Lombok Post
Praya

Hujan, Tembakau Loteng Rusak

SUDAH PANEN: Inilah hamparan tanaman tembakau di Desa Semoyang, Praya Timur Lombok Tengah, yang sudah melaksanakan panen, beberapa waktu lalu.

PRAYAA�– Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Lombok Tengah (Loteng) merilis, saat ini masih ada 10 persen petani tembakau yang belum panen. Di satu sisi, intensitas hujan akhir-akhir ini cukup tinggi dan merusak tembakau.

a�?Sisanya, 90 persennya lagi sudah panen dan mulai melakukan pengovenan tembakau,a�? kata Kepala Dinas Hutbun Pan Rahayu Samsor, kemarin (30/9) saat menerima kunjungan kerja dari Pemkab Jepara, Jawa Tengah (Jateng) di ruang rapat utama kantor bupati.

Total luas area tanam tembakau di Gumi Tatas Tuhu Trasna tahun ini, mencapai 7.800 hektare (ha). Terluas di wilayah Praya Timur, Janapria dan Pujut. a�?Sedangkan, total produktifitas tembakaunya mencapai 17 ribu ton atau per hektarenya menghasilkan 16 ton,a�? katanya.

Sementara, jumlah petani tembakau, lanjutnya sebanyak 15 ribu orang, tersebar di 12 kecamatan di Loteng. Mereka dikelompokkan menjadi dua yaitu, petani mitra dan swadaya. Untuk petani mitra, ada 11 perusahaan yang mengintervensi pola tanam tembakaunya. Dengan jaminan, seluruh biaya operasional ditanggung perusahaan bersangkutan.

Pola tanam tembakaunya pun, kata Pan Rahayu harus dilaksanakan pada musim kemarau. Sehingga, yang mengalami penurunan kualitas dan kuantitas tembakau tahun ini, akibat dari keterlambatan petani menanam tembakau. Karena di tempat lain, kebanyakan petani sudah masuk tahap oven.

a�?Itu biasanya dilakukan oleh petani swadaya. Mereka menanam tembakau diluar prediksi cuaca. Apalagi, saat ini intensitas hujan cukup tinggi,a�? katanya.

Yang bisa di intervensi Pemkab, kata Pan Rahayu yaitu dengan memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Bantuan diperuntukkan bagi petani swadaya, sebagian petani mitra. Tahun ini, Dishutbun pun mengelola Rp 4 miliar lebih. Anggaran itu, diarahkan untuk tiga program kerja, meliputi peningkatan produktifitas tembakau, pasca panen dan peningkatan petani tembakau.

DBHCHT itu juga, tambahnya dikelola pula oleh dinas dan instansi lain di lingkup Pemkab. Tujuannya sama yaitu, ingin meningkatkan kesejahteraan petani tembakau.

a�?Dari DBHCHT itu, Alhamdulillah kita bisa membantu petani tembakau,a�? kata Sekda Loteng Nursiah.(dss/r2)

Berita Lainnya

Penderita Katarak di Lombok Tengah Masih Tinggi

Redaksi LombokPost

Jalan LIA-KEK Tergantung Pemkab dan Provinsi

Redaksi LombokPost

Akses Air Bersih Masih Rendah, Loteng Akan Dibangungkan SPAM

Redaksi LombokPost

Operasional LIA 24 Jam Belum Berjalan

Redaksi LombokPost

Separuh Badan Jalan di Desa Pengembur Tergerus

Redaksi LombokPost

Uang Ada, Fasilitator Tak Ada

Redaksi LombokPost

MUI dan FKUB Lombok Tengah Kompak Jaga Kondusivitas Pemilu

Redaksi LombokPost

Sampah Tanggung jawab Bersama

Redaksi LombokPost

Pemalsuan Data Tes P3K Mencuat

Redaksi LombokPost