Lombok Post
Metropolis

Awas, Jangan Disimpan Sembarangan!

RUSAK: Ida Rosanti, salah seorang warga asal Desa Braim, Lombok Tengah menunjukkan e-KTP yang rusak.

MATARAM-Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) harus disimpan dengan baik. Sebab bila kartu identitas seumur ini taruh sembarangan, maka akan mudah rusak. Seperti Ida Rosanti, salah seorang warga asal Desa Braim, Lombok Tengah, e-KTP miliknya rusak meski disimpan di dalam dompet.

a�?Tidak saya saja yang begini (rusak), teman saya yang lain juga rusak KTP-nya,a�? kata Ida.

KTP elektronik miliknya rusak parah. Lapisan bening mengkerut dan terkelupas sehingga sulit digunakan. Foto di dalam e-KTP menjadi samar. Terkait hal ini, Kepala Bidang Kependudukan dan Catatan Sipil, Disosdukcapil NTB Lalu Sumantri menjelaskan, bagi e-KTP yang rusak mereka bisa menggantinya di kantor kependudukan setempat. Warga tidak perlu melakukan perekaman ulang, tinggal meminta untuk dicetak ulang saja. a�?Itu tidak membutuh biaya lagi,a�? katanya.

Sementara bagi warga yang kehilangan kartu, maka mereka harus membuat surat keterangan kehilangan di kepolisian. Sehingga bisa dibuatkan kembali e-KTP yang hilang tersebut.

Sumantri mengimbau kepada warga untuk menyimpan kartunya dengan baik dan benar agar tidak rusak atau hilang. Menurutnya, ada perbedaan kualitas e-KTP yang dicetak tahun 2012 dengan tahun 2015. Kartu elektronik yang dicetak sekitar tahun 2012 memang didesain untuk lima tahun. Setelah itu, bila ada kerusakan maka baru bisa diganti. Berbeda dengan kualitas e-KTP yang dicetak tahun 2015 hingga saat ini, blanko KTP-nya sudah didesan seumur hidup sehingga lebih tahan lama. Artinya ada jaminan tidak akan rusak.

a�?Dulu memang lima tahun rusak,a�? jelasnya.

Agar e-KTP tidak mudah rusak, maka warga disarankan menaruhnya di tempat yang aman. Seperti dengan menaruhnya di dalam tas atau dompet, ia yakin kartu tidak akan rusak. Menurutnya, yang membuat kartu rusak adalah bila disimpan sembarangan, tanpa ada pelapis yang melindungi dari gesekan-gesekan. Bila terus digesek dengan benda lain atau saat beraktivitas, tentu saja lambat laun kartu bisa rusak.

a�?Tapi kalau di dompet kan aman,a�? katanya. (ili/r7)

 

Berita Lainnya

Zul-Rohmi Perlu Banyak Sosialisasi

Redaksi Lombok Post

Mengejar Mimpi Jadi Daerah Industri

Redaksi Lombok Post

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Ogah Berniaga di Jalan Niaga

Redaksi LombokPost

Tolong, Jangan Masuk Angin!

Redaksi LombokPost

Volume Monumen Tak Sesuai Kontrak, Rekanan Didenda Rp 1,2 Juta Perhari

Redaksi LombokPost