Lombok Post
Giri Menang

15 Tahun Vila Tanpa Izin Beroperasi

SIKAP TEGAS: Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid saat berbincang-bincang dengan tokoh masyarakat Sekotong Tengah H Lalu Daryadi (peci putih) beberapa waktu lalu.

GIRI MENANGA�– Bupati Lombok Barat (Lobar) H Fauzan Khalid meminta dinas terkait segera menindak tegas vila tanpa izin. Salah satunya vila di Gili Gede yang diduga dikuasai Warga Negara Asing (WNA).

Menurut dia, ada ketentuan yang berlaku bagi masyarakat yang melanggar peraturan daerah (perda). “Nggak perlu lagi melapor, langsung tindak tegas jika melanggar perda,” tegas Fauzan kepada wartawan di ruang kerjanya kemarin (30/9).

Dikatakan, pihaknya akan berbicara dengan Dinas Perhubungan dan Informatika, satpol PP, dan Badan Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T). Dishubkominfo dilibatkan menyangkut keberadaan kabel bawah laut yang dipersoalkan masyarakat setempat. Sedangkan persoalan penegakan perda diserahkan kepada satpol PP, termasuk yang menyangkut perizinannya.

a�?Kami sudah beberapa kali turun ke lokasi,a�? ungkapnya.

Sejauh ini, Pemkab Lobar sudah melayangkan surat peringatan kedua kepada pengelola vila. Jika hingga peringatan ketiga tetap tidak mengindahkan, maka Pemkab Lobar akan bersikap tegas. Tidak saja Pemkab Lobar, kasus itu menurutnya juga ditangani pihak Imigrasi. Yaitu menyangkut izin tinggal. Hanya saja, pihaknya tidak mengetahui pasti perkembangannya.

Kasat Pol PP Lobar Baiq Yeni Ekawati membenarkan pihaknya sudah menyampaikan teguran dan peringatan terhadap pemilik vila tersebut. Saat ini yang bersangkutan sudah mulai mengurus izin.

Vila itu diakuinya dikuasai WNA sejak 2001. Artinya lebih kurang 15 tahun Vila itu beroperasi tanpa izin di Lobar.

“Kami sudah menyikapi sesuai SOP, sekarang pengelola vila, melalui pengacaranya mulai pro aktif mau mengurus izin bahkan mau bertemu dengan sekda dan bupati,” ujar Ekawati.

Begitu juga menyangkut kabel bawah laut. Menurut dia, pihak vila juga sudah membayar listrik setiap bulannya. Meskipun WNA, tapi pemilik vila itu, kata Ekawati yakin akan memperoleh kewarganegaraan Indonesia. (tan/r3)

Berita Lainnya

Harga Kedelai dan Kacang Tanah Melonjak

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Tiga Desa dan Dua Sekolah Diaudit Khusus

Redaksi LombokPost

PJU di PLTU Jeranjang Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Pemancing Diduga Hanyut di Perairan Labuan Poh

Redaksi LombokPost

Sinyal Mutasi Makin Menguat

Redaksi LombokPost

Sekolah Terdampak Gempa Belum Diperhatikan

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Butuh Lebih Banyak Huntara

Redaksi LombokPost

HUT SMAN 1 Gerung Meriah

Redaksi LombokPost