Lombok Post
Headline Praya

Air di RSUD Praya Sering Macet

Anggota Komisi IV DPRD Loteng Ahmad Supli

PRAYAA�– Anggota Fraksi PKS DPRD Lombok Tengah (Loteng), menyoroti persoalan pelayanan air bersih PDAM di rumah sakit umum daerah (RSUD) Praya. Menurut mereka di tempat itu, air bersihnya sering macet, para pesien pun mengeluh.

a�?Kami minta pertanggungjwaban PDAM. Kok bisa, rumah sakit tidak dilayani secara maksimal,a�? kata anggota Fraksi PKS DPRD Loteng Ahmad Supli, kemarin.

Hal itu diketahuinya, kata Supli setelah Komisi IV dan fraksinya, mendengar keluh kesah managemen RSUD. Ia pun langsung turun mengecek dan terbukti. a�?Itu baru pelayanan di RSUD. Belum lagi masyarakat pada umumnya,a�? sindir Supli.

Ia pun mempertanyakan penggunaan dana hibah, yang digelontorkan pusat melalui Kementerian Keuangan. Khususnya, menyangkut sambungan pelanggan baru. Karena ia tidak ingin, menambah pelanggan, justru mengurangi pelayanan air bersih.

Saat ini saja, kata Supli sebagian pelanggan seringkali mengeluhkan pelayanan air bersih PDAM yang macet berhari-hari. Di satu sisi, pembayaran rekening PDAM tidak bisa ditunda-tunda. a�?Kami minta PDAM menjawab seluruh persoalan ini,a�? tegasnya.

Menanggapi hal itu, Direktur Utama PDAM Loteng Lalu Kitab mengakui kelemahan pelayanan air bersih di RSUD Praya. Itu terjadi, kata Kitab bukan karena faktor kesengajaan, melainkan murni persoalan teknis. Sebut saja, pipa yang seringkali bocor hinggaA� debit air mulai berkurang.

Untuk mengatasinya, kata Kitab PDAM menyarankan RSUD membangun pengolahan air bersih sendiri, melalui sumur bor dan sumur manual. Jika mengandalkan PDAM, cukup sulit. Apalagi, masih banyak pelanggan yang merasakan hal yang sama. a�?Mau bagaimana lagi, begitulah kondisi kami,a�? keluhnya, terpisah.

Sementara itu, Wakil Bupati Lalu Pathul Bahri berharap, cepat atau lambat pelayanan air bersih PDAM akan berjalan lancar. Apalagi, PDAM mendapatkan catatan positif dari pusat. Terbukti, mereka memperoleh lagi bantuan dana hibah di tahun ini.

Bantuan itu pun, tambah Pathul secara langsung mewajibkan Pemkab dan dewan merevisi Perda Nomor 7 Tahun 2017, untuk kedua kalinya. a�?Ini salah satu poin keberhasilan PDAM. Terhadap kekurangan yang ada, Insya Allah akan dibenahi,a�? ujar orang nomor dua di Gumi Tatas Tuhu Trasna tersebut.(dss/r2)

Berita Lainnya

Jasad Bayi Membusuk di Bukit Korea

Redaksi LombokPost

Polda NTB Berikan Data Penyidikan ke Bareskrim

Redaksi LombokPost

Waspada Banjir Kiriman!

Redaksi LombokPost

Jangan Larang Anak-Anak Masuk Masjid

Redaksi LombokPost

Dinas Pendidikan Loteng Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan

Redaksi LombokPost

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost

Sosialisasikan Migrasi Aman Dengan Drama Rudat

Redaksi LombokPost

Sukiman Ungkap Kekecawaan di Hari Pahlawan

Redaksi LombokPost

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post