Lombok Post
Metropolis

Saking Dihormatinya, Kakek-Nenek pun Memanggilnya Ibu Guru

box
DICIUM: Seorang anak yatim mencium Sukini, wanita yang kerap membantunya dalam berbagai urusan, kemarin(21/9)

Pahlawan dengan kekuatan super mungkin hanya ada di komik atau film. Namun tanpa kekuatan super sekalipun, bukan berarti tak bisa membantu orang banyak. Itu dibuktikan Sukini. Berikut kisahnya.

***

A�MEMBAWA A�setumpuk berkas di tangan kirinya, sesosok wanita tampak berjalan perlahan menuju sebuah ruangan. Berkas yang banyak itu menghalangi derap langkah perempuan 52 tahun tersebut.

Bu Guru, begitu orang-orang kerap memanggil Sukini. Itu mengacu pada pekerjaannya yang memang seorang pendidik. Dia kini mengabdikan diri di sebuah PAUD kecil di Ampenan Tengah.

Namun, sapaan guru tak hanya disematkan oleh murid-muridnya. Tidak juga hanya oleh orang tua yang menyekolahkan anakknya di PAUD tempat Sukini mengajar.

Tapi, hampir semua orang yang dikenalnya memanggilnya dengan sebutan guru. Itu adalah penghargaan yang diberikan masyarakat atas beragam bantuan dan jasa yang diberikan perempuan kalem itu.

Sepintas Sukini memang tak ubahnya perempuan seusianya. Menjalani hari yang tiada spesial. a�?Dia itu pahlawan kami,a�? kata Amran, salah seorang yang mengenalnya.

Ibu satu anak itu oleh orang yang dikenalnya memanglah seorang pahlwan. Begitu berjasa dalam banyak urusan. Jangan bayangkan ia memiliki kemampuan super. Buat menyambung hidup saja sudah pas-pasan.

Namun, itu menurut Sukini bukanlah alasan untuk tak membantu sesama. Setiap hari ada saja orang yang datang padanya. Mereka umumnya dari kalangan tidak mampu.

Sukini yang seorang Sarjana Pendidikan tak mampu menolak setiap orang yang datang. Mulai dari kisah orang yang kesusahan karena keluarganya sakit hingga orang yang kesusahan untuk menyekolahkan anak-anaknya pernah dibantu. a�?Saya bisa senyum kalau sudah membantu,a�? jawabnya polos.

Padahal, dengan membantu orang miskin, ia harus merogoh koceknya. Tapi itulah Sukini. Baginya membantu orang lain adalah hobi. Ia tak pernah mengharapkan imbalan.

Kerap kali Sukini yang terenyuh justru merogoh kocek pribadi yang tak seberapa untuk membantu. Membuat kartu keluarga, membuat akta, membuat KTP, membuat BPJS, adalah sejumlah urusan administrasi yang juga kerap ditanganinya.

“Saya tak ingat bagaimana awal mulanya, yang jelas sekarang makin banyak yang datang setiap harinya,a�? ceritanya.

Sedari kecil oleh sang ayah dan ibunya, Sukini memang diajarkan untuk selalu membantu. Memberikan segenap kemampuan untuk orang yang lebih membutuhkan.

Pernah satu ketika, ia a�?mencuria�? gula di rumahnya sendiri. Dijualnya, lantas uang itu diberikan pada orang miskin yang kelaparan dekat kediamannya. a�?Ibu saya yang tahu hal itu hanya tersenyum, dia tak marah,a�? katanya mengenang masa itu.

Dia yang pernah merantau ke luar negeri bertahun-tahun lamanya, juga tetap membantu. Alih-alih mengirim materi untuk keluarga di rumah, penyuka warna merah ini justru meminta anak di rumah untuk menyisihkan setiap kirimannya. Membelikan pakaian dan makanan untuk anak yatim yang dilakukannya dari hasil merantau.

Tak hanya soal materi, Sukini juga mendedikasikan diri untuk mengajar paket A, B, C di Gatep, Ampenan Selatan. a�?Hanya itu yang bisa saya lakukan,a�? katanya merendah atas berbagai jasanya pada kaum papa.

Semua dilakukan benar-benar dengan ikhlas, nyaris tanpa sepeserpun bantuan. Cukup dengan sedekah Al-Fatihah dari orang yang dibantu, Sukini sudah bisa tersenyum bahagia.

Padahal sudah tak terhingga berapa ratus orang dari seluruh Ampenan yang sudah dibantunya. Kini, diusianya yang makin senja, ia berharap terus diberi kesehatan untuk bisa membantu sesama.

a�?Saya berharap diberi kesehatan dan kelapangan rezeki, supaya makin banyak bisa membantu orang,a�? ujarnya. (WAHYU PRIHADI/Mataram/r5) A�

Berita Lainnya

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Kurang Perhatian, Sungai Ancar Meluap

Redaksi LombokPost

SPSI Usul UMK Rp 2,13 Juta

Redaksi LombokPost

Rumah Belum Jadi, Tenda Kemasukan Air

Redaksi LombokPost

Pasca Gempa, BPS Belum Keluarkan Data Kemiskinan

Redaksi LombokPost

Kalau Lagi Mood, Lima Jam Bisa Selesai

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Longsor!

Redaksi LombokPost

Taksi Online Jangan Parkir Sembarangan!

Redaksi LombokPost

Bantuan Jadup Urung Disalurkan

Redaksi LombokPost