Lombok Post
Giri Menang

Perketat Pintu Masuk Lobar-KLU

PISAH SAMBUT: Kapolres Lombok Barat AKBP I Wayan Jiartana saat menyalami personil polres Lobar di Mapolres, kemarin (20/9).

GIRI MENANG – Kapolres Lombok Barat (Lobar) AKBP I Wayan Jiartana akan memperketat pengawasan di sejumlah pintu masuk Lobar terutama di Pelabuhan Lembar. Pihaknya sudah menambah armada kapal pengawas untuk polisi air.

Hal itu dikatakan Jiartana usai pengenalan dan perpisahan di Aula Pratama Mapolres Lobar, kemarin (20/9). Pisah sambut berlangsung antara AKBP Wengky Adhitiyo yang kini sebagai Kapolres Lombok Timur dengan I Wayan Jiartana.

Dia menegaskan, akan melakukan konsolidasi internal termasuk mengevaluasi sejumlah program untuk ditindak lanjuti. Pemetaan wilayah dengan menerapkan zonasi juga akan diterapkan untuk memastikan kondisi kamtibmas tetap terjaga.

“Tentu akan kita awali dengan program yang terencana dan konsolidasi langsung secara internal,” kata I Wayan Jiartana kepada wartawan, kemarin (20/9).

Selain itu, pihaknya juga akan lebih memperhatikan kondisi kamtibmas dua kabupaten yakni Lobar dan Kabupaten Lombok Utara (KLU). Terlebih KLU masih menjadi daerah hukum Polres Lobar.

Ke depan, kata dia, pengawasan wilayah KLU juga lebih dimaksimalkan. Dia menilai selama ini wilayah hukum Polres Lobar cukup kondusif.

Jiartana optimis kondisi itu terus terjaga dengan baik. Kerjasama antara masyarakat dengan penegak hukum harus harmonis.

Proses pisah sambut dilakukan secara sederhana yakni dengan diiringi tabuhan gendang beleq. Sejumlah A�personel polisi di lingkup Polres Lobar berbaris dan menyalami Wengky sebelum meninggalkan Mapolres.

Dalam kesempatan itu, AKBP Wengky Adhitiyo meminta kepada Kapolres baru untuk menindaklanjuti sejumlah program yang telah dilaksanakan. Terutama keamanan dan ketertiban masyarakat (Kantibmas) menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada bulan Desember mendatang.

Termasuk tetap melanjutkan program seperti IT, pemasangan CCTV di titik-titik rawan. Juga terhadap kasus tindak pidan korupsi yang saat ini dilakukan penyelidikan seperti bantuan sejuta sapi (BSS) Desa Banyu Mulek Kecamatan Kediri dengan nomen-klatur Rp 750 juta dan landscape Lombok Utara senilai Rp 1 miliar lebih termasuk dugaan penyelewengan lainnya.

“Saya yakin kapolres yang baru dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Memang ada beberapa yang harus dituntaskan termasuk persiapan menjelang Pilkades,” tandas dia. (tan/r5)

Berita Lainnya

Kemenag Belum Terima Edaran Terkait Kartu Nikah

Redaksi LombokPost

Harga Kedelai dan Kacang Tanah Melonjak

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Tiga Desa dan Dua Sekolah Diaudit Khusus

Redaksi LombokPost

PJU di PLTU Jeranjang Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Pemancing Diduga Hanyut di Perairan Labuan Poh

Redaksi LombokPost

Sinyal Mutasi Makin Menguat

Redaksi LombokPost

Sekolah Terdampak Gempa Belum Diperhatikan

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Butuh Lebih Banyak Huntara

Redaksi LombokPost