Lombok Post
Headline Tanjung

Pemkab Terkendala Lahan

TANJUNG – Pasar seni di Gili Trawangan akan dikembangkan Pemkab Lombok Utara. Hal ini diungkapkan Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar. Namun pengembangan pasar seni ini terkendala persoalan tanah dengan Lombok Barat (Lobar).

a�?Kita akan maksimalkan pasar seni yang ada di Trawangan. Tapi masih ada persoalan tanah dengan Lobar, ini yang harus diselesaikan dulu,a�? ujarnya.

Najmul menegaskan, penyelesaian persoalan tanah dengan Lobar ini akan diselesaikan secara baik-baik. Meskipun jika melihat secara legal standing, tanah ini sudah diserahkan ke Lombok Utara.

Tanah ini sudah diserahkan melalui UU Nomor 26 Tahun 2008 tentang pemekaran daerah. a�?Tidak ada dalam UU itu pengecualian, misalnya kecuali tanah di Trawangan atau di Amor-Amor. Itu tidak ada dalam aturan. Kalau memang ada silang pendapat, kami ingin ini diselesaikan baik-baik,a�? tandasnya.

Untuk diketahui, saat ini beberapa aset yang ada di Lombok Utara masih belum diserahkan Lobar selaku daerah induk. Sampai saat ini belum ada kata sepakat dari Lobar untuk menyerahkan aset yang diakuinya kepada Lombok Utara sebagai daerah pemekaran.

a�?Sekarang ini kami serahkan kepada Irwas Kemendagri. Silakan kami diatur itu yang kami sampaikan ke pusat. Jangan katakan kami tidak berbakti kepada orang tua (Lobar),a�? cetusnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Lombok Utara Tusen Lasima mendorong pengembangan pasar seni di Trawangan. Hanya saja, mesti dipertimbangkan di mana lokasi yang menurutnya sentral.

Tusen juga mengungkapkan usulan agar pasar seni sebaiknya dibangun di daratan, tidak di tiga gili. Pasalnya, saat ini tiga gili sudah sangat ramai dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Untuk itu perlu dibuat suatu hal yang bisa menyedot wisatawan untuk mengunjung objek yang ada di daratan Lombok. a�?Kita setuju, tetapi harus dipikirkan di mana posisi strategisnya. Jangan sampai sudah dibangun malah tidak terurus. Tiga gili kan sudah ramai dikunjungi wisatawan, seharusnya kita berpikir mengarahkan mereka ke daratan,a�? pungkasnya. (puj/r7)

Berita Lainnya

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost

50 Orang Dilatih Jadi Aplikator Risha

Redaksi LombokPost

Rekruitmen P3K Diharapkan Bisa Mulai Tahun Depan

Redaksi LombokPost

Kantor Sementara DPRD Mulai Dibangun

Redaksi LombokPost

Warga Dusun Boyotan Terancam Tak Dapat Rp 50 Juta

Redaksi LombokPost

Baru 40 Sekolah Rusak Berat Dirobohkan

Redaksi LombokPost