Lombok Post
Metropolis

Pelabuhan Gili Mas Bikin Cemas

PELABUHAN BARANG: Tampak aktivitas penurunan barang di Pelabuhan Lembar Lombok Barat, Senin (19/9).

MATARAMA�– Hingga kemarin, belum ada kepastian kapan Pelabuhan Gili Mas di Lombok Barat akan dibangun. Pemprov NTB masih harap-harap cemas menunggu kebijakan pemerintah pusat. Sebab Kementerian Perhubungan belum menyetujui Rencana Induk Pelabuhan (RIP) untuk proyek tersebut. a�?Begitu RIP keluar langsung lari (membangun) dia Pelindo,a�? kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB Lalu Bayu Windya, kemarin (20/9.)

Rencananya, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III akan membangun pelabuhan baru dengan nama Gili Mas New Port. Lokasinya berada di Gili Mas, Kecamatan Lembar, tidak jauh dari Pelabuhan Lembar saat ini. Awalnya, pelabuhan ini direncanakan mulai dibangun tahun 2016 dan bisa digunakan tahun 2018. Tapi sampai saat ini belum ada aktivitas pembangunan di lokasi tersebut.

Bayu mengatakan, pihaknya terus mendorong agar Pelabuhan Gili Mas segera dibangun. Pembebasan lahan seluas 50 hektare sudah dilakukan PT Pelindo sendiri. Sementara rekomendasi-rekomendasi yang dibutuhkan dari Pemprov NTB sudah dipenuhi, termasuk dari segi tata ruang dan sebagainya. Sekarang tinggal menunggu keputusan pemerintah di Jakarta. a�?Bola di tangan pusat,a�? katanya.

Bayu memastikan, pembangunan Pelabuhan Gili Mas murni akan dibiayai PT Pelindo III. Mulai dari pembebasan lahan hingga pembangunan fisik pelabuhan, dengan nilai investasi diperkirakan mencapai Rp 1 triliun.

Sementara pemerintah daerah hanya mengeluarkan beberapa rekomendasi. Artinya, dari sisi finansial investor sudah sangat siap. Tetapi semua itu tidak bisa dilakukan tanpa ada izin kementerian.

Ia memperkirakan, jika pelabuhan ini terbangun, maka Lombok akan didarati kapal-kapal generasi ketiga dengan kapasitas besar dan kapal pesiar yang membawa ribuan wisatawan asing. Beberapa waktu lalu, sekitar 4.700 penumpang kapal pesiar datang ke Lombok, tapi yang turun hanya 1.700 orang. Sementara yang lain memilih diam di dalam kapal karena untuk mendarat mereka harus diangkut menggunakan kapal kecil ke Pelabuhan Lembar.

a�?Tapi kalau menyandar mereka akan turun semua, belanja semua,a�? katanya.

Ia memastikan, pelabuhan ini tidak akan mengganggu aktivitas pelabuhan komerisal yang ada. Pelabuhan yang ada saat ini tidak bisa digunakan karena hanya memiliki kedalaman kurang dari minus 10 Low Water Spring (LWS). Sementara lokasi Gili Mas dipilih karena memiliki kedalaman perairan minus 16 sampai minus 18 LWS. Sehingga kapal dengan kapasitas besar dapat langsung menurunkan penumpang. (ili/r7)

 

Berita Lainnya

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost

Ayo, Keruk Sungai Ancar!

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Harus Nabung Stok Sabar

Redaksi LombokPost

Pol PP Mengeluh Lagi

Redaksi LombokPost

Evi: Kasihan Pak Sudenom

Redaksi LombokPost

Yang Lolos TKD Jangan Senang Dulu!

Redaksi LombokPost

Sekolah Sesak, ABK Terdesak

Redaksi LombokPost

Belum Satu pun Rumah Tahan Gempa yang Terbangun

Redaksi LombokPost