Lombok Post
Tanjung

Setiap Tahun 200 Hektare Sawah Hilang

TANAM PERDANA: Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar (enam dari kiri) didampingi Wabup Sarifudin dan sejumlah pejabat saat melakukan penanaman perdana lahan cetak sawah baru di Desa Selengen, kemarin (22/9).

TANJUNGA�– Penanaman padi secara serentak di sawah hasil cetak baru di seluruh Indonesia dilakukan kemarin (22/9). Sawah baru seluas 750 hektare di Lombok Utara termasuk yang mulai ditanami.

Penanaman perdana sawah baru yang dilakukan di Dusun Panggung Barat, Desa Selengen, Kayangan ini dihadiri Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar, Wakil Bupati Sarifudin, Danrem 162/WB Kol Inf Farid Makruf, Kepala Pelaksana Lapangan Program sawah baru di NTB Kol CZI Ita Jayadi, Dandim 1606/Lobar Letkol Inf Ardiansyah, Kapolres Persiapan Lombok Utara AKBP Rifai, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura NTB Husnul Fauzi dan sejumlah kepala SKPD Setda Lombok Utara.

Kepala DPPKKP Lombok Utara Hermanto menjelaskan, 750 hektare lahan sawah baru ini sebagian besar berada di lahan tadah hujan. Dengan kondisi ini, sistem penanaman menggunakan sistem tugal atau membuat lubang benih.

Sistem ini dianggap efektif karena beberapa hari lalu sudah ada penanaman percobaan dan terbukti bisa tumbuh. Sawah baru ini diberikan kepada 39 kelompok tani. Dulunya lahan ini merupakan tanah bebatuan. a�?Untuk penanaman serentak hari ini (kemarin) kita lakukan di lahan seluas dua hektare. Nanti diikuti lahan berikutnya,a�? ujarnya.

Sementara itu, Danrem 162/WB Kol Inf Farid Makruf mengatakan, program perluasan cetak sawah baru ini untuk meningkatkan ketahanan pangan. Dalam program ini, petani disediakan bantuan sumur bor, bibit dan pupuk.

Petani diharapkan mau bekerja menggarap sawah baru ini demi meningkatkan kesejahteraan petani. a�?Sawah baru ini jangan dibiarkan nganggur. Kalau petani butuh bantuan katakan ke kami, Dandim, Danramil, Babinsa siap membantu,a�? ungkapnya.

a�?Semoga adanya sawah baru ini dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat kedepannya,a�? imbuhnya.

Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar mengatakan, perluasan sawah baru ini merupakan program yang tepat untuk mengimbangi semakin menyusutnya lahan produktif.

Menurut Najmul, pemerintahan sebelumnya memiliki konsep sawah abadi atau mempertahankan sawah-sawah produktif agar tidak menjadi lokasi pembangunan fisik. Tetapi kenyataanya, setiap tahun daerah kehilangan 200 hektare sawah produktif yang merupakan imbas dari dinamika pembangunan.

a�?Cetak sawah baru ini adalah cara yang tepat untuk menutupi hilangnya lahan produktif kita setiap tahun,a�? tuturnya.

Ditambahkan, petani harus bangga menjadi dengan profesinya. a�?Jadilah petani yang cerdas, Insya Allah kedepan kita harus meningkatkan produktivitas pertanian untuk meningkatkan perekonomian,a�? pungkasnya. (puj/r7)

Berita Lainnya

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Pelebaran Jalan Ganggu Distribusi Air

Redaksi LombokPost

Sekjen FPM dan BSMI Kunjungi Korban Gempa Lombok

Redaksi LombokPost

PAD Diperkirakan Sudah Tembus Rp 3 Miliar

Redaksi LombokPost

Dikpora Pertanyakan Juklak dan Juknis

Redaksi LombokPost

Warga Sekitar Tambang Khawatirkan Longsor

Redaksi LombokPost

Disbudpar dan Warga Gili Meno Gelar Mandi Safar

Redaksi LombokPost