Lombok Post
Headline Tanjung

Jangan Lewat Makelar Ya!

JAJAKAN: Salah seorang pedagang di pasar tradisional Pemenang sedang berjualan memanfaatkan pelataran pasar.

TANJUNG – Dinas PPKAD Lombok Utara mengimbau masyarakat untuk berhati-hati. Terutama masyarakat yang ingin berjualan di pasar-pasar tradisional.

“Hati-hati dengan praktek jual beli los pasar,” pesan Kabid Pendapatan DPPKAD Lombok Utara Vidi Eka Kusuma, kemarin.

Imbauan ini disampaikan Vidi setelah mendapatkan laporan dari masyarakat. Bahwa ada los yang dijual seharga Rp 25 juta di pasar Pemenang.

a�?Tadi kita sudah bertemu dengan orang yang membeli los itu. Di sana kita jelaskan bagaimana mekanismenya dan tarif sebenarnya,a�? ujarnya.

Vidi menjelaskan, untuk sewa los di pasar tradisional tipe A seperti Pemenang dan Tanjung tarifnya sebenarnya tidak sampai puluhan juta.

Dalam Perda Nomor 4 Tahun 2010 tentang Retribusi Golongan Jasa Umum tercantum harga sewa los pasar per meter persegi per bulannya hanya Rp 3 ribu. Sedangkan untuk sewa pelataran pasar tipe A per meter per bulannya Rp 2 ribu.

Sementara untuk pasar bertipe B, untuk sewa los per meter per bulannya Rp 2 ribu. Sedangkan untuk sewa pelataran per meter per bulannya Rp 1.000.

a�?Jika total setahun untuk pasar bertipe A biaya sewa los berukuran 2×2 meter sekitar Rp 144 ribu,a�? katanya.

Dengan kejadian ini, pihaknya akan menempelkan tarif resmi sesuai ukuran di pasar-pasar tradisional tersebut. Agar hal seperti ini tidak terulang kembali.

a�?Kita akan sosialisasikan juga,a�? cetusnya.Terkait kasus yang sudah terjadi ini, pihaknya tidak bisa membantu banyak. Namun pihaknya akan mengecek siapa pemilik lamanya dan apakah ada tunggakan-tunggakannya.

Lebih lanjut, Vidi menjelaskan, untuk masyarakat yang akan menyewa los pasar tradisional harus melalui DPPKAD. (puj/r7)

Berita Lainnya

Kades Jangan Alergi Diperiksa!

Redaksi LombokPost

Surya Paloh Road Show ke Lombok

Redaksi LombokPost

Lima Spa Abal-Abal Ditertibkan

Redaksi Lombok Post

Suka Duka Mahasiswa Bumi Gora Menuntut Ilmu di Benua Biru (2)

Redaksi Lombok Post

Bunuh Diri kok Hobi

Redaksi Lombok Post

Dua Kafe Siapkan Wanita Penghibur

Redaksi Lombok Post

Suka Duka Mahasiswa NTB Menuntut Ilmu di Eropa (1)

Redaksi Lombok Post

Efek Pemberlakuan Sistem Zonasi, Siswa Tak Perlu Daftar Sekolah Lagi

Redaksi Lombok Post

Didukung Warga, Ustad Budi Tak Gentar Dikepung Calon Petahana

Redaksi Lombok Post