Lombok Post
Headline Metropolis

Pemprov Kurang Kreatif

PARIPURNA: Suasana Rapat Paripurna di DPRD NTB dengan agenda mendengar pandangan fraksi-fraksi atas nota keuangan RAPBDP 2016, kemarin (21/9).

MATARAMA�– Fraksi-fraksi DPRD NTB menyoroti lemahnya kinerja eksekutif dalam mengelola pendapatan asli daerah (PAD). Meski target pendapatan daerah naik Rp 193 miliar menjadi Rp 3,7 triliun, dewan menganggap eksekutif belum kreatif dalam meraup pundi-pundi PAD.

Hal ini diungkapkan fraksi-fraksi dewan dalam rapat paripurna dengan agenda mendengar pandangan fraksi atas nota keuangan RAPBD Perubahan NTB 2016 yang disampaikan eksekutif, Senin (19/9) lalu.

Wakil Ketua Fraksi PPP DPRD NTB Nurdin Ranggabarani mengatakan, dari total pendapatan dalam RAPBDP 2016 sebesar Rp 3,7 triliun, PAD hanya mampu menutupi Rp 1,3 triliun. Hal ini menunjukkan PAD masih sangat kecil untuk membiayani seluruh kebutuhan anggaran pembangunan. Untuk itu PPP mendorong pemerintah lebih kratif dan inovatif dalam menggali sumber PAD. Sehingga Pemprov NTB bisa merencanakan program secara lebih leluasa dan mandiri.

PPP juga menilai, saat ini realisasi PAD masih sangat rendah seperti pajak daerah, retribusi daerah dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain-lain pendapatan asli daerah yang sah. Menurutnya, potensi tersebut sebenarnya masih bisa digali lebih maksimal.

a�?Fraksi PPP meminta kepada Gubernur mengavaluasi kinerja aparatur pelaksana yang diberikan mandat mengelola sektor pendapatan,a�? imbuhnya.

Terkait pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, ia melihat masih banyak komponen pendapatan yang belum dikelola dengan baik. Khususnya laba atas penyertaan modal pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Kontribusi mereka terhadap daerah dinilai sangat minim. Atas masalah ini, PPP meminta penjelasan dari eksekutif, kenapa BUMD belum bisa memberikan kontribusi pendapatan yang signifikan pada daerah.

Anggota Fraksi Partai Gerindra H Abdul Karim dalam pandangan fraksinya juga menyoroti masih belum maksimalnya pengelolaan sumber PAD. Dari tiga jenis pajak daerah yang dikelola Pemprov NTB yakni Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), dan Pajak Air Permukaan. Khusus PKB, pengelolaannya belum optimal.

Dari hasil kunjungan ke beberapa kabupaten, masih banyak wajib pajak belum memenuhi kewajibannya. Paling tinggi realisasi sebesar 60 persen, data kendaraan juga perlu diupdate. a�?Target penerimaan PKB naik sebesar Rp 17 miliar atau 7,43 persen, kenaikan ini dari kendaraan roda dua saja, sedangkan kendaraan lain tidak,a�? ujarnya.

Gerindra juga mempertanyakan, target penerimaan pajak daerah yang meningkat 2,21 persen. Akan tetapi belanja insentif pajak daerah menurun 15,54 persen. Selain itu, retiribusi daerah naik 9,8 persen tetapi belanja insentif turun 9,26 persen. Dikhawatirkan hal ini akan menurunkan kinerja SKPD pengelola pajak.

Selain itu, menurunnya pendapatan bunga sebesar 42,71 persen dari rp 12 miliar menjadi Rp 6,8 miliar dipertanyakan. Sedangkan kondisi kas daerah menunjukkan angka cukup tinggi. a�?Hal ini menunjukkan eksekutif tidak ada usaha yang sungguh-sungguh dalam menaikkan PAD,a�? katanya.

Sementara Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD NTB Johan Rosihan mengatakan, rasio PAD terhadap total pendapatan daerah sebesar 37,64 persen. Rasio tersebut menurun jika dibandingkan dengan rasio PAD tahun 2015 sebesar 39,95 persen. Hal ini menjadi tanda adanya pelemahan fiskal daerah yang patut diwaspadai di masa mendatang. Usulan kenaikan PAD juga melemah sebesar -0,11 persen dibandingkan tahun sebelumnya. a�?PKS meminta kepada Gubernur kritis mengevaluasi capaian kinerja SKPD,a�? katanya. (ili/r7)A�A�A�

 

Berita Lainnya

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost