Lombok Post
Sumbawa

RSUP Sering Kekurangan Obat

SUMBAWA – Komisi IV DPRD Kabupaten Sumbawa menyoroti pelayanan Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Rujukan di Sumbawa. Khususnya pelayanan terhadap terhadap pasien peserta BPJS.

Menurut juru bicara Komisi IV DPRD Sumbawa Khaeruddin, kasus yang sering terjadi selama ini terkait masalah ketersediaan obat. Pasien yang menjalani rawat inap (opname) maupun rawat jalan selalu dihadapkan dengan kata “kekurangan obat”. Sehingga harus membelinya di luar rumah sakit.

Sementara untuk membeli obat di luar, selain jaraknya yang cukup jauh, harus pula memiliki uang yang cukup. Padahal bagi pengguna kartu BPJS, seharusnya tidak lagi mengeluarkan biaya untuk membeli obat. Karena sudah menjadi tanggung jawab rumah sakit.

“Perlu diingiat kesembuhan pasien juga dipengaruhi oleh kenyamanan pelayanan dan kondisi psikologis pasien tersebut. Kalaupun ada uang, pasien atau keluarga pasien harus menunggu uang pengganti resep hingga jangka waktu enam bulan sampai enam bulan lamanya,” paparnya.

Komisi IV berharap pihak menajemen RSUP di Sumbawa bisa memperbaiki pelayanan. Selain itu pihak manajemen juga harus mampu melahirkan terobosan baru. Terutama untuk bisa bisa mengimbangi jumlah pasien dengan ketersediaan obat yang ada. (aen/r4)

 

Berita Lainnya

Dana Bantuan Korban Gempa Cair Pekan Ini

Redaksi LombokPost

Perpustakaan Cempi Jaya Banggakan Dompu

Redaksi LombokPost

Minyak Sumbawa Sangat Layak Menasional

Redaksi LombokPost

Puluhan Lampu Terpasang, Kota Bima Semakin Terang

Redaksi LombokPost

KPU Dompu Publikasikan Daftar Caleg Sementara

Redaksi LombokPost

Pelayanan RSUD Sumbawa Mulai Dibenahi

Jalan Teladan-Kelawis dan Batu Rotok Tuntas

Berkas SMKN Lunyuk Dikirim ke Kejaksaan

Istri Jadi TKW, GT Hamili Anak Kandungnya