Lombok Post
Pendidikan

Ingat, BSM Jangan Dipotong!

KOORDINASI: Dari kiri Kepala Ombudsman Perwakilan NTB Adhar Hakim berkoordinasi dengan Kepala Dikbud Lobar H Ilham, dan Bupati Lobar H Fauzan Khalid, kemarin (22/9). Pemotongan BSM oleh guru menjadi pembahasan.

GIRI MENANGA�– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Barat turun tangan. Dinas mengecek SD di Kediri Selatan yang yang memotong bantuan siswa miskin (BSM).

a�?Dari keterangan oknum guru dengan apa yang dilakukannya ini bukan pemalakan, tapi merupakan kesepakatan wali murid penerima BSM dengan pihak sekolah,a�? kata Kabid Dikdas Dikbud Lobar Hairuddin, kemarin (22/9).

Diberitakan sebelumnya, Ombudsman Perwakilan NTB menangkap tangan oknum guru yang memalak uang BSM. Potongan tiap siswa Rp 100 ribu. Meski berdasar kesepakatan, Ombudsman NTB mensinyalir pemotongan uang karena tekanan sekolah.

Hairuddin menceritakan, saat turun ke sekolah langsung menemui guru dan komite sekolah. Ia meminta data jumlah A�murid yang menerima dana BSM. Ada 12 anak menerima BSM. Satu anak diminta Rp 100 ribu dari dana BSM dicairkan guru.

a�?Dari pengakuan guru dana ini untuk membelikan seragam murid baru yang tidak memiliki pakaian. Dimana, banyak anak yang tidak memiliki seragam layak pakai,a�? bebernya.

Kendati demikian, apa yang dilakukan sekolah ini tetap salah. Pasalnya, dana BSM ini tidak boleh dipotong. Apalagi sampai ada patokan besaran dana.

a�?Bagaimanapun sekolah ini tetap salah,a�? ujarnya.

Ditambahkan, sekolah yang A�memotong BSM merupakan salah satu sekolah berprestasi. Untuk mempertahankan prestasi tersebut, maka sekolah meminta partisipasi wali murid penerima dana BSM.

a�?Komitmen untuk mendukung ini yang dijalankan pihak sekolah,a�? aku Hairuddin.

Melihat kasus ini, kata Hairuddin, sekolah diminta tidak mengulangi lagi. Jika anggaran kurang dalam peningkatan prestasi, ia meminta sekolah membuat RAPBS dengan mengkalkulasi anggaran.

a�?Jika kurang, maka bisa minta partisipasi wali murid. Asalkan, jangan ada pemaksaan, kami juga nanti siap membantu,a�? ucapnya.

Hairuddin mengungkapkan, kasus ini harus dilihat dampak positif dan negatif. Di satu sisi apa yang dilakukan sekolah untuk peningkatan mutu dan subsidi bagi murid lain. Dinas akan memberikan pembinaan terus kepada sekolah terkait.

a�?Apapun peruntukkannya, dana ini harus diberikan full dulu kepada penerimanya,a�? tutupnya.

Sementara itu, Kepala Ombudsman Perwakilan NTB Adhar Hakim menepati janjinya untuk berkoordinasi dengan Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid. Tidak hanya dengan bupati, Adhar juga bertemu dengan Kepala Dikbud Lobar H Ilham. Foto-foto pertemuan tersebut diunggah Adhar melalui akun facebooknya. (jay/r9)

Berita Lainnya

Kasek Harus Memiliki Sertifikat Cakep Nasional

Redaksi LombokPost

500 Mahasiswa UNW Ikuti PERTAMA

Redaksi LombokPost

Jurusan Pertanian SMKN 7 Mataram Kurang Diminati

Redaksi LombokPost

KBM di Kota Mataram Mulai Normal

Redaksi LombokPost

Bantuan Kemendikbud Untuk Guru PNS Rp 1,5 Juta, Honor Rp 2 Juta

Redaksi Lombok Post

Bhayangkari Percantik Taman Baca di Pesisir Pantai

Redaksi LombokPost

Sintya, Siswi MAN 1 Mataram Juara Ajang KSM Bidang Fisika

Redaksi LombokPost

SMAN 10 Mataram Kekurangan Siswa

Redaksi LombokPost

Dua Siswa Lotim Masuk Tim Paskibraka Nasional

Redaksi LombokPost