Lombok Post
Metropolis

Kalau Mau Tegas, Jangan Setengah-setengah!

bangunan
SALAH: Salah Satu ruko di Jalan Sriwijaya yang memajang dagangannya hingga ke pinggir jalan, kemarin (16/9).

MATARAM – Langkah tegas Pemerintah Kota Mataram melakukan penertiban bangunan yang menyerobot area parkir di Jalan Airlangga mendapat apresiasi banyak pihak. Namun a�?ketegasana�? itu hanya untuk enam bangunan saja. Tak heran, sikap ini dianggap setengah hati oleh sejumlah kalangan.

a�?Kalau mau tegas, jangan setengah-setengah,a�? sindir Rian, salah seorang warga.

Dia lantas menunjukkan satu lokasi di Jalan Sriwijaya. Di sana, sejumlah ruko yang menjual meubeler terang-terangan memajang dagangannya di area publik yang seharusnya menjadi area parkir. Bahkan salah satu ruko memasang atap hingga pedestrian yang menjadi hak pejalan kaki.

a�?Ini bukan sekadar serobot area parkir, tapi sudah serobot trotoar,a�? ujarnya.

Pengamat Perkotaan Agus Mulyadi mengatakan pelanggaran yang ada di Mataram umumnya karena kurangnya pengawasan dari pemerintah. Hal tersebut berdampak pada ketidakpatuhan sejumlah pihak pada aturan yang ada.

Staf Pengajar di STKIP Hamzanwadi Pancor itu juga mengatakan izin terkait syarat termasuk Amdal sangat mudah diperoleh. Bahkan ada juga yang sudah berani membangun dengan sejumlah pelanggaran ketika izin belum dikantongi. Hal tersebut menurutnya makin diperparah dengan kurangnya pengetahuan dari aparat dan pemangku kebijakan terkait.

a�?Sehingga kesannya cuek terhadap pelanggaran yang ada,a�? katanya.

Dalam kasus yang lebih besar dari sekadar pelanggaran area publik, ia mensinyalir pelanggaran RTRW sarat muatan politis. Berlindung dengan beragam alasan semisal PAD, pelanggar besar seolah dibiarkan bahkan diberi karpet merah untuk menyalahi aturan yang ada.

a�?Intinya aturan harus ditegakkan dengan maksimal dan tegas,a�? ujarnya.

Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana menolak dikatakan tebang pilih dan membiarkan pengusaha besar melanggar aturan. Dia lantas mencontohkan penutupan paksa KFC Pejanggik adalah bukti nyata sikap pemerintah yang tegas pada pihak manapun.

a�?Bayangkan, kalau kita mau tutup mata, sudah dua tahun lalu mereka beroperasi,a�? jawabnya.

Menurut Kadis Tata Kota HL Junaedi, penegakan terhadap area publik kini menjadi fokus utamanya. Namun keterbatasan kemampuan membuat pihaknya bekerja bertahap dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

a�?Nantinya semua tentu akan kita sisir,a�? janjinya. (yuk/r3)

Berita Lainnya

Tolong, Jangan Masuk Angin!

Redaksi LombokPost

Volume Monumen Tak Sesuai Kontrak, Rekanan Didenda Rp 1,2 Juta Perhari

Redaksi LombokPost

Baginya, yang Penting Jangan Mengemis!

Redaksi LombokPost

Ibu Kota kok Kotor?

Redaksi LombokPost

Pemkot Optimis Semua Formasi Terisi

Redaksi LombokPost

Lahan Belum Beres, Pemkot Usulkan Rusunawa Nelayan

Redaksi LombokPost

Bukan Gertak Sambal! Ormas Ancam Turun Tertibkan Tempat Maksiat

Redaksi LombokPost

Lima Spa Abal-Abal Ditertibkan

Redaksi Lombok Post

Bunuh Diri kok Hobi

Redaksi Lombok Post