Lombok Post
Headline Metropolis

BPM Bisanya Momot Meco!

rumah
RUMAH KUMUH: Amak Pa'i membersihkan sungai sebagai tempatnya mandi di depan tempat tinggalnya di bawah jembatan sungai jangkuk, Ampenan, kemarin(29/9).

MATARAM – Jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di Kota Mataram, ternyata masih sangat banyak. Data Badan Pemberdayaan Mayarakat (BPM) Kota Mataram menunjukkan, jumlah RTLH mencapai 900 unit.

a�?Ini data dinas sosial, data PU, data kita saja bisa beda-beda. Belum lagi, ternyata setelah kita turun ke lapangan, ternyata yang masuk kualifikasi aladin (atap, lantai, dinding) rusak, jauh lebih banyak,a�? Beber Kabid Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna, Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota Mataram, HM Fauzi Makmun.

Apalagi, lanjut Makmun, jumlah bantuan yang bisa digelontorkan pemerintah untuk membantu bedah rumah masyarakat perkotaan, kuotanya sangat terbatas. Hanya 50 unit pertahun.

Tidak seperti dua tahun lalu, anggaran yang disedikan untuk perbaikan rumah, sampai 100 unit pertahun. Dengan bantuan unit perbaikan rumah yang sangat sedikit, Fauzi mengaku susah membaginya.

Sebab dari sistem maping atau pemetaan, kawasan terbagi dalam tiga blok. Kawasan berat, sedang dan ringan. Dengan keterbatasan anggaran yang hanya Rp 500 juta setahun, praktis BPM harus memperketat kualifikasi rumah yang layak dibantu.

a�?Bayangkan, satu kelurahan dapat bantuan bedah rumah 10. Kalau satu kelurahan ada 10 lingkungan, berarti cuma dapat masing-masing satu,a�? ujarnya.

Ia bahkan menyebut, hampir semua lingkungan di Kota Mataram, ada saja rumah kumuhnya. Dengan kualifikasi kerusakan ringan, sedang dan berat. Belum lagi soal, bantuan yang hanya secuil itu, harus benar-benar merepresentasikan rumah yang paling layak untuk dibantu. Sebab kalau tidak, bisa menimbulkan kecemburuan sosial bagi RTLH yang lain.

a�?Tapi anehnya ya, meski sudah dibantu, ini kadang masyarakat masih ajaA� ada yang ngeremon (menggerutu, Red). Padahal sudah kita bantu, semen, tanah, kayu dan lainnya,a�? ulasnya.

Untuk diketahui, kata Makmun, pola bantuan BPM memang murni pemberdayaan masyarakat. Artinya, masyarakat tidak boleh hanya menonton, sampai rumahnya siap ditempati. Tetapi juga harus ikut bekerja perbaiki rumah. Pemerintah, hanya menyiapkan materialnya saja. A�

Namun yang lebih parah, bantuan perbaikan rumah ini ternyata harus berhenti menjelang tahap yang ke empat. Dua kelurahan sebelumnya yang sudah dijatah 10 unit terpaksa harus gagal terima bantuan. Sebab anggaran BPM, terasionaliasi sekitar Rp 200 juta.

a�?Iya kita kena rasionalisasi kemarin. Makanya kelurahan Pagutan Barat dan Ampenan Tengah, ndak jadi dapat bantuan. Jadinya (kerja kita) sekarang cuma bisa momot meco (diam tanpa kerja),a�? cetusnya.

Mereka tidak bisa lagi berbuat banyak, sebab anggaran udah habis. Memang pada akhirnya masyarakat diminta untuk bersabar di tengah keadaan fiskal daerah sedang rapuh-rapuhnya.

a�?Iya kalau di tahun nanti (2017) keuangan pemerintah pusat membaik, tapi kalau ada gejolak lagi, ya bisa lebih sulit lagi (tuntaskan RTLH),a�? tandasnya.

Sementara itu, Lurah Dayen Peken, Haerul Hakim membenarkan jika pihaknya sudah menerima bantuan dari BPM untuk renovasi rumah tidak layak huni di kawasannya. Bahkan, progres pengerjaanya dalam perkiraan dia sudah mencapai 75 persen. a�?Sekitar 75 persen,a�? kata Hakim.

Ia juga mengakui jumlah bantuan memang belum bisa menuntaskan jumlah RTLH di wilayahnya. Jumlah data pasti RTLH memang belum dipegangnya, namun ia memperkirakan angkanya sampai puluhan rumah.

a�?Seperti di Pelembak, Otak Dese Utara, Karang Ujung, itu ada beberapa rumah yang pantas untuk dibantu,a�? tandasnya. (zad/r5)

Berita Lainnya

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Ayo, Keruk Sungai Ancar!

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Harus Nabung Stok Sabar

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost