Lombok Post
Pendidikan

Parah, BSM Dipalak Oknum Guru

PEMALAKAN: Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTB Adhar Hakim (tengah) memberi keterangan terkait pemalakan uang BSM , kemarin (20/9).

MATARAM a�� Ombudsman RI Perwakilan NTB menangkap tangan pemalakan dana bantuan siswa miskin (BSM) oleh oknum guru salah satu SD di Kecamatan Kediri Lombok Barat (Lobar). Pemalakan ini dilakukan dengan menunggu wali murid yang mencairkan dana BSM di Bank BRI wilayah Kediri Lobar.

a�?Modusnya guru menunggu wali murid mengambil uang di Bank BRI di wilayah Kediri,a�? kata Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTB Adhar Hakim pada konferensi pers pada wartawan di kantornya, kemarin (20/9).

Sekadar diketahui, jumlah BSM per murid Rp 450 ribu per tahun. Oknum guru memotong tiap siswa Rp 100 ribu. Dugaan sementara apa yang dilakukan oknum guru ini perintah dari kepala sekolah.

Adhar sendiri belum mau menyebutkan sekolah yang memalak. Oknum guru tidak bisa mengelak karena ada bukti rekaman.

a�?Ini jelas tindakan pidana,a�? ucapnya.

Dijelaskan, A�pemalakan yang dilakukan kemungkinan berjalan masif. Bukan hanya di Kecamatan Kediri, bisa saja juga di kecamatan lain.

a�?Tapi belum terbongkar,a�? ujarnya.

Adhar menyesalkan, bantuan yang dipotong adalah hak siswa miskin. Bisa jadi, bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang rekeningnya langsung ke sekolah terjadi kasus serupa.

a�?Ini saja yang rekeningnya siswa bisa diambil. Apalagi yang langsung dari sekolah,a�? terangnya.

Lebih lanjut, tidak dipungkiri pemotongan yang dilakukan berdasarkan kesepakan. Meski begitu, arah adanya tekanan supaya orang tua mau menyerahkan uang menyeruak.

a�?Kalau tak mau maka anak akan jadi korban di sekolah,a�? ujarnya.

Terkait permasalahan ini, Adhar menyebut, akan berkomunikasi dengan pemerintah Kabupaten Lobar melalui bupati.

a�?Kedepan tidak ada lagi tindakan yang tidak terpuji ini,a�? imbuhnya.

Sementara itu Anggota Ombudsman RI Perwakilan NTB Sahab menambahkan, pihaknya sengaja merekam supaya pelakunya tidak bisa mengelak. Informasi didapatkan, wali murid memberikan dana ini karena kesepakatan. Dugaan ada tekanan dari guru. Rencana uang itu dipakai untuk subsidi pakaian siswa baru.

a�?Masak siswa baru pakaian diminta dari BSM. Ini kan tidak masuk akal,a�? katanya. (jay/r9)

Berita Lainnya

Kasek Harus Memiliki Sertifikat Cakep Nasional

Redaksi LombokPost

500 Mahasiswa UNW Ikuti PERTAMA

Redaksi LombokPost

Jurusan Pertanian SMKN 7 Mataram Kurang Diminati

Redaksi LombokPost

KBM di Kota Mataram Mulai Normal

Redaksi LombokPost

Bantuan Kemendikbud Untuk Guru PNS Rp 1,5 Juta, Honor Rp 2 Juta

Redaksi Lombok Post

Bhayangkari Percantik Taman Baca di Pesisir Pantai

Redaksi LombokPost

Sintya, Siswi MAN 1 Mataram Juara Ajang KSM Bidang Fisika

Redaksi LombokPost

SMAN 10 Mataram Kekurangan Siswa

Redaksi LombokPost

Dua Siswa Lotim Masuk Tim Paskibraka Nasional

Redaksi LombokPost