Lombok Post
Sumbawa

Tiga TKW Sumbawa Lolos dari Suriah

ilustrasi TKW

SUMBAWA a�� Konflik berkepanjangan yang terjadi di Suriah dirasakan juga para tenaka kerja wanita (TKW) asal Indonesia. Bahkan tiga orang TKW yang teridentifikasi dari Kabupaten Sumbawa sempat terjebak di medan konflik. Tapi kini, ketiga TKW itu berhasil keluar dari lokasi konflik.

”Mereka sudah dipulangkan dan tiba di Jakarta Jumat (16/9),” kata Kabid Penempatan Tenaga Kerja, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumbawa, Zainal Arifin, Sabtu (17/9).

Ketiga TKW asal Sumbawa ini teridentifikasi bernama Endang Nursalim asal Desa Sebedo, Kecamatan Utan. Endang berangkat melalui jalur resmi dan telah bekerja selama delapan tahun empat bulan.

TKW lainnya adalah Yanti Rul Mukmin asal Desa Jorok, Kecamatan Utan. Yanti berangkat ke Suriah melalui jalur perorangan dan telah bekerja selama tiga tahun. Kemudian Rahayu binti Kalamuddin Sandrang TKW asal Desa Gunung Setia Kecamatan Ropang. Rahayu sudah bekerja selama lima tahun di Suriah.

”Mereka terpaksa diungsikan KBRI di Suriah karena khawatir terkena dampak dari perang saudara di negara itu. Alhamdulillah mereka bisa pulang dalam keadaan selamat,” katanya.

Arifin mengungkapkan, hak mereka berupa gaji sudah diselesaikan semua dan tidak ada lagi persoalan. Untuk kepulangannya ke kampung halamannya masing-masing, pihaknya telah berkoordinasi dengan BNP2TKI dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Disnakertrans Sumbawa juga sudah berkomunikasi dengan tiga TKW tersebut dan pihaknya siap melakukan pendampingan. Kemungkinan BP3TKI yang akan menjemput ketiganya di Bandara Internasional Lombok (BIL). Kemudian diantar ke Sumbawa dan diserahkan kepada Disnakertrans Sumbawa. Selanjutnya Disnakertrans akan mendampingi dan menyerahkannya mereka kepada keluarganya masing-masing.

Arifin mengaku pihaknya tidak mengetahui berapa TKI asal Sumbawa yang bekerja di Suriah maupun di negara konflik lainnya. Sebab rata-rata mereka berangkat sebelum Disnakertrans menggunakan sistem online. Hal ini membuat mereka sulit dilacak karena memang datanya tidak tercatat.

Namun setelah sistem online diterapkan, pihaknya dapat mengetahui berapa jumlah dan dimana TKI asal Sumbawa yang berangkat secara resmi berada. Bahkan melalui sistem ini juga TKI yang bekerja melebihi masa kontrak atau overstay bisa teridentifikasi. (run/r4)

 

Berita Lainnya

Dana Bantuan Korban Gempa Cair Pekan Ini

Redaksi LombokPost

Perpustakaan Cempi Jaya Banggakan Dompu

Redaksi LombokPost

Minyak Sumbawa Sangat Layak Menasional

Redaksi LombokPost

Puluhan Lampu Terpasang, Kota Bima Semakin Terang

Redaksi LombokPost

KPU Dompu Publikasikan Daftar Caleg Sementara

Redaksi LombokPost

Pelayanan RSUD Sumbawa Mulai Dibenahi

Jalan Teladan-Kelawis dan Batu Rotok Tuntas

Berkas SMKN Lunyuk Dikirim ke Kejaksaan

Istri Jadi TKW, GT Hamili Anak Kandungnya