Lombok Post
Tokoh

Waspada: Tingkat Kepuasan Wisatawan di Gili Trawangan Menurun

KURANG TERANG: Tampak sejumlah wisatawan sedang berjalan-jalan malam di Gili Trawangan. Pemkab Lombok Utara akan menjadikan Gili Trawangan prioritas untuk pemasangan PJU baru.

SETIAPA�pembangunan sarana dan prasarana pariwisata dapat membawa dampak positif dan negatif terhadap kepuasan wisatawan yang mengunjunginya. Pembangunan yang tidak direncanakan atau tidak dikendalikan akan membawa dampak negatif bagi kepuasan wisatawan itu sendiri. Sejak tahun 1986 sampai sekarang pembangunan sarana pariwisata di Kawasan Wisata Perairan Gili Matra (Meno Trawangan Air) tidak pernah dapat dikendalikan oleh pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten. Sudah banyak aturan yang dikeluarkan pemerintah tetapi hampir semuanya tidak dapat diimplementasikan.

Penelitian ini bertujuan mengkonfirmasi dugaan bahwa pembangunan pariwisata di Gili Matra sudah berlebihan dan berdampak negatif pada kepuasan wisatawan asing yang mengunjunginya. Sampel sebanyak 51 responden di Gili Trawangan dan 46 responden di Gili Air dan Meno diwawancarai dengan menggunakan instrumen wawancara yang sudah dipersiapkan.

Pewawancara adalah warga negara Australia, yang terdiri dari para guru bahasa Indonesia di SMA Australia dan mahasiswa jurusan Bahasa Indonesia di perguruan tinggi Australia. Penelitian dilaksanakan di awal tahun (Januari) 2013. Sebagian besar (59 persen) responden di Gili TrawanganA� adalah wisatawan dari Eropa dan 18 persen dari Australia-New Zealand, sedangkan di Gili Meno dan Air 49 persen responden dari Australia – New Zealand dan 37 persen dari Eropa.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan wisatawan di Gili Trawangan (53 persen) lebih rendah dari kepuasan wisatawan yang berkunjung di Gili Air dan Gili Meno (72 persen). Lama tinggal wisatawan Gili Trawangan juga lebih rendah dari pada lama tinggal wisatawan di Gili Meno dan Gili Air. Median lama tinggal wisatawan di Gili Trawangan 2-6 hari, sedangkan di Gili Meno dan Air 7-14 hari. Rendahnya tingkat kepuasan wisatawan di Gili Trawangan merupakan indikasi penurunan kepuasan, walaupun tidak ada data pembanding hasil penelitian sebelumnya.

Ketidakpuasan wisatawan dari yang paling tinggi adalah terhadap pembuatan papan informasi (sign posting), pelayanan operator paket wisata, dan palayanan toko. Dalam wisata perairan (diving dan snorkelling) yang menjadi ikon wisata ketiga pulau, wisatawan menyatakan sangat tidak puas dengan kesehatan atau kondisi terumbu karang, kelimpahan karang yang rendah dan kelimpahan biota laut lain yang rendah.

Pembuangan sampah dan limbah dianggap sebagai persoalan utama pembangunan pariwisata di ketiga pulau tersebut. Di Gili Trawangan, wisatawan juga menganggap terlalu banyaknya wisatawan (crowding) menjadi persoalan bagi mereka untuk dapat menikmati pulau tersebut. Sebagian wisatawan juga mengeluhkan pelayanan transportasi darat di Bangsal. Kepuasan wisatawan paling tinggi dinyatakan pada pembangunan akomodasi dan restoran yang telah menunjukkan standar interasional.

Hasil penelitian ini perlu dicermati oleh pengambil kebijakan pengembangan pariwisata di NTB. Pariwisata masal yang terlalu berlebihan menimbulkan ketidakpuasan bagi wisatawan yang mengunjunginya. Target mendatangkan wisatawan dalam jumlah sebesar-besarnya perlu mempertimbangkan daya dukung lingkungan.

Pariwisata adalah transaksi jual beli alam dan budaya. Jika kita menjual semua alam dan budaya kita, maka wisatawan akan membelinya dan mengubahnya sesuai dengan keinginan mereka. Pemerintah seharusnya mempunyai rencana yang jelas bagian alam dan budaya mana yang boleh dijual dan mana yang tidak boleh dijual dalam pariwisata.

Berita Lainnya

Jalan Dakwah Ustadah Wahidah : Muridnya Boleh Lulus Kalau Sudah Hafal Alquran

Redaksi Lombok Post

IKA Unram Lanjutkan Konsolidasi

Redaksi Lombok post

Selamat, Unram Tambah Tiga Profesor

Redaksi Lombok post

Meningkatkan Hasil Tanaman Jagung Melalui Optimalisasi penangkapan Cahaya Matahari oleh Kanopi Tanaman

Redaksi Lombok post

Unram Target Juara Nyanyi Dangdut dan Pop

Redaksi Lombok post

Demi Si Kombat, Mereka Tidur Dua Jam Sehari

Redaksi Lombok Post

Jago di Lab, Jago di Organisasi

Redaksi Lombok post

Stunting Masih Momok NTB

Redaksi Lombok post

Kampanye Anti Rokok Tiada Henti

Redaksi Lombok post