Lombok Post
Bima - Dompu

Kolonel Rudi Siap Mundur dari TNI

BIMA--Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTB masih dua tahun lagi. Namun, Kolonel CZi Lalu Rudi Irham Srigede mengatakan diri siap untuk maju. ''Jika masyarakat mendukung, tidak mungkin saya tolak,'' katanya pada Radar Tambora (Lombok Post Group) saat ditemui di Hotel Mutmainah, kemarin. Kesiapannya untuk maju pada Pilgub 2018 mendatang sudah bulat. Saat ini pihaknya mulai menggalang dukungan dari masyarakat. ''Apakah maju melalui partai atau jalur independen, kita lihat nanti. Tapi kalau disuruh memilih, saya lebih cenderung maju dengan partai politik,'' ujarnya. Menurut mantan Komandan Korem 162 Wirabhakti ini, jika maju dengan partai politik sudah jelas dukungan massa. Beda dengan jalur independen, harus menggalang dukungan yang tidak sedikit. Keinginannya maju pada pilgub, karena selama menjadi Danrem banyak tokoh masyarakat yang mendorongnya. Ia menganggap hal itu sebagai bukti adanya harapan dan kepercayaan masyarakat. ''Sekarang saya sudah di Bali sebagai Irdam IX Udayana. Saya tetap memberikan konstribusi pemikiran untuk kemajuan NTB,'' terangnya. Soal partai pendukung, diakui sudah ada beberapa yang sudah memberikan lampu hijau. Tapi, masih dikomunikasikan lebih lanjut. ''Saat ini saya perkuat komunikasi dengan semua partai,'' ujarnya. Bagaimana dengan posisinya di militer? Rudi mengatakan, jika masyarakat mendukung, jabatan itu akan dia tinggalkan. Karena bagi aparatur sipil negara (ASN), TNI dan Polri harus mundur. ''Ini yang sedang saya kaji. Karena sebagai anggota TNI aktif saya harus mengundurkan diri,'' katanya. Rudi mengatakan, keinginannya untuk maju pada Pilgub NTB bukan tanpa sebab. Darah politik mengalir dalam tubuhnya sebagai anak mantan Wakil Gubernur NTB. ''Saya ingin berbuat lebih banyak untuk masyarakat NTB,'' akunya. Jika ia diberikan kesempatan untuk memimpin NTB ada beberapa aspek penting yang harus segera dibenahi. Antara lain soal keamanan. ''Kenapa keamanan? Karena kita butuh ketenangan. Jika tidak, bagaimana kita bisa bekerja,'' jelasnya. Menurutnya, investasi tidak akan aman jika terus terjadi gejolak di daerah. Begitu juga perputaran ekonomi masyarakat. ''Kasus yang sering terjadi selama ini di NTB adalah konflik antar kampung,'' sebutnya. Sehingga keamanan harus diperkuat. Dengan cara membangun komunikasi aktif yang melibatkan semua tokoh yang ada. ''Termasuk memperkuat koordinasi FKPD (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah),'' pungkasnya. (dam/r4)

BIMAA�– Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTB masih dua tahun lagi. Namun, Kolonel CZi Lalu Rudi Irham Srigede mengatakan diri siap untuk maju. ”Jika masyarakat mendukung, tidak mungkin saya tolak,” katanya pada Radar Tambora (Lombok Post Group) saat ditemui di Hotel Mutmainah, kemarin.

Kesiapannya untuk maju pada Pilgub 2018 mendatang sudah bulat. Saat ini pihaknya mulai menggalang dukungan dari masyarakat.

”Apakah maju melalui partai atau jalur independen, kita lihat nanti. Tapi kalau disuruh memilih, saya lebih cenderung maju dengan partai politik,” ujarnya.

Menurut mantan Komandan Korem 162 Wirabhakti ini,A� jika maju dengan partai politik sudah jelas dukungan massa. Beda dengan jalur independen, harus menggalang dukungan yang tidak sedikit.

Keinginannya maju pada pilgub, karena selama menjadi Danrem banyak tokoh masyarakat yang mendorongnya. Ia menganggap hal itu sebagai bukti adanya harapan dan kepercayaan masyarakat.

”Sekarang saya sudah di Bali sebagai Irdam IX Udayana. Saya tetap memberikan konstribusi pemikiran untuk kemajuan NTB,” terangnya.

Soal partai pendukung, diakui sudah ada beberapa yang sudah memberikan lampu hijau. Tapi, masih dikomunikasikan lebih lanjut.

”Saat ini saya perkuat komunikasi dengan semua partai,” ujarnya.

Bagaimana dengan posisinya di militer? Rudi mengatakan, jika masyarakat mendukung, jabatan itu akan dia tinggalkan. Karena bagi aparatur sipil negara (ASN), TNI dan Polri harus mundur.

”Ini yang sedang saya kaji. Karena sebagai anggota TNI aktif saya harus mengundurkan diri,” katanya.

Rudi mengatakan, keinginannya untuk maju pada Pilgub NTB bukan tanpa sebab. Darah politik mengalir dalam tubuhnya sebagai anak mantan Wakil Gubernur NTB.

”Saya ingin berbuat lebih banyak untuk masyarakat NTB,” akunya.

Jika ia diberikan kesempatan untuk memimpin NTB ada beberapa aspek penting yang harus segera dibenahi. Antara lain soal keamanan.

”Kenapa keamanan? Karena kita butuh ketenangan. Jika tidak, bagaimana kita bisa bekerja,” jelasnya.

Menurutnya, investasi tidak akan aman jika terus terjadi gejolak di daerah. Begitu juga perputaran ekonomi masyarakat.

”Kasus yang sering terjadi selama ini di NTB adalah konflik antar kampung,” sebutnya.

Sehingga keamanan harus diperkuat. Dengan cara membangun komunikasi aktif yang melibatkan semua tokoh yang ada.

”Termasuk memperkuat koordinasi FKPD (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah),” pungkasnya. (dam/r4)

Berita Lainnya

IKKB Papua Barat Bantu Korban Gempa

Redaksi LombokPost

Etos Kerja Harus Meningkat selama Ramadan

Pemkot Bima Lanjutkan Perbaikan Infrastruktur Sisa Banjir

Redaksi LombokPost

Miliki Sabu, IRT Diringkus

Ops Ketupat Gatarin 2018 Dimulai

Masih Ditemukan Makanan Kedaluwarsa

Penataan Ama Hami Dilanjutkan

Berkas Ketua PDIP Kota Bima Dilimpahkan ke Kejaksaan

Redaksi LombokPost

KPU Kota Bima Mulai Lipat Surat Suara