Lombok Post
Ekonomi Bisnis

NTP Meningkat 1,48 Persen

POTENSI: Seorang petani melintasi area tanaman tembakau di Sakra, Lombok Timur.

MATARAM – Nilai Tukar Petani (NTP) di NTB pada bulan lalu tercatat sebesar 106,26. Artinya NTP bulan Agustus mengalami peningkatan 1,48 persen bila dibandingkan dengan bulan Juli, dimana NTP tercatat sebesar 104,71.

Badan Pusat Statistik (BPS) NTB mencatat, bulan Agustus lalu Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) sebesar 106,06. Sedangkan Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) 97,12, Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) 93,31 dan Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) 119,97 serta Nilai Tukar Petani Perikanan (NTNP) 103,09.

Sedangkan Nilai Tukar Petani Perikanan (NTNP) dirinci menjadi NTP Perikanan Tangkap (NTN) tercatat 111,88 dan NTP Perikanan Budidaya (NTPi) tercatat 88,96.
a�?Sehingga total NTP pada bulan Agustus mencapai 106,26,a�? kata Kabid Stat Produksi BPS NTB Anas.

Nilai Tukar Usaha Pertanian Provinsi NTB yang diperoleh dari hasil bagi antara indeks yang diterima petani dengan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM). Pada bulan Agustus 2016 tercatat 113,95 yang berarti mengalami peningkatan 1,23 persen dibandingkan bulan Juli 2016 dengan Nilai Tukar Usaha Pertanian 112,57.

Dari 33 provinsi yang dilaporkan pada bulan Agustus 2016, terdapat 16 provinsi yang mengalami peningkatan NTP dan 17 provinsi mengalami penurunan NTP. Peningkatan tertinggi terjadi di Sumsel yaitu sebesar 1,61 persen, dimana indeks harga yang diterima meningkat hingga 1,42 persen. Sedangkan penurunan NTP terbesar terjadi di Babel yaitu sebesar 1,30 persen, di mana indeks yang diterima petani menurun sebesar 1,12 persen.

Pada bulan Agustus 2016, terjadi deflasi di daerah perdesaan di NTB sebesar 0,13 persen. Deflasi disebabkan terjadinya penurunan indeks konsumsi rumah tangga pada 4 kelompok pengeluaran yaitu kelompok Bahan Makanan (-0,50 persen), Sandang (-0,12 persen), Transportasi & Komunikasi (-0,03 persen), Pendidikan, Rekreasi & Olahraga (-0,01 persen).

a�?Sedangkan 3 kelompok lainnya mengalami peningkatan indeks yaitu kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau (0,40 persen), Kesehatan (0,35 persen) dan Perumahan (0,21 persen),a�? tandasnya. (nur/r3)

Berita Lainnya

ILBB-Ancora Foundation Bantu Korban Gempa Lombok

Redaksi Lombok Post

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post

Soft Opening Jannah Tour and Travel Meriah

Redaksi LombokPost

Masyarakat Didorong Gunakan Produk Lokal

Redaksi LombokPost

FWD Life Resmi Hadir di Lombok

Redaksi Lombok Post

Golden Palace Hotel Dikunjungi Wakil Duta Besar Australia

Redaksi Lombok Post

BI Sosialisasi Kartu GPN di Kota Bima

Redaksi Lombok Post

Distribusi Kartu Berlogo GPN Dekati Target

Redaksi LombokPost

Avian Brands Peduli Bangun Kembali Lombok

Redaksi Lombok Post