Lombok Post
Headline Metropolis

Delapan Meninggal, Dua Mampir di RSUP

DITUNTUN: Petugas membantu para jamaah haji lanjut usia kloter I yang tiba di Asrama Haji NTB, kemarin (2/10).

MATARAM – Setelah melaksanakan ibadah haji di tanah suci, jamaah haji asal NTB mulai pulang. Tahap pertama, 360 orang yang tergabung dalam kloter I embarkasi Lombok tiba di Asrama Haji NTB, kemarin (2/10). Selanjutnya, para jamaah yang berasal dari Lombok Tengah ini diantar ke kampung halamannya.

Kedatangan para jamaah haji disambut haru pihak keluarga. Meski asrama sudah disterilkan, namun beberapa anggota keluarga nekat masuk. Jumlah penjemput di sini tidak terlalu banyak karena mereka diarahkan menjemput di kabupaten masing-masing.

Dalam pemulangan ini, dua jamaah harus dirujuk ke RSUP NTB karena mengalami sakit, yakni Hj Sriati, 59 tahun asal Barejulat, Kecamatan Jonggat. Ia didiagnosa suspeck stroke infark. Selain itu ada juga Hj Maesarah, 55 tahun asal Desa Pengejeh, Kecamatan Jonggat. Ia didiagnosa mengidap penyakit Fr Tertutup Antebrachii. Mereka harus mendapat perawatan sebelum diantar ke rumah masing-masing.

Biaya keduanya selama di rumah sakit ditanggung pemerintah. Mereka akan dirawat sampai pulang ke rumahnya. Salah seorang jamaah terpeleset di Asrama Haji sehingga mengalami luka di bagian tangan.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Mataram dr Wayan Diantika mengatakan, dua jamaah yang dirujuk tersebut mengalami kelainan jantung sejak sebelum diberangkatkan. Untuk memastikan kondisi kedua jamaah, mereka harus dirawat terlebih dahulu. a�?Supaya benar-benar stabil sebelum dipulangkan,a�? katanya.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) NTB Sulaiman Hamid mengatakan, jumlah yang kembali kemarin sebanyak 355 orang jamaah dan petugas 5 orang. Sehingga total 360 orang. Semuanya dalam keadaan sehat, meski ada beberapa yang sakit ringan.

Ia berharap semua jamaah yang tiba bisa kembali ke tengah keluarga dalam keadaan sehat. a�?Kepada jamaah yang masih berada di Arab Saudi, ia berharap juga bisa segera tiba dalam keadaan sehat,a�? katanya.

Sulaiman mengungkapkan, jumlah jamaah haji asal NTB yang meninggal di Arab Saudi sebanyak delapan orang. Mereka adalah Imo Ahmad Umar dari Kabupaten Bima, meninggal karena penyakit pernafasan akut disertai demam (respiratory diseases), Huriah Abdul Rassyid dari Kota Mataram karena penyakit jantung (cardiovascular diseases), Nurahmat Dijah Bikan dari Lombok Timur, Lalu Ahmad Bapen Ruslim asal Lombok Tengah, Mufti Kamil Jamiullah dari Lombok Utara, Semok Selemah Rahmat dari Kota Mataram, Nur Arasid Seli asal Sumbawa, dan Lalu Darwiyah Abd Samad asal Lombok Timur. Semua jamaah yang meninggal dimakamkan di Makkah.

Kepala Seksi Sistem Informasi Haji Kemenag NTB Hj Sri Latifa menambahkan, jumlah jamaah haji NTB yang diberangkatkan mestinya 3.596 orang. Tetapi 14 orang tertunda keberangkatanya sehingga yang berangkat hanya 3.582 orang. Jamaah tersebut sebenarnya sudah dilepas, namun setelah menjalani pemeriksaan terakhir di Asrama Haji, mereka dinyatakan tidak memenuhi syarat berangkat. Dengan pertimbangan kesehatan, akhirnya jamaah tersebut dikembalikan.

Selain itu, ada beberapa orang jamaah mutasi ke daerah lain, dan batal berangkat karena alasan teknis. Sri Latifa menambahkan, untuk keselamatan jamaah, tahun depan pihaknya akan berupaya untuk memperketat pemberangkatan bagi jamaah beresiko tinggi. Bagi yang tidak punya pendamping sebaiknya tidak diberangkatkan.

Secara nasional, pemerintah menyatakan, angka kematian bagi peserta haji memang menurun dibanding tahun lalu. Kepala Seksi Kesehatan Daker Makkah Melzan mengatakan, hingga Minggu 2 September, pihaknya mencatat ada 305 peserta haji Indonesia yang meninggal dalam periode ibadah haji. 75 persen dari mereka meninggal karena penyakit bawaan seperti jantung koroner.

a��a��Biasanya mereka itu kelelahan saat sudah mencapai akhir Minna atau saat menjalani saa��i tapi dipaksakan. Karena itu, penyakit bawaan mereka akhirnya kambuh,a��a�� ujarnya saat dihubungi, kemarin (10/2).

Meski begitu, dia mengaku bahwa angka tersebut menurun dibanding tahun lalu. Tahun lalu, sekitar 630 peserta haji meninggal. Diantaranya adalah 124 haji korban dari tragedi Mina. a��a��Kalau dikurangi korban tragedi Mina, masih ada sekitar 506 jiwa yang meninggal selama ibadah haji tahun lalu. Jadi, jelas ini berkurang,a��a�� ungkap Melzan.

Upaya penurunan tersebut dikarenakan antisipasi pemerintah Indonesia tahun ini lebih matang. Terutama soal serangan sengatan panas alias heat stroke yang menyebabkan berbagai gejala mematikan. Menurutnya, masalah heatstroke memang menjadi penyebab angka kematian haji 2015 meningkat.

a��a��Karena itulah, kami sejak awal sudah sosialisasi agar jamaah haji bisa berhati-hati. Kami pun menyiapkan tim dari jajaran penanganan pencegahan, darurat, dan kurativ agar gejala yang ada tidakA� menjadi parah,a��a�� jelasnya.

Karena hal tersebut, kisaran jamaah yang mati kembali seperti dua atau tiga tahun yang lalu. Sebagai informasi, jumlah kematian pada musim haji 2013 dan 2014 masing-masing tercatat sebanyak 266 dan 296 jemaah.A� a��a��Untuk penanganan jenazah seperti biasa dikuburkan di tempat mereka meninggal,a��a�� jelasnya.

Dia menambahkan, saat ini pihaknya juga masih merawat beberapa jamaah haji yang sakit. 30 jamaah haji Indonesia dirawat di Klinik Kesehatan Jamaah Haji Indonesia (KKHI) Daker Makkah. Selain itu, terdapat 63 orang jamaah haji Indonesia dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS). (ili/bil/r5)

Berita Lainnya

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Kurang Perhatian, Sungai Ancar Meluap

Redaksi LombokPost