Lombok Post
Headline Metropolis

Dinikahi Perjaka Selagalas, Gadis Jerman Ngotot Nyongkolan

mempelai-wanita2
SEMRINGAH : Johanna (berias pengantin) tampak cantik dan anggun saat nyongkolan di sekitar Sweta Mataram, Minggu (18/9)

MATARAMA� a��A� Warga Selagalas, Kelurahan Selagalas, Cakranegara dibuat heboh oleh pernikahan pasangan lintas negara. Pernikahan itu terjadi antara, Muhammad Anwir, perjaka 29 tahun asal Selagalas, Warga Negara Indonesia (WNI) dengan Johanna Rebekka Katrin Veil, gadis 30 tahun, warga negara Jerman.

a�?Ini pernikahan yang unik,a�? tutur salah satu tokoh masyarakat yang juga anggota DPRD Kota Mataram asal Selagalas Ali Iswandi.

Yang membuat masyarakat heboh dengan pernikahan dua warga negara ini adalah karena konon, Johannalah yang ngotot ingin diarak keliling nyongkolan. Ia bahkan menolak resepsi pernikahan ala modern.

Keinginan gadis 30 tahun asal Jerman ini diperlakukan sama dengan pengantin Lombok pada umumnya karena ia mengaku sangat cinta dengan budaya dan adat-istiadat Lombok.

a�?Jadi dulu itu kita sering adakan pentas tari gandrung, gamelan dan kesenian-kesenian lain disini, nah (pengantin) wanitanya ini, kerap datang bersama Anwir ini,a�? tutur dia.

Pernikahan pasangan lintas negara ini baru pertama terjadi di Selagalas. Tentu saja, ini jadi tontonan menarik bagi masyarakat sekitar. Ratusan masyarakat terlihat banyak berkumpul di banyak titik sambil menunggu iringan pengantin melintas.

a�?Kita tentu apresiasi, ini sangat menarik. Jadi stigma kita bergaul dengan orang asing itu tidak selalu buruk. Pernikahan antara Anwir dengan Johanna ini bisa jadi contoh baik, yang akhirnya mereka mau pertahankan adat-istiadat dan budaya luhur kita,a�? imbuhnya.

Ali melanjutkan, banyak manfaat lain dari pernikahan antarnegara ini. Di antaranya hubungan silaturahmi yang semakin luas. Jaringan informasi pun semakin luas. Namun yang paling positif adalah, pernikahan antara Anwir dengan Johanna bisa merubah pandangan banyak orang, jika bergaul dengan orang asing hanya akan bawa dampak negatif saja.

Dari informasi yang dihimpun Koran ini, Johanna dan Anwir kabarnya pertama kali bertemu di Gili Trawangan. Anwir yang berprofesi sebagai guide betemu dengan Johanna yang datang untuk melancong ke Gili. Sejak itu, di antara mereka tumbuh benih-benih cinta. Pada akhirnya mereka memutuskan diri untuk menikah setelah tiga tahun lamanya saling mengenal karakter satu sama lain.

a�?Ya kurang lebih tiga tahun itu mereka pacaran, sampai akhirnya memutuskan menikah,a�? kata salah satu keluarga yang enggan dikorankan namanya.

Ayah Anwir sudah lama meninggal dunia. Sebaliknya, Johanna, ibunya telah tiada. Anwir juga diceritakan pernah ke Jerman. Sampai akhirnya memastikan ia akan menikahi Johanna. Setelah pernikahan ini, keduanya memutuskan untuk hidup dan membina keluarga bahagia di tempat awal kali mereka bertemu, Gili Trawangan.

a�?Tinggal di Gili Trawangan. Anwir kan kerja di sana, Johanna juga kabarnya dapat pekerjaan di gili, jadi mereka putuskan untuk tinggal disana,a�? tandasnya. (zad/r3)

Berita Lainnya

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Ogah Berniaga di Jalan Niaga

Redaksi LombokPost

Masih Banyak Warga Loteng Buang Air Besar Sembarangan

Redaksi LombokPost

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

Redaksi LombokPost

Ahli: Penangkapan Muhir Bukan OTT

Redaksi LombokPost

Pola Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma’ruf Serupa

Redaksi LombokPost