Lombok Post
Metropolis

Bekas Galian Resahkan Warga

galian
TUNJUK: Kepala Lingkungan Monjok Perluasan menunjukkan bekas galian pemasangan kabel fiber Indihome yang dibiarkan terbengkalai oleh pihak Telkom, kemarin (29/9).

MATARAM – Bekas galian Telkom Indihome dinilai merugikan warga Lingkungan Monjok Perluasan, Kelurahan Monjok. Bekas galian tersebut kabarnya telah memakan korban. Banyak warga yang jatuh dalam lubang bekas galian sedalam dua meter tersebut.

Kepala Lingkungan Monjok Perluasan H Sanusi Rifaini dengan tegas melayangkan protes. Sebab, lubang di tepi Jalan Ade Irma Suryani ini sangat merugikan warga lingkungannnya.

Galian tersebut dikerjakan pada Februari lalu. PT Telkom Indihome melakukan penggalian untuk pemasangan kabel fiber optic. Namun ternyata pemasangan ini dibatalkan dengan alasan tidak cocok.

Namun bekas galian ini tidak dikembalikan seperti semula. Bekas galian tersebut ditinggalkan begitu saja tanpa ada perbaikan. Galian yang tak ditutup banyak menimbulkan kecelakaan. A�a�?Galian tersebut sudah makan korban,a�? kata H Sanusi.

Sanusi mengatakan, beberapa siswa telah jatuh dalam lubang ini. Tak hanya itu, lokasi galian yang gelap pada malam hari juga membuat beberapa pejalan kaki jatuh dalam lubang tersebut.

Mewakili warga lingkungannya, Sanusi meminta PT Telkom Indihome untuk segera melakukan perbaikan. Ia meminta mereka untuk merekonstruksi galian tersebut seperti semula. a�?Ini sangat mengganggu pemandangan dan berbahaya,a�? pungkasnya.

Selain bekas galian, Sanusi juga meminta PT Telkom Indihome membereskan gulungan sisa kabel fiber optic yang ada. Sisa kabel tersebut berada dekat dengan saluran air lingkungan.

Sisa kabel fiber tersebut sangat berbahaya jika tersentuh manusia. Tegangannya mampu membuat manusia yang menyentuh langsung kolaps. Ia takut jika ini nantinya akan menimbulkan korban jiwa.

H Zohdi, salah satu warga lingkungan Monjok Perluasan juga mengeluhkan hal tersebut. Keberadaan galian itu meresahkan warga yang melintas di jalan tersebut. Ia berharap, pihak penggali bertanggung jawab terhadap hal tersebut. a�?Harus diperbaiki kembali,a�? tegasnya.

Sementara Ketua RT di Lingkungan Monjok Perluasan, Mustiadi ST menuturkan, ramainya korban jatuh membuat warga mengambil inisiatif menutup lubang. Namun sayangnya, galian tersebut ditimbun dengan sampah.

Hal ini justru menimbulkan kekahawatiaran baru. Ia khawatir jika sampah yang tertimbun justru menimbulkan penyakit. a�?Ini harus segera diperbaiki sebelum menimbulkan dampak buruk lainnya,a�? kata Mustiadi. (fer/r5)

Berita Lainnya

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Ogah Berniaga di Jalan Niaga

Redaksi LombokPost

Tolong, Jangan Masuk Angin!

Redaksi LombokPost

Volume Monumen Tak Sesuai Kontrak, Rekanan Didenda Rp 1,2 Juta Perhari

Redaksi LombokPost

Baginya, yang Penting Jangan Mengemis!

Redaksi LombokPost

Ibu Kota kok Kotor?

Redaksi LombokPost