Kriminal

PSDKP Buru Dalang Penyelundupan Lobster

MATARAM – Upaya penyelundupan ribuan baby lobster, Selasa (6/9), diduga melibatkan jaringan internasional. Sebabnya, modal yang dibutuhkan untuk mendapat ribuan ekor bibit lobster bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Kepala Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Satuan Kerja Labuhan Lombok, Mubarak mengatakan, untuk satu bibit lobster saja nilai ekspornya bisa mencapai Rp 50 ribu. Bahkan dengan tujuan negara tertentu, nilainya bisa melonjak menjadi Rp 150 ribu.

a�?Alasan itu yang membuat kami menduga ini ada keterlibatan jaringan internasional,a�? kata dia.

Dari penangkapan yang dilakukan Kodim 1620/Lombok Tengah, Selasa (6/9) lalu, berhasil disita 3.550 ekor anakan lobster. Jika dikalkulasikan, modal yang dibutuhkan bisa mencapai Rp 177,5 juta.

a�?Harga segitu, tentu membutuhkan pemodal besar,a�? kata dia.

Mubarak menduga, tiga orang yang diamankan, yakni HE, AD, dan YA dicurigai sebagai bagian dari jaringan warga Taiwan, yang sebelumnya berhasil ditangkap di Jakarta.

WNA Taiwan tersebut, merupakan buronan PSDKP Satker Labuhan Lombok. Dia lolos dari sergapan petugas pertengahan Mei lalu, di wilayah Majeluk, Kota Mataram.

a�?Ada beberapa nama yang sudah kami kantongi, pemain lokal disini. Tapi masih kita dalami,a�? ungkap dia.

Sementara itu, ribuan bibit lobster yang diamankan petugas beberapa waktu lalu, telah dilepaskan di perairan selat Gili Air, Kabupaten Lombok Utara, kemarin (7/9).

a�?Sudah dilepas semuanya, di Gili Air,a�? kata Kepala Seksi Pengawasan, Pengendalian Data, dan Informasi dari BKIPM Kelas II Mataram Farchan.

Sebelumnya, Kodim 1620/Lombok Tengah, kembali menggagalkan penyelundupan lobster di jalan raya Songgong, di Desa Sukadana Pujut, Selasa (6/9). a�?Rencana, bibit lobster itu akan diselundupkan melalui pelabuhan Awang di Desa Mertak,a�? kata Dandim 1620/Loteng Letkol Inf. Is Abul Rasi.

Bibit yang dikantongi menggunakan plastik transparan itu, kata Is dibawa tiga orangA� asal Desa Jerowaru Lombok Timur dan Desa Tumpak Pujut, Loteng. Mereka menggunakan dua kendaraan roda empat. Untuk mobil pikap nomor polisi DR 9502 AC, dikendarai HD (inisial-red). Sedangkan mobil Toyota Agya DR 1464 XX, dikendarai inisial MY dan HR.

Pengungkapan penyelundupan itu bermula, saat Timsus menggelar patroli rutin di wilayah selatan. Mereka kemudian mendapatkan informasi dari masyarakat soal penyelundupan tersebut. a�?Di beberapa titik, saya sudah menyebar pasukan,a�? cetus Is.

Penggeledahan pun dilakukan. Alhasil, ditemukan 17 kantong plastik yang berisikan 3.500 bibit lobster. Dari pengakuan para terduga pelaku, harga per bibit dibeli Rp 6 ribu per ekor. Lalu, dijual kembali ke pengepul Rp 10 ribu per ekor. Sedangkan, ditingkat eksportir dihargai Rp 80 ribu per ekor dan jika dijual keluar negeri mencapai Rp 250 ribu per ekor. a�?Patroli semacam ini, tetap kami gelar setiap harinya,a�? tambah Is. (dit/dss/r2)

Related posts

Polda NTB Damaikan 12 Ribu Sengketa

Redaksi Lombok post

Permintaan Kejaksaan Dilengkapi Polisi

Redaksi Lombok Post

Lagi, Tiga Warga Tiongkok Diperiksa

Redaksi Lombok post