinayanti Rasyad, dan Analisis Permasalahan pada Lembaga Keuangan Mikro Syariah Berbasis Model Grameen di Indonesia oleh Diva Azka Karimah.

Selanjutnya paper berjudul Analisis Dampak Program Zakat Produktif Terhadap Tingkat Kemiskinan Mustahik oleh Zalika Nasser, Stochastic Frontier Approach untuk Menganalisis Technical Efficiency Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta 2012-2016 oleh Endiarjati Dewandaru Sadono, Pengaruh Pembiayaan Berdasarkan Sektor Ekonomi terhadap Non Performing Financing Perbankan Syariah oleh Hasan Azzahid.

Paper berikutnya berjudul Analisis Peluang Penerapan Sukuk Negara Berbasis Aset Wakaf di Indonesia oleh Rifka Mustafida, dan Sudah Bebaskah Perbankan Syariah Indonesia dari Manajemen Laba setelah Implementasi Konvergensi IFRS? oleh Rinni Indriyani.

a�?Pemenang kompetisi akan memperoleh bantuan Rp25 juta untuk peneliti madya dan Rp15 juta untuk peneliti muda,a�? ujar Aulia.

FREKS merupakan program tahunan yang diselenggarakan OJK. Sebelumnya FREKS berlangsung di IPB Bogor pada 2014, di UI Depok pada April 2015 dan Universitas Brawijaya Malang pada Nopember 2015. Selanjutnya pada Juni 2016 berlangsung di IAIN Imam Bonjol Padang, dan September di Universitas Mataram, NTB.

Aulia menjelaskan NTB merupakan daerah yang berpotensi mengembangkan industri keuangan syariah. Selain daerahnya religius yang dikenal dengan sebutan pulau seribu masjid, NTB juga sedang berkonsentrasi menjalankan program pariwisata syariah.

a�?Terlebih Gubernur NTB Dr TGB HM Zainul Majdi punya semangat untuk menjadikan Bank NTB dan BPR sebagai bank berbasis syariah,a�? tegas dia.

Dalam rangkaian FREKS XV, OJK juga menyelenggarakan workshop perbankan syariah untuk guru atau tenaga pengajar tingkat SMA/sederajat di Kota Mataram.

Kegiatan tersebut akan diikuti lebih kurang 100 orang yang akan berlangsung pada 8 September 2016 di Hotel Golden Palace.

Terpisah Sekretaris Panitia FREKS XV Lalu Adi Permadi menjelaskan, di samping presentasi, delapan paper terbaik juga dipresentasikan makalahnya oleh peneliti senior.

Empat pemakalah didatangkan masing-masing Dr Ir Imam Teguh Sptono MM, Kindy Mifah MSi, dan Dr Ir Roikhan MA MM dari IAEI, Dr H Busaini MSi dari Universitas Mataram, dan Dr Abdul Hakim SE MSc dari OJK.

a�?Unram sangat mengapresiasi FREKS XV. Makalah yang disampaikan Dr H Busaini tentang investasi Islam dan bagaimana mendapatkan keuntungan modal studi kasus pedagang emas dan mutiara di Kota Mataram,a�? ungkap dia. (tan/*/r3)

 

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost