Lombok Post
Headline Selong

TKI Berkurang, Kemiskinan di Lotim Masih Tinggi

HARUS DIPERHATIKAN: Sejumlah warga yang menjadi pekerja kemarin saat beristirahat di emperan ruko Gelang, Lombok Timur, kemarin (7/9).

SELONGA�– Lombok Timur (Lotim) A�terkenal sebagai daerah penghasil Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang terbesar di NTB. Bahkan menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia. Dari data Disosnakertrans, tahun 2015 lalu, tercatat sekitar 29.000 orang warga Lotim menjadi TKI di berbagai negara. Mulai dari Arab Saudi, Jepang, hingga Malaysia. Namun, tahun ini jumlah tersebut jauh menurun drastis.

a�?Per Agustus ini data kami menunjukkan hanya 6.000 warga yang masih menjadi TKI. Alasan utamanya yakni adanya moratorium TKI ke negara timur tengah,a�? kata Sekretaris Disosnakertrans Lotim, H Ridatul Yasa kepada Lombok Post kemarin.

Penyebab lainnya disebabkan oleh tingginya biaya untuk bekerja di luar negeri. Rata-rata, biaya menjadi TKI membutuhkan Rp 4 juta. Dengan negara tujuan Malaysia. a�?Biasanya nanti setelah musim panen tebakau, warga Lotim beramai-ramai jadi TKI,a�? lanjutnya.

Selain itu, diperkirakan juga jumlah TKI terus berkurang dikarenakan warga telah memiliki pekerjaan tetap di tempat asalnya. Sehingga, trend menjadi TKI pun mulai berkurang. a�?Makanya kita sangat membutuhkan investor di Lombok Timur ini. Agar lapangan kerja baru bisa tercipta,a�? kata dia.

Keberadaan TKI dikatakan memberi dampak besar terhadap pembangunan ekonomi di Lotim. Karena uang hasil pengiriman TKI sangat besar. Per Agustus tercatan remitan TKI mencapai 450 miliar dari tiga tempat pengiriman. Yakni Bank BRI, BNI dan Kantor Pos. Pertahunnya, remitansi para TKI dikatakan Ridatul Yasa mencapai 1,3 triliun.

a�?Cuma yang kami khawatirkan dampak sosial dari keberadaan TKI Ilegal ini. Karena saat ini masih banyak TKI ilegal yang menjadi masalah bagi negara dan kerap berdampak negative bagi mereka sendiri,a�? jelasnya.

Terpisah, Kepala Badan Pusat Statistik Lombok Timur, Lalu Supratna yang ditemui diruangannya mengungkapkan angka kemiskinan di Lotim masih tinggi. Data terakhir yakni di tahun 2014 lalu, persentase kemiskinan mencapai 19 persen. Jumlah ini menurun dibanding tahun sebelumnya sekitar 19,6 persen. Jumlah ini di jelaskan lebih tinggi dibanding Provinsi dan Nasional.

a�?Data tersebut didapat dari survei basic need atau kebutuhan dasar,a�? mantan Kepala BPS Kabupaten Bima ini.

Beberapa instrumennya yakni fasilitas akses air bersih, MCK, rumah tidak layak huni hingga penghasilan warga. Persentase kemiskinan ini didapatkan dari data lapangan yang telah dilakukan dalam Survei Sosial Eknomoi Nasional (Susenas) secara terpadu. (ton/r2).

Berita Lainnya

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost