Lombok Post
Headline Metropolis

Mutasi Perdana Nggak Heboh

mutasi2
SIAP BERBAKTI: Wali Kota Mataram (dua dari kiri) mendengar sumpah jabatan para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dimutasi dan diangkat dalam jabatan struktural di lingkungan Pemkot Mataram, kemarin (30/9)

MATARAM a�� Pemerintah Kota Mataram yang dinahkodai AMAN Jilid II, akhirnya melakukan mutasi perdana. Namun mutasi kali ini dilakukan hanya untuk mengisi jabatan kosong.

Seperti, posisi Asisten II yang sebelumnya ditempati Effendi Eko Saswito, lowong setelah Eko terpilih menjadi Sekda Kota Mataram. Lalu posisi Kepala BPBD lowong, karena H Supardi, meninggal dunia.A� Terakhir posisi Kepala Administasi Pengendalian Pembangunan (APP) Kota Mataram, yang ditinggalkan Safrudin Ali yang pensiun.

A�a�?Ini mendesak ada beberapa jabatan kosong, tapi ini tidak menyangkut OPD yang baru,a�? kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh.

Hanya saja, Ahyar menolak menyebut mutasi perdana ini sebagai ancaman sekaligus punishment bagi pejabat yang tidak becus melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya selama menjabat.

Seperti diketahui dalam mutasi ini ada nama Kepala Dinas Kebersihan Kota Mataram Dedy Supriadi yang banyak disorot, terutama oleh kalangan dewan. Dedy akhirnya benar-benar digeser ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram. Menggantikan posisi almarhum H Supardi. Pergantian ini menimbulkan spekulasi, ini merupakan cara soft Ahyar saja mencari pengganti orang yang dirasa lebih mampu mengatasi persoalan sampah di Kota.

a�?Bukan, bukan punishment atau reward ya,a�? kilah Ahyar saat dikonfirmasi.

Mutasi ini menurutnya lebih pada kebutuhan yang dirasa sangat mendesak. Ia khawatir jika rotasi dan mutasi dilakukan bersamaan yang rencananya dilakukan pada bulan Desember nanti, malah akan menyulitkan koordinasi antarinstansi. Mengingat masih ada sisa waktu, dua sampai tiga bulan jelang mutasi besar-besaran untuk menyesuaikan dengan Struktur Perangkat Daerah (SPD).

a�?Kalau sekarang perwal SPD yang baru tengah kita siapkan, jadi ini murni hanya untuk mengisi jabatan kosong,a�? tegasnya.

Mutasi kemarin jugaA� untuk mengisi jabatan Asisten II Setda Kota Mataram yang ditinggalkan Eko. Mantan Kadis Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kota Mataram, Wartan dipercaya menduduki jabatan tersebut.

Sementara, Plt Kepala Bagian Administrasi Pengendalian Pembangunan (APP) Kota Mataram Muhammad Suryadi, resmi definitif. Sebelumya Suryadi adalah, Sekretaris di Dinas PU Kota Mataram.

Ahyar melihat, terutama untuk posisi dua kepala dinas yakni, Dinas Kebersihan dan Diskoperindag sudah bisa ditinggalkan. Mengingat, dalam SPD yang baru dua dinas itu termasuk yang disesuaikan. Ada yang dilebur ada yang dipisah dalam urusan sehingga menjadi SKPD yang baru.

a�?Nanti jabatan yang ditinggalkan oleh mereka-mereka itu (yang digeser) diisi oleh Plt, seperti jabatan Dinas Kebersihan nanti kemungkinan akan di Plt oleh Kepala Dinas Pertamanan,a�? bebernya.

Adanya kemungkinan penunjukan Kepala Dinas Pertamanan Kemal Islam, juga dinilai menarik. Pasalnya, di nomenklatur yang baru nanti, Dinas Pertamanan, Kebersihan disatukan menjadi Dinas Lingkungan Hidup. Dugaan, Ahyar memang sengaja menunjuk Kemal sebagai Plt Dinas Kebersihan, hanya sebagai jalan saja untuk mempersiapkan Kemal menjadi Kepala Dinas di SKPD hasil peleburan itu. Namun saat dikonfirmasi soal itu, Ahyar berkilah.

a�?Ndak-ndak, bukan itu,a�? kilahnya.

Pada akhirnya, Ahyar berharap mutasi perdana yang dilakukannya kali ini akan berdampak efektif terutama memberikan pelayanan pada masyarakat. Ahyar juga sempat menyentil soal, assesment yang rencananya akan digelar Oktober ini. Dia berharap hasilnya nanti benar-benar mampu menunjukan proses pendataan kapasitas dan kapabelitas para PNS di Kota Mataram, sehingga ditempatkan dengan tepat.

Terpisah, Mantan Kepala Dinas Kebersihan Dedy Supriadi saat dimintai komentarnya tentang pergeseran itu, mengaku siap ditempatkan di mana saja. Baginya, sudah menjadi kewajiban abdi negara untuk selalu siap ditempatkan di mana saja.

a�?Saya selalu siap, tidak ada soal,a�? kata pria yang kerap terlihat santai ini.

Ia enggan menyinggung soal apakah ini punishment atas kinerjanya yang selama ini banyak menuai kritikan. Dedy hanya mengatakan, ingin segera menyesuaikan diri di tempat kerja yang baru.

a�?Saya akan segera datang ke kantor, lihat-lihat kemudian mempelajari semua,a�? ujarnya dengan senyum khasnya.

Sementara, Mantan Kadiskoperindag Kota Mataram H Wartan enggan berkomentar terkait pergeserannya. Saat coba dikonfirmasi media ini, ia hanya mengatakan, jika dirinya perlu melakukan adaptasi dengan lingkungan kerja yang baru.

a�?Ini baru saya mulai, belum bisa saya rasakan,a�? tandasnya.

Di samping tiga nama itu, mutasi juga kemarin dilakukan untuk 21 pejabat struktural di Kota Mataram. Di antaranya, ada 3 kepala puskesmas yang ditempatkan instansi baru dan dirotasi, 8 lurah yang juga dimutasi dan dirotasi, 6 sekretaris lurah menempati posisi baru, 2 kepala seksi, 1 kasubag dan dua pegawai dipromosikan menjadi kepala puskesmas. Sehingga total pejabat dan pegawai yang dimutasi kemarin sebanyak 24 orang. (zad/r3)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost