Lombok Post
Politika

Penasihat KAHMI TGH Hazmi Hamzar

PRIJONO
Kepala BI NTB Prijono

MATARAMA�– Bank Indonesia (BI) akan meningkatkan kewaspadaannya jelang pilkada serentak di NTB. Peningkatan kewaspadaan itu terkait maraknya peredaran uang palsu (upal).

Pasalnya, perputaran uang menjelang dan saat pilkada akan meningkat. Sehingga dikhawatirkan peredaran upal juga mengalami peningkatan.

a�?Kita akan koordinasikan dengan kepolisian, biasanya ada upal di pilkada, ini harus diwaspadai,a�? kata Kepala KPW BI NTB Prijono, Selasa (6/9).

Maraknya peredaran uang palsu ini sudah menjadi tren khusus di Indonesia. Setiap kali perayaan pemilu peredaran upal semakin meningkat. Terlebih lagi,a�Z pilkada ini melibatkan masyarakat di daerah yang notabene masih minim pengetahuan mengenai cara membedakan uang palsu dan asli.

Ia mengimbau masyarakat untuk waspada dengan kenaikan peredaran upal tersebut. Agar tak mudah tertipu, upal yang beredar ini sebenarnya mudah terdeteksi dengan cara 3D yakni dilihat, diraba dan diterawang.

a�?Masyarakat juga sebaiknya menggunakan transaksi non tunai untuk menghindari upal,a�? pungkasnya. (ewi/r4)

Berita Lainnya

Janji Korban Gempa Harus Dituntaskan

Redaksi LombokPost

Garbi Bakal Gembosi PKS?

Redaksi LombokPost

HBK Dukung Program Zul-Rohmi

Redaksi LombokPost

Pendaftaran Calon Angota KPU Diperpanjang

Redaksi LombokPost

Sembilan Sekolah Lolos Babak Penyisihan Lomba Cerdas Cermat

Redaksi LombokPost

Partisipasi Pemilih Nasional Ditarget 77,5 Persen

Redaksi Lombok Post

Pemilu Serentak 2019 Ribet

Redaksi LombokPost

Ma’ruf Amin Kampanye di Pondok?

Redaksi Lombok Post

Tiga Caleg DPRD NTB Dinyatakan TMS

Redaksi LombokPost