Lombok Post
Headline Selong

Kemenag Lotim Dukung Full Day School

BELAJAR EKSTRA: Sejumlah pelajar MTsN Model Selong, Lombok Timur saat pulang sekolah usai mengikuti ujian tengah semeseter, kemarin (23/9).

MATARAMA�– Awal tahun 2017 mendatang, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bakal mengujicobakan sistem full day school. Sejumlah sekolah akan ditunjuk menjadi proyek percontohan penerapan sistem ini. Merespon kebijakan ini, Kepala Kantor A�Kemenag H Nasrudin A�Lombok Timur (Lotim) memberikan dukungan penuh.

a�?Kalau kami dari Kemenag tentu sangat mendukung kebijakan tersebut. Karena, beberapa sekolah yang ada di bawah Kemenag memang sudah menerapkannya. Bahkan bukan full day school lagi, tetapi pembelajaran 24 jam juga sudah banyak dilakukan, misalnya seperti Pondok Pesantren,a�? kata dia.

Meski kebijakan ini banyak menuai pro kontra, ia meyakini manfaat kebijakan tersebut akan sangat baik terhadap para pelajar. Terutama dalam A�memperbaiki karakter dan kepribadian generasi muda.

a�?Karena para pelajar bisa lebih banyak menghabiskan waktunya di sekolah, di pondok pesantren atau madrasah. Ini akan memberi dampak yang sangat baik bagi anak-anak karena mendapatkan pembinaan yang lebih banyak dari gurunya,a�? bebernya

A�Dengan berlakunya full day school, beban kerja guru akan menjadi lebih berat. Sehingga, bersamaan dengan kebijakan tersebut, ia berharap kesejahteraan para guru juga ikut diperhatikan.

Senada dengan hal tersebut, H Kasfi guru mata pelajaran Fiqih di MTsN Model Selong mengungkapkan komentarnya. Ia mengaku sebagai PNS ia siap menjalan kebijakan apapun dari pusat. Hanya saja, ia merasa sistem full day school ini akan member dampak terhadap guru maupun siswa. a�?Kami sebagai guru beban kerjanya tentu akan lebih besar. Selain itu, kami khawatir anak-anak akan bosan kalau terus-terusan di sekolah. Karean anak usia remaja seperti ini kan tingkat kejenuhannya tinggi,a�? ucapnya.

Meski demikian, jika sudah menjadi kebijakan A�pusat Kasfi mengaku siap melaksanakannya. Ia yakin kebijakan tersebut juga pasti akan disertai mekanisme pembelajaran yang sudah didesain dengan baik. a�?Kalau Kemenag sudah mendukung, ya MTsN Model Selong biasanya bakal jadi tolok ukur yang ditunjuk menjadi sekolah percontohan,a�? ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Dikpora Lotim Lalu Iswandi mengaku hingga saat ini belum menerima surat pemberitahuan terkait pemberlakuan full day school. Termasuk di beberapa sekolah yang akan dijadikan pilot project awal 2017 mendatang. a�?Belum ada surat resminya, jadi selama ini saya tahunya dari media saja,a�? akunya.

Meski demikian, Dinas Dikpora dalam hal ini menurutnya hanya sebagai penerus kebijakan yang ada di pusat. Sehingga, jika pusat sudah menentukan kebijakan full day school untuk dilaksanakan, maka ia mengaku siap menerapkannya di daerah. (ton/r2)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost