Lombok Post
Tanjung

KLU-PLAN Indonesia Internasional Teken MoU

KERJA SAMA APLIKASI: Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar (kanan) bersama Wali Kota Bandung Ridwan Kamil usai mendantangani MoU kerja sama hibah aplikasi di Bandung, beberapa waktu lalu.

TANJUNGA�– A�Saat ini Lombok Utara menjadi salah satu daerah yang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) masih rendah. Untuk itu, Pemkab KLU melakukan MoU dengan PLAN Indonesia Internasional STBM SEHATI (Sustainable Sanitation and Hygiene for East Indonesia). Ini guna meningkatkan STBM di Lombok Utara.

Kepala Bappeda Lombok Utara sekaligus Ketua Pokja AMPL Nanang Matalata mengungkapkan, ada lima pilar STBM. Diantaranya, stop BAB sembarangan, cuci tangan menggunakan sabun, pengolahan air minum berbasis rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga, dan pengelolaan air limbah rumah tangga. a�?Persampahan dan pengolahan air limbah rumah tangga ini yang masih butuh pemicuan,a�? ujar Nanang.

Ditambahkan, saat ini akses sanitasi di Lombok Utara baru mencapai 70 persen. Baru sembilan desa yang sudah ODF dengan akses sarana air bersih 37 persen. a�?Semoga dengan MoU ini, dua pilar yang masih kurang bisa ditingkatkan,a�? harapnya.

Lebih lanjut, Nanang mengatakan, kedepan pemkab juga diharapkan bisa memberikan dukungan pembiayaan untuk proses percepatan dan pendampingan.

Sementara itu, Manajer PLAN Indonesia Internasional Sabarudin mengatakan, ada tiga strategit pendekatan STBM. Yakni, meningkatkan kesadaran masyarakat akan kebutuhan sanitasi, menyediakan sanitasi, dan menciptakan lingkungan yang mendukung pelaksanaan program STBM. a�?STBM ini dilaksanakan di wilayah pedesaan,a�? ungkapnya.

Ditambahkan, dengan pendekatan melalui STBM tidak lagi berkaitan dengan subsidi membangun jamban. Tetapi lebih ditekankan dengan perubahan perilaku. a�?Belum tentu dengan adanya jamban, orang tidak lagi BAB sembarangan,a�? tandasnya.

Dengan adanya MoU ini, pihaknya berharap bisa lebih mudah berdiskusi dengan SKPD, camat, maupun kepala desa. Selain tiga strategi tadi, ada juga penguatan kelembagaan khususnya di tingkat kecamatan dan desa. a�?Hingga Desember nanti ada beberapa kegiatan yang akan dilakukan seperti pelatihan STBM untuk kader di desa. Kemudian penyusunan road map STBM bersama Dikes agar target tercapai,a�? paparnya.

Lebih lanjut, Sabarudin mengatakan, pihaknya bertujuan akan membantu masyarakat dengan melakukan pemicuan dan pertemuan koordinasi serta media promosi. Selain itu, kegiatan di NTB ini bisa menjadi contoh di daerah lain di Indonesia. a�?Perlu juga ada aturan seperti Perbup agar perubahan perilaku ini bisa efektif,a�? imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar menegaskan, pemkab akan terus mendukung dan bersinergi dengan program-program yang berkaitan dengan masyarakat.

a�?Dalam hal ini pemkab sangat serius dalam mendukung programA� ini dan akan kita buktikan dengan penandatanganan MoU STBM. Dengan harapan kedepannya masyarakat merasakan manfaat dari apa yang telah direncanakan,a�? ungkapnya.

Ditambahkan, program sesesuai dengan kebijakan pemkab yakni membangun mulai dari desa. Sehingga program ini sangat mendukung apa yang telah dihajatkan Pemkab Lombok Utara. Dengan program ini maka masyarakat akan mulai belajar dan menerapkan dari hal yang kecil dengan pola hidup bersih dan sehat. (puj/r7)

Berita Lainnya

50 Orang Dilatih Jadi Aplikator Risha

Redaksi LombokPost

Rekruitmen P3K Diharapkan Bisa Mulai Tahun Depan

Redaksi LombokPost

Kantor Sementara DPRD Mulai Dibangun

Redaksi LombokPost

Warga Dusun Boyotan Terancam Tak Dapat Rp 50 Juta

Redaksi LombokPost

Baru 40 Sekolah Rusak Berat Dirobohkan

Redaksi LombokPost

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Pelebaran Jalan Ganggu Distribusi Air

Redaksi LombokPost