Lombok Post
Metropolis

Taman Udayana Jadi “Depo Sampah”

udayana
MENUMPUK: Sejumlah tumpukan sampah di bagian dalam Udayana yang dibiarkan begitu saja, kemarin(20/9).

MATARAMA�– Bagian dalam Udayana, dekat tugu Bumi Gora yang berbatasan dengan Mataram Water Park (MWP) dipenuhi tumpukan sampah. Area dekat tempat parkir sejumlah kendaraan operasional Dinas Pertamanan Mataram itu tak ubahnya depo sampah.

Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan. Sebab, kawasan tersebut bagian dari Taman Udayana dan bukan merupakan transfer depo sampah, apa lagi TPS.

Tak hanya ditumpuk hingga membentuk banyak gunungan kecil, pembakaran juga dilakukan langsung di sana. Sampah plastik, sisa dedaunan, dan aneka jenis sampah lainnya bercampur baur menjadi satu.

Beberapa pedagang mengatakan petugaslah yang membuang sampah di tempat itu. “Setahu saya petugas yang tumpuk sampahnya di sana,a�? ujar Muhammad, salah seorang pedagang.

Sayangnya Kadis Pertamanan Kota Mataram H Kemal Islam yang dua hari ini coba dihubungi tak memberikan respon. Pesan singkat yang dikirimkan Lombok Post juga tak mendapat respon. Sebagai pihak yang mengurusi masalah pertamanan, dinas itulah yang menjadi leading sektor di Udayana.

Kadis Kebersihan Kota Mataram Dedi Supriadi mengatakan hal senada. Ia menjelaskan pihaknya hanya mengurusi sampah yang ada di pinggiran jalan Udayana. Sedang sampah di area dalam bukan menjadi tupoksinya. “Kan jelas siapa yang urus taman, kalau mereka minta bantuan baru kami bisa masuk,a�? jawabnya.

Siang kemarin, Dedi disibukkan dengan pengangkutan sampah di transfer depo di Lawata, Gomong. Sejak pagi, ia memimpin pengangkutan sampah yang sudah menumpuk di sana. Sedikitnya 15 kali sejumlah truk yang disiapkan bolak-balik mengangkut sampah hingga habis.

a�?Prinsipnya kita akan angkut semua sampah yang ada,a�? ujarnya sambil terus bekerja.

Dedi mengatakan, dengan segala keterbatasan yang ada, Dinas Kebersihan terus bekerja menanggulangi masalah sampah kota ini. Mereka memilih tak ambil pusing dengan keterbatasan sarana dan memaksimalkan apa yang ada.

a�?Contohnya alat berat yang satu ini, kami punya hanya satu, sudah usang, sering macet, pengajuan alat baru ditolak, tapi kami tetap kerja,a�? curhatnya. (yuk/r5)

Berita Lainnya

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost