Lombok Post
Tanjung

Masih Berani Mainkan Pajak?

KERJA SAMA APLIKASI: Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar (kanan) bersama Wali Kota Bandung Ridwan Kamil usai mendantangani MoU kerja sama hibah aplikasi di Bandung, beberapa waktu lalu.

TANJUNGA�– Pemkab Lombok Utara bersama Lombok Barat bekerjasama dengan Pemkot Bandung terkait pelayanan berbasis teknologi informasi (IT). Dalam kerja sama tersebut, Pemkab Lombok Utara mendapatkan hibah beberapa aplikasi.

Salah satu aplikasi kerja sama itu diyakini akan berdampak besar dari sisi pendapatan asli daerah (PAD). Sebab, aplikasi itu bakal mengontrol penuh sektor pajak maupun retribusi yang selama ini dianggap belum maksimal. a�?Aplikasi utamanya ada 19 item dan sub aplikasinya ada 100,a�? ungkap Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar kepada wartawan di ruang kerjanya, kemarin (29/9).

Dijelaskan, banyak aplikasi yang sangat bermanfaat jika dipergunakan di Lombok Utara. Seperti e-Budgeting dalam pengelolaan pajak di sektor pariwisata. Nantinya, jika ada hotel yang tidak membayar pajak, langsung akan diketahui server.

Hal ini juga akan berlaku kepada para wisatawan yang makan di restoran di kawasan pariwisata seperti tiga gili. a�?Jika semua wajib pajak menggunakan pajak online ini maka pemasukan yang menjadi PAD akan meningkat. Mesin ini malah lebih jujur daripada manusia, kalau manusia dititipi uang Rp 100 ribu ada yang hanya disetorkan Rp 75 ribu. Tetapi dengan mesin ini nanti berapa yang masuk itu akan langsung terdeteksi di Dispenda,a�? jelasnya.

Ditambahkan, jika ini efektif untuk penagihan pajak, maka dampaknya akan luar biasa. Pasalnya, jika setiap harinya ada 2 ribu lebih wisatawan yang makan di restoran, keuntungan ke kas daerah akan besar. a�?Kalau sistem ini efektif, peningkatan PAD akan cukup signifikan,a�? cetusnya.

Kedepan, pemda A�dalam hal ini DPPKAD, harus melakukan kerja sama segitiga dengan pengusaha maupun bank. Ini untuk memastikan sistem itu berjalan lancar. a�?Kita akan tunjuk salah satu bank untuk bekerjasama. Nanti ada alat yang akan ditaruh di tiap restoran. Sehingga saat ada transaksi langsung terpotong 10 persen yang masuk sebagai pajak,a�? katanya.

Untuk itu, kedepan pemkab akan melengkapi sarana dengan menyediakan chip dan alat-alat yang dibutuhkan. Bahkan pemkab akan menjadikan beberapa hotel sebagai pilot project. a�?Nanti kita coba di APDBP 2016, tetapi kalau tidak bisa akan dicoba di APBD murni 2017,a�? ungkapnya.

Lebih lanjut, Najmul menjelaskan, untuk memaksimalkan pajak ini pihaknya juga harus menyelesaikan proses perizinan sejumlah pengusaha di tiga gili. Pasalnya, saat ini masih banyak tempat usaha seperti restoran dan hotel di tiga gili belum memiliki izin karena terkendala kepemilikan lahan. a�?Karena hal ini kami juga belum bisa menerima pajak mereka, meskipun mereka mau membayar kita tidak bisa terima. Nanti kita dikatakan menerima pajak ilegal,a�? tandasnya.

Selain aplikasi di pajak tersebut, Pemkab Lombok Utara juga akan mengadopsi aplikasi identifikasi anggaran dalam penyusunan APBD. Aplikasi ini bisa mendeteksi anggaran yang salah kamar. a�?Anggaran yang salah kamar ini akan terdelete sendiri. Termasuk juga anggaran yang tidak bermanfaat. Di Bandung saja dengan aplikasi ini bisa menghemat Rp 1,6 triliun,a�? katanya.

Selanjutnya ada aplikasi administrasi kepegawaian. Misalnya, saat akan melakukan rotasi, dengan aplikasi ini akan disesuaikan dengan aturan.

Kemudian, ada juga aplikasi yang bisa mendeteksi bencana. Namun aplikasi ini tentu membutuhkan penambahan perlengkapan yang harus ditempatkan di lokasi-lokasi rawan bencana. a�?Untuk selanjutnya kita akan kirim beberapa orang ke Bandung mempelajari secara mendalam aplikasi-aplikasi ini,a�? pungkasnya. (puj/r7)

Berita Lainnya

50 Orang Dilatih Jadi Aplikator Risha

Redaksi LombokPost

Rekruitmen P3K Diharapkan Bisa Mulai Tahun Depan

Redaksi LombokPost

Kantor Sementara DPRD Mulai Dibangun

Redaksi LombokPost

Warga Dusun Boyotan Terancam Tak Dapat Rp 50 Juta

Redaksi LombokPost

Baru 40 Sekolah Rusak Berat Dirobohkan

Redaksi LombokPost

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Pelebaran Jalan Ganggu Distribusi Air

Redaksi LombokPost